SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Cairan putih setelah kencing. Apakah puasa batal


Ikhwan (Surabaya)
2 years ago on Fiqih

Assalamu'alaikum ustadz. Ketika saya kencing, yang keluar terakhir kali berupa cairan putih tebal dan jika terkena kulit terasa lengket. Apa itu air mani? Padahal sebelumnya saya tidak sedang melakukan masturbasi dan tidak memikirkan hal-hal negatif. Apakah itu membatalkan puasa? Wassalamu'alaikum wr.wb
Redaksi salamdakwah.com
2 years ago

Waalaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuhu

Perbedaan antara Mani, Madzi dan Wadi

Mani adalah cairan yang kental dan memiliki bau khas (ulama' ada yang mengatakan bahwa baunya mirip dengan mayang kurma), cairan itu keluar dengan memancar ketika seseorang sangat bersyahwat. Cairan ini mengharuskan Mandi besar

Madzi adalah cairan kental , warnanya putih bening, Baunya berbeda dengan bau mani, keluarnya tidak memancar dan ia keluar ketika foreplay, teringat jima', menginginkannya atau saat melihat (hal-hal yang membangkitkan syahwat.pent), ia keluar di awal mula bersyahwat. Cairan ini dihukumi Najis dan membatalkan wudhu,

Wadi adalah titik-titik putih yang keluar setelah kencing dan dihukumi seperti hukum air kencing, kekentalannya seperti air mani tapi warna keruhnya tidak sama, wadi tidak berbau, Cairan ini dihukumi Najis dan membatalkan wudhu.

Lih. Majmu' Fatawa Ibnu Baz 10/178, Majmu' Fatawa wa Rasail al-Utsaimin 11/222, Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 5/420
 
Bila anda tidak onani sebelumnya dan tidak berpikiran  sesuatu yang membangkitkan syahwat maka kemungkinan besar itu adalah wadi. Hukum wadi adalah najis. Namun itu tidak membatalkan puasa.
 
Wallahu ta'ala a'lam
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com