SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Apakah pemberian cincin dari ikhwan kepada akhwat pada saat khitbah diharamkan?


Akhwat (Bandung)
2 years ago on Fiqih

Assalamua'laikum warohmatullohi wabarokaatuh. ustadz yang dimulyakan oleh Alloh, saya mau bertanya terkait pemberian cincin dari pihak ikhwan kepada akhwat pada saat khitbah hukumnya bagaimana? disebabkan zaman sekarang sudah banyak kebiasaan masyarakat yang sudah dianggap lazim, jadi anjuran syar'i sering tidak menjadi acuan utama. jika tidak ada kesepahaman antara orang tua dengan anak (yang dikhitbah atau mengkhitbah) terkait proses khitbah yang sesuai syar'i maka apa yang harus dilakukan? apakah boleh memberi cincin dengan niat menghindari konflik antara semua pihak, bukan untuk ikut ikutan kebiasaan orang kafir?
Redaksi salamdakwah.com
2 years ago

Waalaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuhu

Apabila dzat prosesi pemberian cincin ini diyakini memberikan efek tambahnya rasa cinta yang mengeratkan hubungan calon pengantin maka ini menyelisihi syariat. Apabila kedua calon mempelai tidak meyakini demikian namun prosesi ini diyakini oleh keluarga salah satu atau keduanya maka tentu ini bermasalah.

Apabila semua pihak tidak meyakini demikian maka perlu ditanyakan kenapa harus hadiah yang berupa cincin. Bila dikatakan bahwa tidak ada keyakinan tertentu dan sudah menjadi keumuman masyarakat maka kami pribadi tetap tidak menyarankannya karena unsur tasyabbuh masih begitu nampak atau unsur keyakinan tertentu pada prosesi atau pada cincin itu sendiri bila salah satu pihak tidak mau bila diganti dengan hadiah lain. Cobalah ditelusuri kembali apakah ini adat orang-orang Indonesia sejak zaman dahulu ataukah ini adat orang non muslim yang diimpor dari luar Islam.

Syeikh Ibnu Utsaimin –rahimahullah-berkata dalam masalah ini:

“Diblah itu adalah cincin pertunangan, sebuah cincin sebenarnya hukum asalnya adalah mubah namun sebagian orang meyakini bahwa pertukaran cincin itu akan menjadikan eratnya hubungan kedua calon mempelai dengan menuliskan nama masing-masing pada cincin pasangannya, jika demikian maka pertukaran cincin haram hukumnya; karena berkaitan dengan sesuatu yang tidak ada dasarnya menurut syari’at maupun menurut akal sehat . Demikian juga pemakaian cincin tersebut tidak boleh dilakukan sendiri oleh peminang laki-laki, karena tunangannya belum sah menjadi istrinya, dia masih sebagai orang asing (bukan mahram) sampai akad nikah dilaksanakan”. (Fatawa Jami’ah lil Mar’ah al Muslimah: 3/914).

Cobalah mengusulkan penggantian hadiah selain cincin dan bisa juga dengan yang lebih berharga dari cincin itu. Semoga Allah ta'ala mudahkan kaum muslimin untuk bangga dengan ajaran Islam yang telah sempurna dan tidak perlu ditambah tambahi.

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com