SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Ibu Suami Tidak Merestui


Akhwat (Bogor)
4 months ago on Keluarga

Assalamualaikum selamat pagi salam dakwah saya ingin bercerita saya menikah dengan suami saya ketika orang tua beliau msih lengkap ketika itu ayahnya msih hidup beberapa tahun saya menikah bpa mertua saya meninggal tepat seminggu lagi menjelang bulan ramadhan dri situ kehidupan rumah tangga saya msih sperti biasa lalu ketika hari raya lebaran tepat hari H lebaean suami saya tiba" memberikan suarat talak 3 kepada saya dri aitu saya dan kluarga pun tjdak percaya krna kita tidak pernah ada msalah dan suami saya pun dikenal menantu yg baik oleh kluarga saya stelah surat talak itu saya trima sya sudah tdak prnah bertemu suami saya itu sekitar kurang lebih 5 bulan kita berpisah kemudian sya bertemu lagi dengan suami saya itu lalu dri situ mulai terjalin lagi komunikasi dengan baik lalu dia mulai cerita knapa dia tiba" memberikan surat talak kepada saya ternyata suarat itu ditulis bkan krna keinginan dia tetapi keibginan ibunya ia disruh menyalin surat talak dan untuk diberikan kepda saya dan slama sya berpisah dengan suami saya pun sya tdak prnah mendapatkan nafkah untuk anak" saya tetapi jetika ditanyakan kepada dia ternyata setiap 2 minggu ia slalu menitipkan uang kpasa ibunya untuk anak saya tetapi tdak diberikan oleh ibu mertua saya lalu saya dan suami berniat untuk kembali rujuk tetapi saya hrua menikah dlu dengan otng lain untuk mrnghapus talak 3 dri suami sya setelah itu saya kembali rujuk dengan suami saya tetapi saya menikah kembali tanpa restu dri ibu mertua saya bagaimana hukumnya krna setau saya ibu mertua saya menyuruh suami saya untuk menceraikan saya alsannya krna suami saya diminta untuk menafkahi kluarga nya krna bpanya tlah menibggal dan sakit hati kpda ibu saya krna ibu mertua saya mempunya sangkutan hutan pda ibu saya dan saat ditanyakan msalah uang itu beliau lngsung marah dri situ ibu mértua saya tdak menyuruh suami saya menceraikan saya sekian cerita saya semoga bisa dipahami dan diberikan jawabannya terima kasih salam dakwah Wassalamualaikum wr.wb
Redaksi salamdakwah.com
3 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Apabila anda:

- tidak menyakiti mertua anda 

- tidak dikhawatirkan membahayakan diri, agama dan harta suami anda

Maka suami anda tidak boleh mentaati ibunya untuk menceraikan anda. Berikut ini surat syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah kepada suami yang disuruh oleh ibunya untuk menceraikan istrinya," Dari Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz kepada saudara yang terhormat M. `A. `A.. Semoga Allah memberi taufik kepadanya dalam segala kebaikan. Amin.


Assalamu`alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Amma ba`du.
Surat Anda tertanggal 5/2/1389 H telah sampai kepada saya. Semoga Allah memberi hidayah kepada Anda. Di dalam surat Anda tersebut dijelaskan tentang perselisihan antara ibu Anda dan ibu istri Anda yang akhirnya membuat ibu Anda meminta Anda untuk menceraikan istri Anda. Dan ibu Anda mengancam jika Anda tidak mencerai istri Anda maka dia tidak akan pernah masuk ke rumah Anda dan tidak mau menerima apapun dari Anda. Anda juga pernah menceraikan istri Anda tersebut dan menyuruhnya pergi dari rumah Anda karena desakan ibu Anda, kemudian Anda merujuknya kembali. Setelah itu perselisihan terjadi kembali dan ibu Anda kembali memberi pilihan kepada Anda. Di dalam surat Anda tersebut juga Anda bertanya tentang hukum kewajiban taat kepada ibu Anda dalam kondisi seperti ini. Semua isi surat Anda dapat dipahami.


Jika istri Anda tidak menyakiti ibu Anda, dan ibu Anda juga tidak khawatir istri Anda akan membahayakan diri, agama dan harta Anda, maka dia tidak berhak memisahkan kalian berdua. Dalam kondisi ini Anda juga tidak harus mematuhinya dalam masalah ini, berdasarkan sabda Nabi shallallahu `alaihi wa sallam, "Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan orang lain." Dan berdasarkan sabda beliau shallallahu `alaihi wa sallam, "Sesungguhnya kepatuhan itu hanya dalam hal-hal kebajikan." Bukanlah suatu kebajikan menceraikan istri Anda tanpa adanya kesalahan darinya terhadap ibu Anda, juga bukan karena agamanya yang tidak baik. Sebaiknya Anda menyampaikan fatwa ini kepada ibu Anda dan menjelaskan kepadanya tentang hukum syariat dalam masalah ini, semoga dia meninggalkan pendapatnya dan mengizinkan Anda untuk tetap mempertahankan istri Anda dan menerimanya kembali ke rumah Anda. Secara umum, Anda wajib berusaha dengan sungguh-sungguh untuk berbakti kepada ibu Anda dan membuatnya rida sesuai dengan kemampuan Anda selain menceraikan istri Anda. Adapun menceraikan istri Anda, dalam kondisi ini Anda tidak wajib mematuhi ibu Anda. Dan hendaknya Anda banyak memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar memberi petunjuk kepada ibu Anda dan melapangkan dadanya untuk bersikap lunak kepada Anda dan istri Anda. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan barangsiapa bertakwa maka Allah akan menjadikan jalan keluar baginya. Oleh karena itu Anda harus bertakwa kepada Allah dan bersungguh-sungguh dalam taat kepada-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Setelah itu Anda akan mendapatkan berita gembira berupa kelapangan dan kemudahan serta kesudahan yang baik. Semoga Allah menjadikan kesudahan kami dan Anda menjadi kesudahan yang baik. Dan semoga Dia memudahkan urusan kami dan Anda serta melapangkan dada ibu Anda untuk kebaikan kalian semua. Sesungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Maha Mulia. Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Majmu' Fatawa Ibnu Baz 21/288-289

Nasehat kami diantaranya adalah anda dan suami seharusnya banyak-banyak mendatangi majlis ilmu dan banyak berkomunikasi dengan orang yang anda lihat memiliki kapasitas ilmu agama yang mumpuni sebelum melakukan tindakan yang krusial.

Cobalah perbaiki hubungan anda dan mertua serta hubungan orang tua anda dan mertua anda sehingga anda bisa dapat restu dari mertua anda. Terkait hutang maka itu dibicarakan dengan cara yang paling baik sehingga mertua anda tidak merasa tersinggung.

Apabila ibu mertua anda tetap tidak merestui maka pernikahan anda dengan suami tetap sah. Yang perlu dilakukan adalah menghadapi kerasnya sikap ibu mertua anda dengan kelembutan, baik itu oleh anda maupun suami. Semoga dengan doa dan kelembutan serta usaha maksimal lainnya ibu mertua anda jadi luluh hatinya.

Wallahu ta'ala a'lam 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2017 - Www.SalamDakwah.Com