SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Terjebak Dalam Keluarga Yang Bermuamalah Dengan Riba


Akhwat (Jakarta Timur)
2 years ago on Riba

Assalamualaikum Wr. Wb Saya seorang mahasiswa umur 20 thn, akhir2 ini saya baru tahu bahwa ayah saya menjalankan bisnis peminjaman uang disertai bunga. Ternyata bisnis ini telah dilakukan selama 2 tahun. Saya yang mengetahui hal ini langsung memberitahu ibu saya bahwa ini merupakan dosa besar. Tapi saya tidak digubris, ayah ibu tetap menjalankan bisnis ini, Ditambah lagi ayah saya yang seorang non muslim membuat saya bingung bagaimana mengutarakan persoalan riba beserta dosa-dosanya. Sementara, semua uang makan, kuliah, pakaian di dapatkan dari hasil riba. Apa yang harus saya lakukan ustadz?
Redaksi salamdakwah.com
2 years ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Terima kasih atas kepercayaan anda kepada situs salamdakwah.com semoga Allah ta'ala selalu mudahkan kita untuk selalu berada di jalan-Nya yang lurus dan memberikan kita karunia keselamatan di alam kubur dan hari akhir.

Berikut ini kami terjemahkan keterangan Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi dalam rangka menjawab pertanyaan senada dengan yang disampaikan di sini. Berikut ini pertanyaannya," Apakah seorang anak dibolehkan untuk makan dari harta ayahnya yang melakukan riba?"

Mereka menjawab," Riba hukumnya haram berdasarkan al-Qur'an dan Sunnah dan Ijmak. Apabila ayah anda adalah seseorang yang melakukan riba maka kewajiban anda adalah menasehati mereka terkait penjelasan riba dan hukumnya serta adzab yang Allah siapkan untuk pelakunya. Anda tidak boleh menerima harta ayah anda yang merupakn hasil dari muamlah ribawi. Anda harus mencari rizki dari Allah jalla wa 'ala dan mengerahkan kemampuan untuk mengambil sebab-sebab syar'i yang Allah letakkan dalam mencari rizki. Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Allah akan beri dia jalan keluar dan Allah beri dia rizki dari jalan yang tidak disangka. Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Allah akan mempermudah urusannya"
 
Abdullah bin Qu'ud selaku anggota
Abdullah bin Ghadyan selaku anggota
Abdurrazzaq Afifi selaku wakil ketua
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku ketua
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 22/344-345 Pertanyaan keempat dari fatwa no.1644

Kami nasehatkan kepada anda untuk banyak berdoa dan mulai mencari pekerjaan yang itu bisa menjadi wasilah rizki bagi anda, sehingga anda tidak perlu lagi memanfaatkan uang dari hasil usaha yang ribawi.

Adapun harta yang anda konsumsi dan pakai selama ini sebelum anda mengetahui bahwa itu dari hasil riba hukumnya halal karena anda tidak tahu Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi dalam salah satu jawabannya menerangkan," Apabila Anda tidak mengetahui bahwa uang yang Anda peroleh dari ayah Anda itu didapatkan dengan cara haram (yakni riba), maka tidak ada dosa bagi Anda dalam hal ini. Sebab, hukum asalnya adalah bara'ah adz-dimmah (bebas dari konsekuensi, karena ketidaktahuan - ed.). Selain itu, harta yang diterima seseorang itu pada dasarnya adalah halal kecuali jika dia mengetahui adanya sebab-sebab yang menjadikan harta itu haram...

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Abdul Aziz Alu asy-Syaikh selaku Anggota    
Shalih al-Fawzan selaku Anggota    
Abdullah bin Ghadyan selaku Anggota    
Abdurrazzaq `Afifi selaku Wakil Ketua    
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku Ketua
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 14/75 Fatwa Nomor:15217               

Ada masalah yang juga besar bila ibu anda beragama Islam sedangkan pasangannya beragama non Islam mengingat tidak boleh seorang wanita muslimah menikah dengan lelaki non muslim. Apabila ibu anda muslimah hingga kini sedangkan ayah anda keluar dari Islam  setelah anda lahir maka ikatan pernikahannya juga putus. Ada pertanyaan yang ditujukan kepada Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi" Apa hukum perempuan yang meninggal dan bersuamikan laki-laki non-muslim terkait perkara memandikan, mengkafani, mensalati dan menguburkannya?"

Mereka menjawab: Pertama: Tidak halal bagi seorang perempuan muslimah menikah dengan laki-laki non-muslim berdasarkan firman Allah Ta'ala  


{وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّى يُؤْمِنُوا}  

Dan janganlah kalian nikahkan (wanita muslimah) dengan laki-laki musyrik, sebelum mereka beriman. (al-Baqarah:221)

Dan firman Allah Subhanahu wa ta'ala

فَإِنْ عَلِمْتُمُوهُنَّ مُؤْمِنَاتٍ فَلَا تَرْجِعُوهُنَّ إِلَى الْكُفَّارِ لَا هُنَّ حِلٌّ لَهُمْ وَلَا هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ


Jika kalian telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kalian kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka.(al-Mumtahanah:10)


Jika seorang perempuan telah memeluk Islam sedangkan suaminya masih kafir, maka ia wajib bercerai dengan suaminya

Kedua: Jika seorang perempuan bersuamikan non muslim meninggal, maka wajib hukumnya memandikan, mengkafani dan mensalatinya serta menguburkannya di pekuburan kaum muslimin.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Bakr Abu Zaid selaku Anggota    
Shalih al-Fawzan selaku Anggota    
Abdul Aziz Alu asy-Syaikh selaku Wakil Ketua    
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku Ketua
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 7/282 Pertanyaan Ketiga dari Fatwa Nomor 19504  

Oleh karena itu bersemangatlah dalam mendakwahi orang tua anda dengan tetap menjaga adab dan tunjukkanlah bakti anda kepada orang tua anda. Silahkan melihat jawaban sebelumnya terkait berdakwah kepada orang tua di link berikut http://www.salamdakwah.com/baca-pertanyaan/orang-tua-bapak-tak-sholat.html

Semoga Allah ta'ala selalu memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada anda dan keluarga 

 

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com