SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Mohon penjelasan dan masukan dari ustadz


Ikhwan (Banjarmasin)
2 years ago on Keluarga

Assallamuallaikum ustadz.. Jadi gnih ustadz.. saya ini pcrn sdh mau 4 thn tpi saya melakukan hubungan intim dan blm nikah tpi smua kluarga dari pihak wanita jg sdh tau.. Tpi saya sdh tobat ustad dan tidak pernh melakukan lg.. tapi saya mengetahui pcr saya ini melakukan dgn yg lain ustad.. tpi ketika di tnya di dpn org tua nya dia mnjwb tidak intim dgn yg lain slaim dgn saya dan hnya zina batas bibir.. dia bersumpah mati alquran dan mau sumpah di mesjid hnya dgn saya intim nya.. Nah pertnyaan saya apakah saya harus tetap tanggung jwb ustadz atau meninggalkan nya? Dia sdh 2 kali ktahuan ustadz.. Apa yg harus saya perbuat ustadz? Saya delima dgn janji saya yg tanggung jwb tpi dia mmbls tidak setia dan tidak mnjaga, apakah harus tetap lanjut saya sm dia ygbudh gk setia dan gk pnya komitmen ustadz? Mohon beri pnjlsan nya ustadz.. Wassallam....
Redaksi salamdakwah.com
2 years ago

 

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Bersegeralah untuk berhenti dari pacaran karena itu hukumnya haram. Silahkan melihat jawaban kami sebelumnya terkait pacaran di http://www.salamdakwah.com/baca-pertanyaan/pacaran-1.html


Meski anda pernah melakukan perbuatan keji itu namun bila anda bertaubat dengan sungguh-sungguh maka insyaAllah Allah ta'ala mengampuni. Perlu diketahui bahwa seseorang yang telah berzina dengan lawan jenis kemudian ia bertaubat dari perbuatan keji itu maka telah terangkatlah sifat zina dari dirinya. Syaikh Utsaimin pernah ditanya: Apa makna ayat mulia (An-Nur:3)


الزَّانِي لا يَنْكِحُ إلا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لا يَنْكِحُهَا إِلا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ

 
Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin.

 
Dan apakah keimanan terangkat dri diri seseorang serta ia menuju kemusyrikan bila ia melakukan dosa ini?


Beliau menjawab: Apabila kita membaca ayat ini (yang ditutup oleh Allah dengan: dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin) kita bisa mengambil sebuah hukum, yaitu haramnya menikahi pezina wanita dan haramnya menikahi pezina laki-laki. Maksudnya seseorang tidak boleh menikahi pezina wanita dan seorang laki-laki tidak boleh menikahkan putrinya dengan pezina laki-laki...Akan tetapi hukum ini hilang dengan taubat. Apabila seorang pezina laki-laki atau perempuan bertaubat dari zinanya maka akan hilanglah darinya pensifatan tersebut darinya, yakni pensifatan sebagai seorang pezina.. Apabila pezina laki-laki telah bertaubat dari perbuatan zinanya atau pezina wanita dari perbuatan zinanya maka boleh menikahinya. Fatawa Islamiah syaikh Utsaimin 3/246-247

Perlu diketahui bahwa anda tidak boleh menuduh seorang wanita berzina kecuali anda juga membawa 4 orang saksi yang melihat secara jelas peristiwa itu dan langsung melihat. Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin menerangkan,"

Hukum asalnya seseorang yang menuduh orang lain berzina dikatakan kepadanya," datangkan bukti, bila tidak ada bukti maka kami akan mencambukmu 80 kali" mengingat kehormatan diri itu harus dihormati.

 
Apabila seseorang berkata kepada orang lain," Engkau adalah pezina atau wahai pezina atau yang semisalnya." maka kita katakan kepadanya: Datangkan bukti, bila tidak maka kami anda dicambuk 80 kali di punggung. Apabila dia katakan," aku melihatnya berzina dengan kedua mata saya."

Kita katakan kepadanya," Apabila engkau tidak membawa bukti maka engkau adalah berdusta di sisi Allah. Oleh karena itu Allah berfirman di surat an-Nur ayat 13,"


 {فَإِذْ لَمْ يَأْتُوا بِالشُّهَدَاءِ فَأُولَئِكَ عِنْدَ اللَّهِ هُمُ الْكَاذِبُونَ}

 

Oleh karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka itulah  orang-orang yang dusta di sisi Allah


Tidak di katakan pada faktanya, namun di sisi Allah yakni di hukum Allah dan di syariat Nya ia adalah pendusta, meskipun di faktanya dia jujur. Majmu' Fatawa wa Rasail al-Utsaimin 13/284

Apabila anda sudah melihat sendiri dia berzina namun anda tidak memiliki saksi anda tidak boleh berkoar-koar terkait hal itu namun anda bisa menjadikan ini petimbangan untuk keputusan apakah menikah dengannya atau tidak mengingat apabila seseorang sudah bertaubat dari zina maka dia tidak boleh menikah dengan lawan jenis yang masih belum bertaubat. Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya: Seorang pria hidup bersama seorang wanita tanpa ikatan pernikahan (kumpul kebo) dan memiliki banyak anak. Setelah itu, laki-laki tersebut menikahi dua orang wanita secara syar'i dan keduanya pun melahirkan banyak anak. Kemudian, laki-laki itu ingin mengusir wanita yang pertama dari rumah, tetapi anak-anaknya melarang. Bagaimana hukum atas permasalahan ini?


Mereka menjawab: "kumpul kebo" merupakan perbuatan zina yang diharamkan menurut Alquran, Sunah, dan ijmak umat Islam. Kedua pasangan zina itu harus berpisah, bertobat kepada Allah, dan meminta ampun kepada-Nya. Apabila keduanya sudah bertobat dengan sungguh-sungguh lalu menikah secara syar'i, maka tidak ada lagi yang dipersoalkan...Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 22/24-25 Pertanyaan Kelima dari Fatwa Nomor:6575


Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa juga pernah ditanya: Apabila seorang laki-laki berzina dengan seorang wanita kemudian ia menikahinya. Setelah 4 bulan laki-laki itu bertaubat kepada Allah ta'ala. Apakah akad nikahnya sah?


Mereka menjawab: Tidak boleh menikahi pezina wanita dan tidak sah menikahinya sampai dia bertaubat dan masa iddahnya telah berlalu. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 18/383-384. Pertanyaan ke 3 dari fatwa no 17776

Apabila anda melihat secara langsung maka

Namun perlu diketahui bahwa anda tidak boleh menuduh seorang wanita berzina kecuali anda juga membawa 4 orang saksi yang melihat secara jelas peristiwa itu dan langsung melihat. Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin menerangkan,"

Hukum asalnya seseorang yang menuduh orang lain berzina dikatakan kepadanya," datangkan bukti, bila tidak ada bukti maka kami akan mencambukmu 80 kali" mengingat kehormatan diri itu harus dihormati.  
Apabila seseorang berkata kepada orang lain," Engkau adalah pezina atau wahai pezina atau yang semisalnya." maka kita katakan kepadanya: Datangkan bukti, bila tidak maka kami anda dicambuk 80 kali di punggung. Apabila dia katakan," aku melihatnya berzina dengan kedua mata saya."
Kita katakan kepadanya," Apabila engkau tidak membawa bukti maka engkau adalah berdusta di sisi Allah. Oleh karena itu Allah berfirman di surat an-Nur ayat 13,"


 {فَإِذْ لَمْ يَأْتُوا بِالشُّهَدَاءِ فَأُولَئِكَ عِنْدَ اللَّهِ هُمُ الْكَاذِبُونَ}

 

 Oleh karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka itulah  orang-orang yang dusta di sisi Allah


Tidak di katakan pada faktanya, namun di sisi Allah yakni di hukum Allah dan di syariat Nya ia adalah pendusta, meskipun di faktanya dia jujur. Majmu' Fatawa wa Rasail al-Utsaimin 13/284

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com