SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Menikah Dengan Janda


Ikhwan (surabaya)
3 years ago on Keluarga

Assalamu'alaikum... Maaf ustadz, sy mw tanya dan meminta nasihat... Sya saat ini sedang dekat dgn seorang janda beranak 1, sy msh bingung apkah akan mlnjutkan smpai kearah yg lebih serius atw tidak, krn sy blm siap dgn 'status' akhwat tsb... apalagi bbrp teman jg kenal dgn nya... Pdhal utk kriteria agama, akhwat tsb sudah sesuai dg kriteria sya, dan bs mnerima msukan dan mgkn bs mjd psangan yg taat... Sya mohon saran dan nasihat nya ustadz mngenai hal ini, dan apa ad fadhilah2 mngenai menikahi janda!? Jazakallahu khairan...
Redaksi salamdakwah.com
3 years ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Apabila maksud kata dekat dalam pertanyaan maksudnya  adalah hubungan dekat khusus maka kami sarankan anda untuk segera menyudahi hubungan khusus ini, mengingat itu akan mengantarkan kepada zina. Apabila anda ingin menikahinya berkomunikasilah dengan wali atau mahram akhwat tersebut.

Hukum asalnya menikahi perawan lebih diutamakan, namun bila seseorang keadaannya lebih cocok dengan janda maka lebih afdhal baginya menikah dengan seorang janda sebagimana yang terjadi pada Jabir bin Abdillah radhiyallahu ta'ala anhuma. Dalam salah satu riwayat disebutkan

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: هَلَكَ أَبِي وَتَرَكَ سَبْعَ بَنَاتٍ أَوْ تِسْعَ بَنَاتٍ، فَتَزَوَّجْتُ امْرَأَةً ثَيِّبًا، فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «تَزَوَّجْتَ يَا جَابِرُ» فَقُلْتُ: نَعَمْ، فَقَالَ: «بِكْرًا أَمْ ثَيِّبًا؟» قُلْتُ: بَلْ ثَيِّبًا، قَالَ: «فَهَلَّا جَارِيَةً تُلاَعِبُهَا وَتُلاَعِبُكَ، وَتُضَاحِكُهَا وَتُضَاحِكُكَ» قَالَ: فَقُلْتُ لَهُ: إِنَّ عَبْدَ اللَّهِ هَلَكَ، وَتَرَكَ بَنَاتٍ، وَإِنِّي كَرِهْتُ أَنْ أَجِيئَهُنَّ بِمِثْلِهِنَّ، فَتَزَوَّجْتُ امْرَأَةً تَقُومُ عَلَيْهِنَّ وَتُصْلِحُهُنَّ، فَقَالَ: «بَارَكَ اللَّهُ لَكَ» أَوْ قَالَ: «خَيْرًا»

Dari Jabir bin Abdillah radhiyalahu anhuma dia berkata, "Ayahku mati sedangkan ia meninggalkan tujuh atau sembilan anak perempuan. Aku pun menikahi seorang janda. Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pun bertanya kepadaku, "Engkau telah menikah wahai Jabir? " Aku menjawab, "Ya. " Beliau bertanya kembali, "Dengan gadis atau janda? " Aku menjawab, "Janda. " Beliau pun bersabda, "Kenapa engkau tidak menikahi gadis sehingga engkau bisa mencumbuinya dan ia pun mencumbuimu? Dan engkau bisa mencandainya dan ia pun bisa mencandaimu? Aku menjawab, "Sesungguhnya Abdullah (bapak Jabir) wafat sedangkan ia meninggalkan anak-anak perempuan. Aku tidak ingin datang kepada mereka dengan orang yang sepantar dengan mereka. Karena itu aku menikahi seorang wanita yang bisa mengurus dan memperbaiki keadaan mereka. " Nabi pun bersabda, "Semoga Allah memberkahimu. " atau berkata, "Baik kalau begitu. " (HR. Bukhari no. 5367 dan Muslim 715)

 

Seorang Ulama' yang bernama Musthofa bin Sa'd ar-Ruhaibani dalam salah satu syarhnya untuk Ghoyah al-Muntaha menyebutkan ," Dan disunnahkan menikahi perawan  ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam kepada Jabir

«فَهَلَّا بِكْرًا تُلَاعِبُهَا وَتُلَاعِبُك»

"Kenapa engkau tidak menikahi gadis sehingga engkau bisa mencumbuinya dan ia pun mencumbuimu?" Muttafaq Alaih

Kecuali bila maslahat dalam menikahi janda lebih kuat maka menikahi janda lebih diutamakan dibanding menikahi perawan  demi menggapai maslahat. Mathalib Uli an-Nuha 5/9

Dalam cerita anda kami sarankan untuk melihat maslahatnya menikahi janda tersebut dari seluruh sisi apakah maslahatnya lebih kuat dibandingkan menikahi perawan ataukah tidak. Termasuk maslahatnya lebih kuat adalah bila akhwat itu agamanya baik sekali sedangkan gadis perawan yang anda ketahui tidak ada yang sebagus dia agamanya.

  Wallahu ta'ala a'lam

Dari Jabir bin Abdillah رضي الله عنهما berkata, "Nabi صلى الله عليه وسلم bertanya kepadaku, 'Apakah kamu telah menikah? " Aku menjawab, "Ya. " Nabi bertanya, "Apakah perawan atau janda? " Aku menjawab, "Janda. " Beliau pun bersabda, "Mengapa engkau tidak menikahi perawan sehingga engkau bisa mencumbuinya dan ia pun bisa mencumbuimu? " Aku menjawab, "Aku memiliki beberapa saudara perempuan. Karena itu, aku ingin menikahi seorang wanita yang bisa mengumpulkan, menyisir dan mengurus mereka. Beliau bersabda, "Sesungguhnya engkau telah menikah, jika engkau mendatanginya, segeralah mengharapkan anak. " (HR. Bukhari no. 1991 dan Muslim no. 715)

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/imamfatahillah/mau-perawan-atau-janda_55175ce4a333114607b65c9e

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com