SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Tugas menggambar makhluk hidup


Akhwat
2 years ago on Aqidah

Asalamualaikum wr. wb Ustadz saya mendapatkan tugas dari guru saya untuk menggambar ekosistem laut.. Nah kan pasti di ekosistem laut itu ada hewannya, dan hewan kan termasuk makhluk hidup. sedangkan kita dilarang menggambar makhluk hidup.. Pertanyaannya apakah boleh mengerjakan tugas tersebut?? Mohon bantuannya ustadz
Redaksi salamdakwah.com
2 years ago

 

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Menggambar makhluq yang memiliki roh dengan tangan adalah termasuk dosa besar. Banyak riwayat yang melarang itu, diantaranya:


حديث ابن عمر رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «إن الذين يصنعون هذه الصور يعذبون يوم القيامة، ويقال لهم: أحيوا ما خلقتم  » رواه البخاري ومسلم


Hadits Ibnu Umar radhiyallahu `anhuma, bahwasanya Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam, bersabda," Sesungguhnya orang-orang yang membuat gambar-gambar ini akan disiksa pada hari kiamat seraya dikatakan kepada mereka: "Hidupkan apa yang telah kamu buat" (HR. Bukhari dan Muslim)


 وحديث عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: «إن أشد الناس عذابا يوم القيامة المصورون  » رواه البخاري ومسلم


Dan hadits Abdullah bin Mas`ud radhiyallahu `anhu, ia berkata: "Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda: Sesungguhnya manusia yang paling pedih siksanya pada hari kiamat adalah para pelukis (HR. Bukhari dan Muslim).


وحديث أبي هريرة رضي الله عنه قال: «سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: قال الله تعالى: ومن أظلم ممن ذهب يخلق كخلقي، فليخلقوا ذرة أو ليخلقوا حبة أو ليخلقوا شعيرة  » رواه البخاري ومسلم


 Dan hadits Abu Hurairah radhiyallahu `anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda, "Allah Ta'ala berfirman: "Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menyerupai ciptaan-Ku, maka buatlah semisal jagung atau buatlah seperti biji-bijian atau buatlah seperti gandum." (HR. Bukhari dan Muslim).


وحديث عائشة رضي الله عنها قالت: «قدم رسول الله صلى الله عليه وسلم من سفر وقد سترت سهوة لي بقرام فيه تماثيل، فلما رآه رسول الله صلى الله عليه وسلم تلون وجهه وقال: يا عائشة، أشد الناس عذابا عند الله يوم القيامة الذين يضاهون بخلق الله، فقطعناه فجعلنا منه وسادة أو وسادتين » رواه البخاري ومسلم


 Demikian juga hadits Aisyah radhiyallahu `anha, ia berkata: Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam datang dari suatu perjalanan dan aku telah menutupi bilik tidurku dengan kain tipis yang ada gambar-gambar padanya. Ketika Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam melihatnya, wajah beliau berubah warna (marah). Kemudian beliau bersabda: "Wahai Aisyah, orang yang paling keras siksanya di sisi Allah pada hari kiamat adalah orang-orang yang meniru ciptaan Allah". Lalu kami memotong kain tipis itu dan menjadikannya satu atau dua bantal (HR. Bukhari dan Muslim)


وحديث ابن عباس رضي الله عنهما قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: «من صور صورة في الدنيا كلف أن ينفخ فيها الروح يوم القيامة وليس بنافخ » رواه البخاري ومسلم


 Juga hadits Ibnu Abbas radhiyallahu `anhuma berkata: "Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda: Barangsiapa menggambar suatu lukisan di dunia, maka ia akan diperintahkan untuk meniupkan roh kepadanya pada hari kiamat, sedangkan ia tidak akan sanggup melakukannya. (HR. Bukhari dan Muslim).

 وحديثه عبد الله بن عباس عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال: «كل مصور في النار يجعل له بكل صورة صورها نفسا فتعذبه في جهنم 


 Demikian juga haditsnya dari Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam, bahwasanya beliau bersabda: Setiap pelukis masuk neraka. Setiap lukisan yang telah ia lukis akan dihidupkan, lantas lukisan tersebut menyiksanya di dalam neraka Jahanam


قال ابن عباس رضي الله عنهما: «فإن كنت لا بد فاعلا فاصنع الشجر وما لا روح فيه  » رواه البخاري ومسلم


Ibnu Abbas radhiyallahu `anhuma berkata Jika kamu memang harus melakukannya, maka buatlah (gambarlah) pohon dan sesuatu yang tidak bernyawa (HR. Bukhari dan Muslim).

Oleh karena itu apabila seorang siswa ikhwan ataupun akhwat diminta menggambar makhluq yang memiliki roh seharusnya dia menolak. Apabila dipaksa, dia bisa melukis makhluq di laut yang tidak memiliki roh, apabila dipaksa melukis hewan maka dia melukis  bagian belakang hewan, atau dia melukis hewan namun kepalanya tidak jelas, dengan cara   mata, hidung dll yang merupakan tanda wajah hewan dihilangkan atau tertutup batu atau yang sejenisnya.

Apabila ditanya oleh gurunya masalah ini siswa bisa menunjukkan alasannya sesuai dalil. Apabila guru itu tidak mau menerapkan nash-nash yang ada maka paling tidak dia memberikan toleransi kepada murid yang meyakini bahwa menggambar makhluq bernyawa  hukumnya adalah dosa besar.

Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin menerangkan," Siapa yang dituntut untuk menggambar makhluq hidup maka selayaknya dia melukis pohon, gunung atau sungai sebab tidak boleh taat kepada makhluq dalam rangka bermaksiat kepada sang pencipta." Majmu' Fatawa Wa Rasail al-Utsaimin 2/266

Beliau juga mengatakan," Apabila seorang siswa diuji dan diharuskan menggambar makhluq yang memiliki roh maka hendaknya dia melukis hewan tanpa ada kepalanya. "Majmu' Fatawa wa Rasail al-Utsaimin  2/274

Wallahu ta'ala a'lam

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com