SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Haruskah Mengangkat Tangan Ketika Berdoa ?


Akhwat (Bekasi)
3 years ago on Fiqih

Bissmillah, assallamualaykum...ustad, ketika kita ingin berdoa apakah diharuskan mengangkat tangan ?
Redaksi salamdakwah.com
3 years ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Mengangkat tangan kala berdoa disunnahkan dan itu merupakan sarana supaya dikabulkan namun ini tidaklah setiap waktu. Syaikh Ibnu Baz pernah ditanya,"Apakah Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam pada waktu itu selalu mengangkat kedua tangan saat berdoa?"

Jawaban: Kala itu Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam hanya mengangkat kedua tangan pada situasi-situasi tertentu dan saat terjadi hal-hal yang sifatnya insidental. Sebaliknya, ada saat-saat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tidak mengangkat kedua tangan saat berdoa. Dalam sebuah hadis sahih diriwayatkan bahwa ia mengangkat tangan saat meminta hujan (istisqa'). Ketika meminta hujan untuk kaum muslimin dalam khotbah Jumat, ia mengangkat kedua tangan. Begitu juga ketika ia pergi ke gurun dan mengerjakan salat dua rakaat, menyampaikan khotbah kepada orang-orang, dan berdoa, ia mengangkat kedua tangannya. Begitu juga saat berdoa untuk seseorang, ia mengangkat kedua tangannya. Hal ini diriwayatkan secara sahih dalam hadis-hadis. Mengangkat kedua tangan saat berdoa termasuk hal yang disunahkan dan penyebab diterimanya doa. Di antaranya adalah hadis yang terdapat dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu (semoga Allah meridainya) dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, bahwasannya ia bersabda,

إن الله طيب ولا يقبل إلا طيبا، وإن الله أمر المؤمنين بما أمر به المرسلين فقال تعالى: وقال سبحانه:«ثم ذكر الرجل يطيل السفر أشعث أغبر يمد يديه إلى السماء يا رب يا رب ومطعمه حرام ومشربه حرام وملبسه حرام وغذي بالحرام فأنى يستجاب لذلك 

"Sesungguhnya Allah itu baik dan hanya akan menerima sesuatu yang baik pula. Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin apa yang Dia perintahkan kepada para rasul." Allah Ta'ala berfirman, Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah Allah Subhanahu wa Ta`ala juga berfirman, Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh Nabi kemudian menceritakan kisah seorang lelaki yang telah lama berjalan. Saking jauhnya jarak yang ditempuh, rambutnya menjadi kusut dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdoa, "Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku," padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dia diberi makan dengan makanan yang haram. Bagaimana Allah akan mengabulkan doanya?"


Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menyebutkan bahwa di antara penyebab dikabulkannya doa adalah mengangkat kedua tangan ke langit. Namun, ketika orang yang berdoa bergelut dengan hal-hal yang diharamkan, Rasulullah menutup kemungkinan doanya akan diterima karena orang itu mengonsumsi barang-barang yang diharamkan. Dari sini diketahui bahwa mengangkat kedua tangan termasuk salah satu penyebab diterimanya doa.
Dalam hadis lain Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda,"

إن ربكم تبارك وتعالى حيي كريم يستحي من عبده إذا رفع يديه إليه أن يردهما صفرا

Sesungguhnya Rabb kalian Tabaraka wa Ta’ala adalah Yang Maha Pemalu dan Maha Pemurah. Dia merasa malu terhadap hamba-Nya apabila ia mengangkat kedua tangannya berdoa kepada-Nya lalu kembali dengan tangan hampa,"

Yakni dalam keadaan kosong. Hal ini menunjukkan disyariatkannya mengangkat kedua tangan saat berdoa dan ia termasuk salah satu penyebab diterimanya doa. Namun, dalam hadis lain juga diriwayatkan bahwa Rasulullah tidak mengangkat kedua tangan saat berdoa, misalnya saat ia berdoa di antara dua sujud dan berdoa di akhir salat sebelum salam. Begitu juga doa setelah salat wajib lima waktu (Zuhur, Asar, Magrib, Isyak, Subuh). Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tidak pernah mengangkat kedua tangan saat berdoa setelah salat lima waktu. Oleh karena itu, dalam doa-doa ini disunahkan untuk tidak mengangkat kedua tangan. Bahkan, mengangkat kedua tangan saat memanjatkan doa-doa ini termasuk bidah karena tidak ada riwayat sahih yang menyebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan para sahabatnya Radhiyallahu 'Anhum pernah melakukan hal itu. Sebagaimana diketahui bahwa tidak ada kebaikan yang tidak ditunjukkan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam kepada umatnya dan tidak ada keburukan yang tidak diperingatkan olehnya `Alaihi ash-Shalatu Wassalam.

Namun, jika seseorang memanjatkan doa kunut saat terjadi bencana, dia disyariatkan untuk mengangkat kedua tangan setelah rukuk pada rakaat terakhir karena sesungguhnya Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam melakukan hal itu saat mendoakan suku-suku yang memusuhi kaum muslimin. Selain itu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam juga pernah berdoa buruk - setelah rukuk rakaat terakhir - untuk orang-orang kafir Quraisy, sebelum Fathu Makkah (pembebasan kota Mekah). Selain itu, Rasulullah juga mengangkat kedua tangan dalam kunut witir. Wallahu Waliyyut Taufiq (hanya Allah yang dapat memberikan pertolongan).

Majmu' Fatawa Ibnu Baz 9/292- 293
           

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com