SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

resign jabatan


Ikhwan (sidoarjo)
3 years ago on Fiqih

Assalamu'alaikum ustadz... Ana mw tanya.. Ana skrg bekerja di.suatu institusi kesehatan di suatu RS, dan ana mjdi kepala/pimpinan di suatu unit RS tsb... Smenjak kenal Sunnah, ana jdi merasa berat dan terbebani mjd pimpinan, krn konsekuensi nya memang berat di akhirat nanti, apalagi ana juGa merasa saat ini ana tdk sanggup mjd pimpinan tsb dan tidak bisa disebut pimpinan yg adil dan bijak... Ana takut jika bawahan ana ad yg.merasa t'dzalimi... Pertanyaan : Jika ana berpikiran utk resign dri jabatan tsb, dan mjd pegawai biasa saja,, Apakah bisa dibilang ana lari dri tanggungjawab?? Dan mohon nasihat nya, krna ana semakin tidak nyaman dgn kondisi ini ustadz... Jazakallahu khairan..
Redaksi salamdakwah.com
3 years ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Apabila setelah dijalani anda merasa bahwa anda tidak mampu memikul beban amanah itu maka anda boleh mengajukan pengunduran diri dari jabatan tersebut. Ini dilakukan demi menyelamatkan diri anda dari adzab. Mengingat tidak semua orang layak untuk memikul beban amanah kepemimpinan.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah menerangkan betapa besarnya urusan kepemimpinan ini, beliau bersabda,"

 مَا مِنْ رَجُلٍ يَلِي أَمْرَ عَشَرَةٍ فَمَا فَوْقَ ذَلِكَ إِلَّا أَتَى اللهَ مَغْلُولًا، يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَدُهُ إِلَى عُنُقِهِ فَكَّهُ بِرُّهُ أَوْ أَوْبَقَهُ إِثْمُهُ أَوَّلُهَا مَلَامَةٌ، وَأَوْسَطُهَا نَدَامَةٌ وَآخِرُهَا خِزْيٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Tidak ada laki-laki yang memimpin urusan 10 orang atau lebih kecuali dia akan datang kepada Allah pada hari kiamat dalam keadaan tangannya terbelenggu ke leher. Lepasnya itu dengan kebaikan dia (termasuk keadilannya). Hancurnya dia dikarenaka dosanya (kedholiman dan kemaksiatan yang ia perbuat). Kekuasaan itu awalnya adalah celaan, pertengahannya adalah penyesalan dan akhirnya adalah kehinaan pada hari kiamat. HR. Ahmad 36/635 no.22300

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sendiri telah mengingatkan salah seorang sahabat nya tentang karakter dirinya yang tidak cocok memikul amanah kepemimpinan


يَا أَبَا ذَرٍّ، إِنَّكَ ضَعِيفٌ، وَإِنَّهَا أَمَانَةُ، وَإِنَّهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِزْيٌ وَنَدَامَةٌ، إِلَّا مَنْ أَخَذَهَا بِحَقِّهَا، وَأَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ فِيهَا


Wahai Abu Dzar, sesungguhnya engkau adalah orang yang lemah. Sesungguhnya jabatan itu adalah amanat dan sungguhnya nanti pada hari kiamat akan menjadi kehinaan dan penyesalan kecuali yang meraihnya dengan cara yang benar dan menunaikannya kepada yang berhak  [HR Muslim no.1825]

Berikut ini petikan keterangan Imam an-Nawawi terkait hadits di atas," Hadits ini adalah pokok yang agung terkait menjauhi kepemimpinan terlebih bagi orang yang lemah dalam melaksanakan tugas sebagai pemimpin." Syarh an-Nawawi Ala Muslim 12/210

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com