SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Bagaimana menjawab bahwa Ada beberapa istri ustadz Justru berhias


Akhwat (Bandung)
2 years ago on Mu'ammalah

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Ketika akhwat Sudah tidak bertabarruj . Dan memakai jilbab yang syar'i Bahkan tidak bermake up Dan memakai pewarna bibir. Bagaimana menjawab pertanyaan teman temannya Dan Keluarganya bahwa yang akhwat ini lakukan keliru. Bahkan mereka tidak setuju ketika si akhwat mengutarakan niat bercadar. Mereka berpendapat kita harus berpenampilan menarik Di luar rumahnya agar membuat bangga suami. Ketika si akhwat menjawab bahwa si suami Justru berdosa (dayuts) jika bangga istrinya dikagumi Oleh yang bukan mahromnya. Mereka Justru menjawab "loh istri beberapa ustadz saja berhias Dan Bahkan Ada yang tampil Ditv? " Bagaimana si akhwat menjawabnya Tanpa harus menjelek jelekan ustadz ustadz yang Justru istrinya berhias.
Redaksi salamdakwah.com
2 years ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Tidak semua istri ustadz berhias di depan khalayak bahkan sebaliknya, ada ustadz-ustadz yang lulusan luar negeri dan selesai s3 di luar negeri istrinya bercadar. Kalau memang yang dijadikan patokan adalah ustadz maka argumen di atas terpatahkan dengan mudah.

Melangkah lebih jauh, bisa dikatakan bahwa bila sikap ustadz berbeda-beda terhadap istrinya maka kita harus kembali kepada sumber di mana para ustadz itu mmengambil hukum (yakni al-Qur'an dan Sunnah sesuai dengan pemahaman para sahabat) tanpa harus merendahkan ustadz manapun. Bahkan sekelas imam Syafi'i pun mengarahkan untuk mengambil hadits Nabi dan meninggalkan pendapatnya bila ada hadits shohih. Diriwayatkan dari imam Syafii


 إِذَا صَحَّ الحَدِيْثُ فَهُوَ مَذْهَبِي  وَإِذَا صَحَّ الحَدِيْثُ، فَاضْرِبُوا بِقَولِي الحَائِطَ.

“Kalau ada hadits shahih, maka itulah mazhabku, dan kalau ada hadits shahih maka campakkanlah pendapatku ke tembok.” Siyar A'lam an-Nubala 10/35

Wallahu ta'ala a'lam

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com