SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Shalat Malam Sendiri Setelah Tarawih Bersama Imam?


Ikhwan (Bandung)
4 months ago on Ibadah

Asswrwb, Saya ingin menanyakan perihal shalat Qiyamul Lail, jika saya sudah mengerjakan shalat tarawih pada suatu malam, apakah shalat qiyamul lail masih bisa dikerjakan ? Berapa jumlah rakaatnya ? Mohon disertakan hadist riwayatnya. Terima kasih
Redaksi salamdakwah.com
4 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

Ada fatwa yang menyebutkan bahwa bila seseorang ingin shalat lagi di rumahnya setelah dia shalat terawih bersama imam maka dia perlu berdiri lagi setelah imam salam pada shalat witir dan menggenapkannya dengan menambah satu rakaat lagi kemudian nanti setelah puas shalat malam di rumahnya sendiri maka dia melakukan witir lagi sendiri. Silahkan melihat rinciannya di jawaban sebelumnya di http://www.salamdakwah.com/baca-pertanyaan/bolehkan-shalat-tahajud-setelah-shalat-tarawih.html

Ada juga Ulama' yang berpandangan bahwa tidak perlu menambah rakaat ketika imam selesai salam witir. Dan setelah dia beres shalat malam di rumahnya dia tidak perlu witir lagi karena dia sudah melaksanakan witir bersama imam sedangkan Nabi shallallahu alaihi wa sallam melarang adanya dua witir dalam satu malam.  Syekh Ibn Jibrin rahimahullah ditanya dengan pertanyaan yang serupa.

Beliau menjawab: “Para makmum dianjurkan mengikuti Imam hingga selesai dari shalat Taraweh dan Witir, agar dia mendapatkan kriteria shalat bersama imam hingga selesai. Sehingga dirinya dicatat telah melakukan shalat malam, sebagaimana yang dilakukan Imam Ahmad dan para ulama lainnya."

Kesimpulannya, kalau dia shalat Witir bersama imam dan selesai bersamanya. Maka tidak perlu melaksanakan Witir di akhir malam. Kalau bangun di akhir malam, maka shalatlah sesuai ketetapan dengan cara menggenapkan (yaitu dua rakaat-dua rakaat), tidak perlu mengulang shalat Witir karena tidak ada dua Witir dalam satu malam.

Sebagian ulama lebih menganjurkan untuk menggenapkan bersama imam (yaitu menambah satu rakaat), dengan berdiri setelah imam salam, kemudian menambah shalat satu rakaat kemudian salam. Dan menjadikan witirnya sebagai akhir dari tahajudnya. Berdasarkan sabda Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam

( فَإِذَا خَشِيَ أَحَدُكُمْ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى )

“Kalau kalian khawatir (waktu) subuh (telah masuk), maka shalatlah satu rakaat sebagai shalat Witir dari  shalatnya”.

Begitu juga sabda beliau:

" اجْعَلُوا آخِرَ صَلاتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا "

“Jadikanlah akhir shalat kalian di waktu malam hari dengan shalat Witir.”

 http://cms.ibn-jebreen.com/fatwa/home/book/58

© 2017 - Www.SalamDakwah.Com