SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Apakah Qadha Puasa Bisa Digantikan ?


Ikhwan (Batam)
3 years ago on Aqidah

Assalammu'alaikum Ustadz Saya ingin bertanya sekaligus meminta saran kepada Ustadz Saya memiliki seorang teman kerja (perempuan) dia masih memiliki hutang Qadha Puasa tahun 2015 sebanyak 14 hari (Menstruasi & Sakit). Hingga tiba Bulan Puasa tahun 2016 dia belum membayar hutang Qadha nya dan kemudian dia melanjutkan ikut Puasa pada tahun kemarin (2016). Pada tahun tersebut, dia memiliki hutang lagi sebanyak 16 hari (Menstruasi & Sakit) lagi. Sampai sekarang dia masih memiliki catatan hutang tersebut yang berjumlah 30 hari. Lalu yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana hukumnya menunda puasa hingga tiba puasa selanjutnya? Dan apakah ada cara lain untuk membayar hutang tersebut selain meng-Qadha nya? Sekian pertanyaan dari saya. Terima Kasih Ustadz. Mohon maaf apabila ada kesalahan kata Wassalammu'alaikum Wr. Wb.
Redaksi salamdakwah.com
3 years ago

 

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Apabila perempuan itu lalai dalam mengqodho sehingga terjadi penundaan puasa hingga masuk tahun berikutnya maka perempuan itu mengqodho puasanya sesuai dengan jumlah qadha hari yang belum ia laksanakan dengan tambahan memberi makan orang miskin untuk setiap hari yang tinggalkan qadhanya hingga melewati satu tahun. Inilah pendapat yang dikuatkan oleh Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Dan Fatwa Arab Saudi. Mereka pernah ditanya," Seorang wanita mengatakan bahwa sejak usia balig hingga menopause dia tidak meng-qadha hutang puasa Ramadhan (karena datang bulan). Sekarang ini dia telah memasuki usia menopause. Alasan dia tidak meng-qadha saat itu adalah karena menurut pemahamannya, qadha salat dan puasa yang ditinggalkan karena haidh tidak wajib. Sekarang, dia tahu bahwa meng-qadha puasa hukumnya wajib. Namun dia tidak tahu berapa hari dia tidak puasa (di bulan Ramadhan) karena terlalu banyak yang dia tinggalkan dan sudah bertahun-tahun lamanya. Apakah yang harus dia lakukan sekarang terkait hutang puasa Ramadhan yang belum dia qadha karena sebab kebodohan dan ketidaktahuannya akan hal ini?

Mereka meJawaban ," Wanita tersebut wajib puasa sejumlah hari yang dia tinggalkan di bulan Ramadhan, dihitung sejak balig hingga menopause. Dia harus berusaha semampunya untuk mengetahui jumlah hari saat dia tidak berpuasa di bulan Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Dia wajib membayarnya dengan berpuasa, ditambah dengan memberi makan orang miskin setiap hari (sesuai dengan jumlah perkiraan hari yang ia tinggalkan qadhanya.pent) karena telah menunda qadha. Kadar makanan ini sebanyak setengah sha` makanan pokok lokal atau sekitar 1,5 kg (per satu hari yang ditinggalkan). Ini jika dia mampu memberi makan. Namun jika dia fakir yang tidak mampu memberi makan, maka cukup dengan puasa saja. Dia boleh meng-qadha puasa berturut-turut, atau terpisah-pisah hari.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Bakar Abu Zaid selaku Anggota
Abdul Aziz Alu asy-Syaikh selaku Anggota
Shalih al-Fawzan selaku Anggota
Abdullah bin Ghadyan selaku Anggota
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku Ketua
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah. 9/51-52 ertanyaan kedua dari fatwa no.16856   

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com