SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Menolak Calon Suami dari Orang Tua karena tujuannya agar terlepas dari manhaj Salaf


Akhwat (Siantar)
2 years ago on Keluarga

Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh Ustadz.. Ustadz saya sangat mohon nasehatnya, saya khawatir apabila saya salah mengambil keputusan malah menjadi durhaka kepada orangtua saya.. Saya punya teman kuliah (ikhwan) dan kami kenal baik sehingga orangtua kamipun saling mengenal. Kemarin orangtuanya bertanya kepada ayah saya untuk menanyakan kepada saya apakah saya mau apa tidak dengan anaknya (teman saya) untuk di lamar. Lalu orang tua saya menanyakan kepada saya dan saya meminta waktu untuk memikirkannya terlebih dahulu. Jujur saja ustadz, saya tidak tertarik dengan teman saya tsb, saya hanya menganggapnya teman tanpa pernah ada rasa sedikitpun padanya dari dulu. Saya sudah istikharah dan hati saya semakin kuat untuk menolak ikhwan tsb. Sebenarnya selain saya tidak tertarik pada orangnya, ada hal lain yg membuat saya menolaknya: 1. Dia belum mengenal manhaj salaf , dan selama kenal dan berinteraksi dgn nya ketika kuliah dahulu dilihat dari agamanya masih kurang, masih sering berbaur dengan non-mahrom. kalau saya lihat dari postingan sosial medianya juga masih yang suka have fun dan tidak ada menunjukkan kalau dia sering ke kajian. saya berharap menikah dengan seorang yang sudah mengenal manhaj salaf sehingga bisa sama-sama belajar nantinya. saya menyadari keterbatasan saya dalam istiqomah, jadi apabila bukan yang berasal dari manhaj salaf, dan harus saya yang mengajaknya , saya rasa saya belum mampu, khawatir saya malah jadi terikut. saya tidak mau membuat PR ustadz. 2. Dia bekerja di bpjs ketenagakerjaan, apakah ini diperbolehkan ustadz? 3. Sptnya orangtua saya ada misi untuk menjauhkan saya dari "manhaj salaf", karena ada saudara saya yang berpemahaman aneh mengatakan kpd ayah saya bahwa "salafi itu sesat", shingga orangtua saya sengaja menikahkan dgn teman saya tsb dgn tujuan agak saya tidak begitu ekstrim lagi (terlalu mengikuti sunnah). ayah saya mengatakan begini " baguslah sama si A (teman saya) yang gak gitu kuat agamanya, biar dia (saya) gak terlalu ekstrem". Orangtua saya memang kurang dalam pemahaman agama malah cenderung liberal, krn seringnya menonton acara di televisi kita skrg ini. Dengan pertimbangan tersebut, akhirnya saya mengikuti kata hati saya untuk menolak. Orangtua saya kecewa bahkan ayah saya mengatakan beliau tidak mau tau lagi dgn urusan saya. Saya ingin menikah untk ibadah bukan krn paksaan orangtua. Apabila dengan alasan" yang saya paparkan di atas, salahkah saya dalam mengambil keputusan ini? Mohon nasehatnya ustadz.. Jazakillahu Khairan..
Redaksi salamdakwah.com
2 years ago

 

Waalaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuhu

Semoga Allah ta'ala memberikan kekuatan kepada anda untuk terus meniti jalannya Ahlussunnah wal jamaah. Kalau boleh kami menyarankan, tetaplah menjaga hubungan baik dengan orang tua anda dan bersabarlah atas respon yang mungkin kurang berkenan di hati. Laksanakanlah arahan  orang tua anda bila tidak menyelisihi syariat. Silahkan melihat jawaban sebelumnya terkait hal ini di http://www.salamdakwah.com/pertanyaan/4555-anak-dan-orang-tua

Terkait pemilihan calon pasangan hidup, pilihlah laki-laki yang bagus agamanya, bagus akhlaqnya, bertakwa kepada Allah dan cerdas. Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya," Saya seorang perempuan bercadar. Dua orang laki-laki datang meminang saya. Peminang pertama adalah laki-laki berjenggot yang sedang menempuh studi di tingkat dua semester genap fakultas ekonomi, sementara saya telah lulus sebagai sarjana ekonomi. Meskipun begitu, usianya lebih tua tiga tahun dari saya. Dia hanya memiliki satu orang saudara perempuan yang akan menikah di daerah yang jauh. 
Peminang kedua adalah seorang insinyur pertanian yang memiliki flat pribadi. Dia memenuhi kriteria yang saya cari dalam hal keagamaan, seperti tidak berjabat tangan dan ikhtilath (bergaul bebas) dengan lawan jenis, dan lain-lain. Dia sangat komitmen terhadap agamanya dan akhlaknya amat mulia. Namun dia tidak berjenggot. Keluarga saya di rumah menyerahkan semuanya kepada saya. Pilihan ini membuat saya bingung. Oleh karena itu, saya mohon Anda dapat menjelaskan pandangan Islam mengenai hal ini, dengan mempertimbangkan bahwa kedua laki-laki tersebut berkecukupan dari sisi finansial.

Mereka menjawab," Suami yang dipilih haruslah laki-laki yang saleh dalam agamanya, bertakwa kepada Allah dalam segala urusannya, paling bagus akhlaknya, dan paling sempurna kecerdasannya. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 18/47-48. Fatwa NO.13656

Untuk mendinginkan suasana silahkan sampaikan kepada orang tua anda (bila mereka tidak mau menerima alasan yang sifatnya normatif keagamaan) bahwa hasil istikhoroh anda menunjukkan bahwa laki-laki itu belum cocok bagi anda di pandangan Allah ta'ala.

PERTANYAAN TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com