SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Mesjid Berisik


Ikhwan (Jakarta)
5 years ago on Keluarga

Assalamualaikum wr. Wb. Ustad Sebelum memulai saya mau konfirmasi dulu, saya tidak mempermasalahkan suara Adzan, saya senang bila Adzan dari mesjid memanggil, biar tidak salah paham. Mohon dibaca hingga selesai. Masjid di dekat rumah saya sangat berisik, berisiknya sekali lagi bukan karna adzan nya, mesjid ini mulai keberisikannya dari sebelum adzan subuh, ustad menggunakan toa untuk manggil2 orang agar bangun, setelah itu pengajian sampai adzan dan setelah adzan. Mulai pagi yang dihidupkan lagu2an(bukan ayat2/pengajian ya tapi LAGU/Musik) melalui toa mesjid dengan volume yang keras, untuk berbicara saja kita harus agak keras. Lagu2an dihidupkan sampai sore, berhenti sebentar sebelum dan sesudah adzan. Habis maghrib, mulai pengajian dan nyanyi2an lagu rohani oleh ustadnya, kadang pengajian sampai jam 1 dini hari. Bisa dibilang TOA nya tidak berhenti hampir 24 jam. Saya sangat terganggu dengan suara mesjid ini apalagi semenjak punya bayi, tidur nya jadi sering kaget karna ustad nya sangat sering teriak, apalagi pas pengajian, tidak menenangkan hati sama sekali. Apalagi pengajian yang berbau2 politik yang menyebarkan kebencian ke makhluk ciptaan Allah yang lain. Menurut ustad bagaimana?? Apakah saya salah jika terganggu dengan mesjid yang seperti ini? apakah saya berdosa dengan mengeluhkan mesjid?
Redaksi salamdakwah.com
5 years ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Apabila yang dimaksud oleh penanya adalah ada orang yang membaca al-Qur'an dengan pengeras suara sehingga mengganggu istirahat orang-orang yang tinggal di rumah sekitarnya maka ini adalah perbuatan yang tercela dan perlu diluruskan. Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin pernah ditanya," Akhir-akhir ini para imam masjid menggunakan pengeras suara luar di menara yang biasanya suaranya tinggi kegiatan ini benar-benar membuat berisik masjid lain pada shalat jahriyah karena penggunaan pengeras suara itu ketika membaca al-Qur'an. Apa hukum penggunaan pengeras suara dalam shalat jahriah bila pengeras suara di menara dan membuat berisik masjid lain


Beliau menjawab," Apa yang anda sebutkan dari penggunaan pengeras suara di menara saat shalat jahriah adalah terlarang sebab itu menimbulkan banyak kebisingan kepada penghuni rumah dan masjid terdekat...Kemudian beliau membawakan dua riwayat:

1. Riwayat Abu Said


عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ اعْتَكَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَسْجِدِ فَسَمِعَهُمْ يَجْهَرُونَ بِالْقِرَاءَةِ فَكَشَفَ السِّتْرَ وَقَالَ أَلَا إِنَّ كُلَّكُمْ مُنَاجٍ رَبَّهُ فَلَا يُؤْذِيَنَّ بَعْضُكُمْ بَعْضًا وَلَا يَرْفَعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الْقِرَاءَةِ أَوْ قَالَ فِي الصَّلَاةِ

Dari [Abu Sa'id] dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beri'tikaf di Masjid, lalu beliau menedengar mereka (para sahabat) mengeraskan bacaan (Al Qur'an) mereka. kemudian beliau membuka tirai sambil bersabda: "Ketahuilah, sesungguhnya setiap kalian tengah berdialog dengan Rabbnya, oleh karena itu janganlah sebagian yang satu mengganggu sebagian yang lain dan jangan pula sebagian yang satu mengeraskan terhadap sebagian yang lain di dalam membaca (Al Qur'an) atau dalam shalatnya."HR. Abu Daud no.1332; Ahmad 18/393 dan yang lainnya


2. Al-Bayadhiy -radhiyallahu anhu- berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ عَلَى النَّاسِ وَهُمْ يُصَلُّونَ وَقَدْ عَلَتْ أَصْوَاتُهُمْ بِالْقِرَاءَةِ فَقَالَ إِنَّ الْمُصَلِّي يُنَاجِي رَبَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَلْيَنْظُرْ مَا يُنَاجِيهِ وَلَا يَجْهَرْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ بِالْقُرْآنِ

“Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- pernah keluar menemui orang-orang, sedang mereka melaksanakan sholat, dan sungguh suara mereka tinggi dalam membaca Al-Qur’an. Lantaran itu, beliau bersabda, “Sesungguhnya orang yang sholat sedang bermunajat dengan Robb-nya -Azza wa Jalla-. Karenanya, perhatikanlah sesuatu yang ia munajatkan, dan janganlah sebagian orang diantara kalian mengeraskan suaranya atas yang lain dalam membaca Al-Qur’an”. [HR. Malik dalam Muwaththo' 264/76, dan Ahmad 9/251 dan yang lainnya. Lihat Majmu' Fatawa wa Rasail al-Utsaimin 13/75

Dari sini bisa diketahui bahwa membaca al-Qur'an saja bisa bermasalah bila dimasukkan ke pengeras masjid dan mengganggu penduduk sekitar masjid terlebih apabila suara yang dimasukkan ke pengeras masjid berasal dari kegiatan yang tidak jelas dasarnya dalam syariat seperti memutar musik dan lagu. Silahkan anda memberikan masukan kepada pihak ta'mir masjid atau pemerintah setempat untuk mengkaji ulang suara apa saja yang bisa dimasukkan ke pengeras suara masjid.

PERTANYAAN TERKAIT

© 2022 - Www.SalamDakwah.Com