SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

membantu tapi merasa dikhianati


Akhwat (wonogiri)
2 years ago on Mu'ammalah

Assalamualaikum Ustad. Saya adalah seorang istri dengan 1 anak dan bekerja dengan gaji Rp 1.700.000/bulan. Suami saya juga seorang karawan kontrak dengan gaji yang sama. untuk menunjang pendapatan keluarga saya berjualan aksesoris belum genap setahun ini. alhamdulillah hasilnya mencukupi (meski awalnya modal sangat besar. tapi investasi dalam bentuk barang dagangan menurut saya lebih baik daripada dalam bentuk tabungan). berbeda dengan kondisi ekonomi keluarga salah satu teman saya. dia hutang ke bank sana ke sini, ke teman-temannya, bahkan ada beberapa yang tidak dilunasi. ditambah saat ini suaminya sudah tidak bekerja. sekitar 2 tahun yang lalu dia pernah meminjam uang kepada saya Rp 900.000. sampai sekarang saya tidak bisa menagih karena kondisinya seperti itu. sebagai gantinya, rak display dia saya bawa untuk menunjang jualan aksesoris saya yang saya pajang di halaman rumah. meskipun jika dihitung, nilai rak tersebut masih dibawah jumlah hutang dia. karena kasihan, saya membantu dia dengan meminjamkan barang dagangan agar dijual kembali. alhamdulillah awalnya lancar, uang dagangan selalu dilunasi, meskipun jangka waktunya lama. tapi belum lama ini ketika saya tagih penjualan berikutnya, dia hanya mampu membayar kurang dari 50%nya. ketika saya tanya kemana uang pokoknya, ternyata dia pakai. saya sakit hati sekali, modal yang seharusnya bisa diputar lagi, tertahan padanya. sejak saat itu dia tidak pernah lagi mendekati, meminta bantuan, atau mengambil barang orderan kepada saya. mungkin dia juga tau perasaan saya yang sakit hati. namun, dalam pergaulan kami tetap bertegur sapa. mohon saran Ustad sebagai pertimbangan agar saya mampu menata hati. mohon maklum Ustad, saya hanya manusia biasa yang tidak luput dari salah.
Redaksi salamdakwah.com
2 years ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Berdasarkan cerita yang anda bawakan ada kemungkinan cukup besar sehingga teman anda tersebut belum bisa membayar tanggungan dia kepada anda. Apabila anda mengikhlaskannya maka ini sangat baik, apabila anda masih berharap dia membayar maka layak kiranya anda memperpanjang tempo pembayaran untuknya. Allah ta'ala berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 280:


وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ


Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, Maka berilah tangguh sampai Dia berkelapangan. dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. 

Perlu diketahui bahwa bantuan yang anda berikan kepada teman anda itu akan dibalas oleh Allah ta'ala dengan balasan yang besar bila anda ikhlas dan bantuannya tidak menyelisihi tuntunan Nabi shallallahu alaihi wa sallam, dalam salah satu hadits shahih disebutkan


عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ، يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا، سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ، وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ، يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ، وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمِ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ، وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ، لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ»


Dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: 'Barang siapa membebaskan seorang mukmin dari suatu kesulitan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari suatu kesulitan pada hari kiamat. Barang siapa memberi kemudahan kepada orang yang berada dalam kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan di dunia dan akhirat. Barang siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya sesama muslim. Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan ke surga baginya. Tidaklah sekelompok orang berkumpul di suatu masjid (rumah Allah) untuk membaca Al Qur'an, melainkan mereka akan diliputi ketenangan, rahmat, dan dikelilingi para malaikat, serta Allah akan menyebut-nyebut mereka pada malaikat-malaikat yang berada di sisi-Nya. Barang siapa yang kurang amalannya, maka nasabnya tidak meninggikannya di sisi Allah ta'ala. HR.Muslim no.2699 dan yang lainnya.

Apabila anda bersabar menunggu pembayaran dari teman anda itu maka semakin lama anda menunggu semakin banyak pahala anda peroleh, dalam suatu hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda mengenai pahala orang yang memberikan hutang,"


عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: " مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ مِثْلِهِ صَدَقَةٌ "، قَالَ: ثُمَّ سَمِعْتُهُ يَقُولُ: " مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ مِثْلَيْهِ صَدَقَةٌ "، قُلْتُ: سَمِعْتُكَ يَا رَسُولَ اللهِ تَقُولُ: " مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ مِثْلِهِ صَدَقَةٌ "، ثُمَّ سَمِعْتُكَ تَقُولُ: " مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ مِثْلَيْهِ صَدَقَةٌ "، قَالَ لَهُ: " بِكُلِّ يَوْمٍ صَدَقَةٌ قَبْلَ أَنْ يَحِلَّ الدَّيْنُ، فَإِذَا حَلَّ الدَّيْنُ فَأَنْظَرَهُ فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ مِثْلَيْهِ صَدَقَةٌ "


Dari Sulaiman bin Buraidah dari ayahnya, berkata,"Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang menangguhkan orang yang kesulitan (dalam membayar utang), maka pada setiap hari dia mendapat ganjaran sedekah yang sebanding dengannya”.

Dia berkata, kemudian aku mendengar beliau bersabda: “Barang siapa yang menangguhkan orang yang kesulitan (dalam membayar utang), maka pada setiap hari dia mendapat ganjaran sedekah dua kali lipat darinya.”

Aku bertanya, “Ya Rasulullah, saya mendengar Anda bersabda, “Barang siapa yang menangguhkan orang yang kesulitan (dalam membayar utang), maka pada setiap hari dia mendapat ganjaran sedekah yang sebanding dengannya”. Kemudian saya mendengar Anda bersabda: “Barang siapa yang menangguhkan orang yang kesulitan (dalam membayar utang), maka pada setiap hari dia mendapat ganjaran sedekah dua kali lipat darinya?.”

Beliau menjawab: “Dia mendapat ganjaran sedekah yang sebanding dengannya” yaitu sebelum sampai waktu membayar utang, apabila telah sampai waktu membayar utang, lalu dia menangguhkannya, maka pada setiap hari dia mendapat ganjaran sedekah dua kali lipat darinya.“ HR Ahmad 38/153 no. 23046. Dishahihkan oleh al-Albani di Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah 1/170 no.86
 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com