SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

BERENANG DI KOLAM RENANG KHUSUS WANITA


Akhwat (Jakarta)
4 months ago on Fiqih

Assalamualaiakum ustadz, apakah wanita tetap diharuskan memakai hijab jika berenang di kolam renang khusus wanita, dimana kolom renang khusus wanita ada yg muslim dan non muslimnya? Jazakallah khoir
Redaksi salamdakwah.com
4 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Sebenarnya sikap dalam menutup aurat di hadapan wanita non muslim sama dengan sikap dalam menutup aurat di hadapan wanita muslimah. Berikut ini terjemah dari tanya jawab dengan komite tetap untuk fatwa di Arab Saudi, mereka ditanya," Apakah wajib berhijab di depan wanita non muslim ataukah dia dipergauli sebagaimana bergaul dengan wanita muslimah?

Mereka menjawab ," Ada dua pendapat di kalangan ahli ilmu. Dan pendapat yang menyatakan tidak wajib berhijab itu lebih kuat, karena itu (berhijab di depan wanita kafir.pent) tidak pernah diriwayatkan dari istri-istri Nabi shallallahu alaihi wa sallam, dan juga tidak ada riwayat dari selain mereka (yakni shahabiyat) yang menyatakan begitu ketika mereka berkumpul dengan wanita Yahudi di Madinah dan wanita penyembah berhala.

Seandainya itu terjadi niscaya akan ada riwayat yang menceritakan, sebagaimana telah diceritakan peristiwa yang lebih kecil dan jarang terjadi (pertemuan istri Nabi shallallahu alaihi wa sallam dengan wanita non muslim sering tapi gak ada riwayat mereka berhijab di depan wanita non-muslim .pent) Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 17/286-287 

Namun ada masalah lain dalam kolam renang khusus wanita, diantaranya:

- apakah wanita muslimah itu juga menutup auratnya kala berada di kolam renang 

- apakah para wanita di kolam renang itu tidak menampakkan lekak-lekuk badan

- apakah dipastikan aman dari orang jahil yang merekam apa yang terjadi di kolam renang khusus wanita itu kemudian menyebarkannya.

- apakah aman dari penglihatan laki-laki

Bila masalah itu tidak teratasi maka seharusnya seorang muslimah tidak mengunjungi tempat tersebut.

Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya,"Saya beritahukan bahwa saya adalah salah seorang insiyur di Sekretariat Kota Suci Makkah dan bekerja di bagian perizinan bangunan. Salah seorang karyawan mengajukan kepada kami izin proyek pusat kesehatan untuk terapi alami, yang terdiri dari dua divisi: divisi khusus pria dan divisi khusus wanita. Setelah melihat denah dan rancangan khusus proyek, kami perhatikan ada kolam renang di divisi khusus wanita dengan ukuran besar. Kami sampaikan kepada pengembang proyek bahwa pembangunan kolam renang wanita tidak diperkenankan; karea aktifitas renang mengharuskan wanita melepas bajunya untuk kemudian mengenakan pakaian ketat, yang walaupun tidak menyingkap aurat wanita, namun telah memperlihatkan lekukan tubuhnya. Sebagaimana dimaklumi bahwa aurat wanita tidak boleh dibuka sekalipun di hadapan wanita lainnya. Kami juga memberi pemahaman kepada pengembang proyek bahwa termasuk bab menutup celah kejahatan (saddu adz-dzari`ah) dan menghilangkan kemafsadatan (dar'u al-mafasid) adalah dengan tidak membangun kolam renang ini; karena kemungkinan besar, terutama di zaman sekarang, ada di antara para karyawan yang tidak takut kepada Allah -sekalipun itu wanita- mengambil gambar wanita secara diam-diam, baik dengan kamera foto maupun kamera video yang telah banyak beredar dewasa ini. Dan ini berpotensi menimbulkan fitnah besar; menjadikan pusat kesehatan ini berubah dari pusat terapi menjadi pusat dekadensi dan fitnah. Sebagaimana diketahui bahwa sesuatu yang mengantarkan kepada hal haram itu hukumnya haram juga.


Setelah kami memberikan pemahaman kepada pengembang proyek tentang hal tersebut, ternyata dia meminta dalil syar`i atau fatwa dari Anda yang mulia yang memfatwakan pembatalan pembangunan kolam renang khusus wanita. Oleh karena itu, saya berharap kepada Allah kemudian kepada Anda untuk menjelaskan hukum syar`i mengenai hal ini. Sebagai informasi bahwa proyek ini masih dalam tahap perencanaan dan belum masuk tahap pelaksanaan. Semoga Allah membalas Anda dengan sebaik-baiknya.

Mereka menjawab: Tidak boleh membangun kolam renang khusus wanita di pusat kesehatan tersebut; karena prinsip menghilangkan mafsadat harus lebih dikedepankan daripada prinsip menarik kemaslahatan.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Abdullah bin Ghadyan selaku Anggota    
Abdurrazzaq `Afifi selaku Wakil Ketua    
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku Ketua
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 26/343 Fatwa Nomor13667

© 2017 - Www.SalamDakwah.Com