SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

waktu shalat setelah melahirkan


Akhwat (jawa tengah)
1 week ago on Ibadah

Assalamualaikum ustads.. Saya mw tanya...bgini ustad saya melahirkan blan dsember dan waktu nifas saya hanya 14hari setelah itu sampai skrang blm pernah mengerjakan shlat kembli karna di sekeliling saya bilang blm boleh shalat sbelum datang na haid sedang kan sampai skrg blm haid..tlng jelaskan saya bgung
Redaksi salamdakwah.com
1 week ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Apabila seorang wanita mengetahui dengan pasti bahwa dia telah suci dari nifas maka dia wajib mandi kemudian shalat dan melaksanakan kewajiban lainnya yang selama ini terhalang oleh nifas itu meski suci dari nifasnya ini sebelum 40 hari dari masa melahirkan dan meski belum terkena haid lagi. Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya," Jika darah nifas berhenti sebelum 40 hari, maka apakah boleh bagi seorang wanita untuk mandi dan melaksanakan salat meskipun dia kembali haid lagi sebelum 40 hari?

Mereka menjawab: Segala puji hanyalah bagi Allah. Salawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah, para keluarga dan sahabat beliau. Amma ba’du.
Jika wanita yang nifas merasa dirinya telah suci sebelum genap 40 hari maka dia boleh mandi dan melaksanakan salat, puasa, dan suaminya boleh menggaulinya. Jika darah itu terus keluar setelah 40 hari maka dirinya dianggap suci karena hari keempat puluh merupakan akhir masa nifas menurut pendapat paling benar dari dua pendapat ulama. Darah yang keluar setelah 40 hari dianggap sebagai darah rusak yang memiliki hukum sama dengan darah istihadhah. Kecuali jika darah itu datang bersamaan dengan waktu haidnya maka darah itu dianggap sebagai darah haid sehingga dia harus meninggalkan salat dan puasa serta haram digauli oleh suaminya.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Abdullah bin Qu'ud selaku Anggota   

Abdullah bin Ghadyan selaku  Anggota       

Abdurrazzaq `Afifi  selaku Wakil Ketua  

Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazselaku Ketua

Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 5/458  Pertanyaan Keempat dari Fatwa Nomor 4514

Tanda suci dari nifas adalah berhentinya keluar darah kemudian munculnya lendir putih atau keringnya tempat keluar darah setelah diperiksa dengan kapas

Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya," Apakah yang dimaksud dengan lendir warna putih yang terjadi pada wanita dan apa hukumnya?"


Mereka menjawab: Ulama berbeda pendapat dalam menafsirkan lendir warna putih yang disebutkan dalam perkataan Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu 'anha: (Jangan tergesa-gesa sampai kalian melihat lendir warna putih) yang beliau maksud adalah: suci dari haid. Perbedaan mereka terbagi menjadi dua pendapat:
Pertama: Lendir warna putih adalah cairan putih yang keluar dari (kemaluan) wanita pada masa akhir haid sebagai tanda bahwa dia telah suci.

Kedua: Seorang wanita memasukkan kapas atau kain pada kemaluannya, dan kapas tersebut tetap berwarna putih tidak ada darah, cairan kuning atau keruh sebagai tanda bahwa dia telah suci, dan itulah yang disebut dengan "jafaf " (kering).
Kesimpulannya, bahwa seorang wanita suci dari haid bisa diketahui dengan dua hal di atas. Jika dia melihat cairan warna putih yang keluar pada masa akhir haid maka ia telah suci. Atau kemaluannya kering, yaitu jika dia memasukkan kapas atau yang sejenisnya, kapas tersebut tetap berwarna putih, maka ia telah suci.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Bakar Abu Zaid selaku Anggota          
Shalih al-Fawzan  selaku Anggota        

Abdullah bin Ghadyan selaku Anggota

Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz  selaku Ketua

Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 4/ 212 Pertanyaan keempat dari fatwa nomor20961

PERTANYAAN TERKAIT

© 2017 - Www.SalamDakwah.Com