SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Membantu Perusahaan Meminjam Modal ke Bank


Ikhwan (Tangerang Selatan)
4 years ago on Riba

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuhu. Bismillah. Ustadz dan pengasuh salam dakwah yang saya hormati, saya memiliki pertanyaan sehubungan dengan pekerjaan saya sekarang. Saya bekerja sebagai tenaga teknis di sebuah perusahaan yang sedang membutuhkan modal besar untuk kegiatan usahanya, saya diminta oleh perusahaan untuk melakukan studi rencana pengembangan usaha, mulai dari analisa berbagai rencana skenario usaha sampai kepada perkiraan pemasukan perusahaan. Hasil dari studi ini nantinya akan disarikan dan dimasukkan ke dalam proposal pengajuan pinjaman modal ke bank. Apakah saya tetap bisa melanjutkan pekerjaan saya ini dikarenakan saya tidak langsung berhubungan dengan bank, atau sebaliknya studi yang sedang saya kerjakan ini termasuk tolong menolong dalam keburukan?. Sekian pertanyaan saya. Terimakasih atas perhatian dan jawabannya. Jazaakumullah khair wa baarakallahu fiikum.
Redaksi salamdakwah.com
4 years ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Itu termasuk tolong menolong dalam perbuatan dosa. Apabila perusahaan di mana anda bekerja tersebut tidak didirikan untuk tujuan ribawi dan ia tidak bergerak di bidang ribawi, namun, lowongan yang tersedia hanya di bagian yang mengharuskan pegawai untuk bersentuhan langsung dengan riba seperti bendahara yang bertugas mencatat hutang perusahaan terhadap bank dan semacamnya atau menjadi penggerak untuk membantu terjadinya riba seperti model yang anda sebutkan maka tidak boleh mengambil lowongan ini dan bekerja di dalamnya.

Ada pertanyaan yang ditujukan ke syaikh Ibnu Baz (terjemahnya): saya seorang bendahara atau bagian keuangan suatu perusahaan, perusahaan tersebut terpaksa berhutang secara riba kepada Bank, dan sampai kepadaku surat Aqad hutang sebagai penetapan atas hutang perusahaan, artinya apakah aku dianggap berdosa jika aku membuat Aqad hutang tanpa mengesahkannya.

Beliau menjawab tidak boleh tolong menolong dalam transaksi riba di perusahaan tersebut karena Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melaknat pemakan , orang yang menghutangi, penulis akad dan 2 saksi riba, Rasul bersabada: “mereka sama” (hukumnya.pen) hadits riwayat Muslim.

Dan dalam Al-Qur’an disebutkan artinya: jangan kalian tolong menolong dalam dosa dan pelanggaran (Al-Maidah:2) Majmu’ fatawa Ibnu Baz juz.19 hal.190

Apabila masih ada divisi lain yang halal maka anda seharusnya meminta dipindah ke divisi tersebut. Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah pernah ditanya tentang pegawai bekerja di perusahaan yang bermuamalah dengan riba dan meminjam dari bank dengan sistem ribawi serta memberi gaji pegawai dari hutang tersebut?
Beliau menjawab," apakah pegawai ini menulis akad antara pihak perusahaan dan pihak bank?
Penanya," Tidak menulis (demikian.pent). Pegawai itu adalah saya wahai syaikh
Syaikh: Jadi, anda sekarang tidak menulis riba, tidak menjadi saksi untuk riba, tidak mengambil dan tidak memberi riba. (Bila demikian.pent) maka aku berpandangan itu tidak apa-apa selama pekerjaan anda halal (antara anda dan perusahaan). Dosa perusahaan dipikul oleh perusahaan itu sendiri bila anda tidak ke bank (mewakili perusahaan) dan anda juga tidak menandatangani muamalah dengan bank maka anda tidak terkena masalah. pertama lembaga ini tidak didirikan untuk riba dan tidak seperti bank yang kami katakan jangan menjadi pegawai di situ. Lembaga itu tidak didirikan untuk riba.
Yang kedua anda tidak bersentuhan langsung dengan riba baik itu dalam bentuk notulensi, persaksian, dan pemberian bantuan. Pekerjaan anda terpisah dari riba.
Liqo' Bab al-Maftuh kaset ke 59. Silahkan mendengar langsung rekaman suaranya di http://binothaimeen.net/content/3150

Wallahu ta'ala a'lam

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com