SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Tidak Melaksanakan Puasa Karena Pekerjaan Berat


Akhwat (Subang)
3 years ago on Fiqih

Assalamualaikum wr wb ustadz kakak saya bertanya pada saya katanya dia tidak bisa melaksanakan puasa Ramadhan karena dia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya, dan juga disana itu dilarang melaksanakan puasa. Mungkin takut tidak mampu melaksanakan puasa karena pekerjaannya berat. Ustadz kakak saya itu seorang pelaut dan Bulan Ramadhan sekarang dia sedang berada di laut dan mungkin akan kembali ke darat setelah idul Fitri. Pertanyaannya, bagaimana jika tidak melaksanakan puasa Ramadhan karena pekerjaan?? Dan apa yang harus di lakukan?? Minta solusinya ustadz Wassalamualaikum wr wb
Redaksi salamdakwah.com
3 years ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Berikut ini fatwa Ulama' dalam masalah ini:

Dari Abdullah bin Muhammad bin Humaid dan Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz kepada Kepala Staf Dewan Menteri. Semoga Allah Ta'ala menjaganya, amin.

Assalamu`alaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh, wa ba'du:
Surat Anda bernomor 18523 tanggal 24/11/1396 H beserta rekomendasi dari Pertemuan Kesepuluh al-Fikr al-Islami di Aljazair telah diterima. Anda meminta kami mengkaji fatwa yang menjadi rekomendasi terkait keringanan berbuka puasa di bulan Ramadhan yang diberikan syariat untuk para pekerja di tempat-tempat perakitan besi dan baja.


Kami beritahukan kepada Anda bahwa pada dasarnya puasa Ramadan, berniat puasa dari malam sebelum terbit fajar, dan menahan atau berpuasa esok harinya adalah wajib bagi seluruh mukalaf dari kaum Muslimin kecuali bagi mereka yang diberikan rukhsah (keringanan) oleh syariat untuk tidak berpuasa, yaitu orang-orang yang sakit, para musafir, dan orang yang sama dengan mereka. Sementara itu, para pekerja berat masih termasuk mukalaf (yang dibebani syariat) dan tidak sama dengan orang-orang yang sakit dan para musafir. Oleh karena itu, mereka tetap wajib berniat dari malam sebelum terbit fajar untuk berpuasa Ramadan dan berpuasa di pagi harinya. Siapa pun dari mereka yang terpaksa untuk membatalkan puasa di siang hari boleh berbuka sebatas keterpaksaannya kemudian melanjutkan puasanya dan mengkada puasanya tersebut pada waktu yang tepat. Namun, pekerja yang tidak mengalami keterpaksaan atau darurat wajib meneruskan puasanya. Inilah yang dikehendaki oleh dalil-dalil syariat dari Al-Qur'an, hadis, dan perkataan para ulama peneliti seluruh mazhab. Para waliyul amr (pemimpin/penanggung jawab) kaum Muslimin, tempat para pekerja berat yang ditanyakan tersebut berada, wajib mempertimbangkan perkara mereka ketika Ramadan tiba sehingga tidak membebani mereka (para pekerja berat) pekerjaan yang memaksa mereka berbuka puasa di siang hari Ramadan dengan mengubah jadwal kerja mereka menjadi malam hari atau membagi jam kerja di siang hari di antara para pekerja secara rata sehingga mereka dapat menyesuaikan antara kerja dan puasa.

Adapun fatwa dimaksud merupakan perkara pribadi yang diberi fatwa oleh mereka dengan ijtihadnya. Hanya saja, mereka tidak menyebutkan batasan-batasan yang telah kami sebutkan dan yang telah ditetapkan oleh ulama peneliti di setiap mazhab. Kita memohon kepada Allah agar memberikan taufik kepada semuanya untuk melakukan segala kebaikan.

Wassalamu`alaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh.

Fatwa ini ditandatangani oleh
Ketua Majelis Hakim Tertinggi dan Ketua Umum Pengawasan Agama Masjid Haram

Abdullah bin Muhammad bin Humaid

Ketua Umum Lembaga Riset Ilmiah, Fatwa, Dakwah, dan Bimbingan Agama

Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

 

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com