SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Pakaian yang terkena Najis


Ikhwan (Tangerang)
2 years ago on Fiqih

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh Semoga Allah memberkahi ustadz. Ustadz ana mau tanya, semisal kalau saya sudah berwudhu ttp pakaian kita terkena najis(percikan air seni/darah) apakah sy harus menggantinya pakaian yg baru atau cukup dengan membilasnya?
Redaksi salamdakwah.com
2 years ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Ulama' yang duduk di Komite tetap Riset Ilmiah dan Fatwa menerangkan," Air kencing hukumnya najis, apabila yang mengenai seseorang adalah percikan air kencing maka ia wajib mencuci tempat yang terkena percikan itu baik itu di badan atau di busana, mensucikannya tidak cukup hanya dengan mengusap tempat tersebut dengan air...
Fatwa ini ditandatangani oleh
Abdullah bin Qu'ud selaku anggota
Abdullah bin Ghadyan selaku anggota
Abdurrazzaq Afifi selaku wakil ketua
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku ketua
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 2/255 pertanyaan pertama dari fatwa no.3225    

 

Syaikh Utsaimin menerangkan," Pendapat yang benar adalah cukup sekali cucian yang menghilangkan dzat najisnya dan membersihkan tempat yang terkena najis kecuali najis anjing (itu sebagaimana yang telah lalu). Apabila najisnya tidak hilang dengan sekali pencucian maka dilakuka pencucian kedua ketiga dan seterusnya. Asy-Syarh al-Mumti' ala Zad al-Mustaqni' 1/422

 

Terkait darah maka itu perlu perincian. Apabila darah itu sedikit maka itu tidaklah najis. Ibnu Abdul Barr –rahimahullah- berkata: “Hukum setiap darah seperti darah haid, namun sedikit darah hukumnya dimaafkan, karena adanya syarat Allah Subhanahu Wata’ala dalam najisnya darah haruslah masfuh (mengalir). Pada saat seperti itu hukumnya rijs dan rijs sama dengan najis. Ini adalah ijma’ ummat Islam bahwa darah yang mengalir adalah kotor lagi najis. (Kitab At-Tamhid, 22/230)

Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya,"Apakah yang harus saya lakukan terhadap najis yang sedikit seperti tetesan darah yang membesar bagai biji milet?


Mereka menjawab," Najis selain darah dan nanah tidak dimaafkan baik banyak maupun sedikit. Darah dan nanah dimaafkan jika sedikit dan ia keluar dari selain farji (vagina), sebab sulit dan susah untuk dihindari. Allah Ta'ala telah berfirman: dan Dia sekali-kali tidak menjadikan suatu kesempitan untukmu dalam agama

 

Allah juga berfirman: Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu 'Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
 

Fatwa ini ditandatangani oleh:

Abdullah bin Qu'ud selaku Anggota        

Abdullah bin Ghadyan selaku  Anggota

Abdurrazzaq Afifi selaku Wakil Ketua 

Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku ketua

Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 5/397 pertanyaan kedelapan

PERTANYAAN TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com