SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Apakah Perlu Melaporkan Perselingkuhan Kepada Pasangan hidupnya


Ikhwan (Kepulauan Riau)
3 years ago on Keluarga

Assalammu'alaikum wr wb. Izin bertanya ustadz, gimana sikap kita yang mengetahui bahwa kawan kita berselingkuh? Kita sudah mengingatkan untuk tidak berbuat seperti itu, tapi dia tidak pernah mendengar. Apakah boleh kita adukan perbuatannya, kepihak suami/keluarganya? Atau kita diamkan saja? Demikian ustadz, sebelumnya diucapkan terimakasih. Assalammu'alaikum wr wb
Redaksi salamdakwah.com
3 years ago

 

وَ عَلَيْكم السَّلَام وَ رَحْمَةُ اللّهِ وَ بَرَكَاتُه 

 

Berikut ini ada dua fatwa yang menjelaskan kondisi yang sesuai untuk melaporkan atau yang belum sesuai. Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin pernah ditanya,"Saya seorang supir berkebangsaan Mesir yang sedang bingung dengan tingkah laku istri sponsor/majikan. Istri majikan punya kebiasaan mengambil barang-barang yang diperlukan dari rumah, kemudian memerintahkan saya untuk menurunkannya di pasar kemudian ia masuk ke beberapa toko,selanjutnya dia masuk beberapa kantor yang berada di dalam, kemudian dia berbicara melalui telepon sejam setengah atau lebih. Atau dia menggunakan telepon umum. Istri majikan tersebut mengancamnya dengan pengusiran dan tuduhan buruk (supaya dia tutup mulut. Pent). Apakah si supir ini tetap menginformasikan hal ini kepada majikannya? Sebab dia tidak ridho dengan tingkah laku wanita itu sedangkan dia adalah seorang muslim."

Beliau menjawab," Bila ini benar maka hakekatnya tingkah laku ini adalah perbuatan buruk. Dan tidak ada seorang muslim pun yang ridho dengan itu. Kami berterima kasih kepada Anda atas rasa cemburu untuk majikan Anda, bahkan untuk istrinya pula (rasa ingin supaya istri majikan menjadi wanita terjaga.pent) karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda,"

Tolonglah saudaramu, baik dia dalam keadaan dholim atau didholimi. Para sahabat berkata: wahai Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, ya bagi yang didholimi, bagaimana menolong orang yang dholim? Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab," engkau menghalangi dia melakukan kedholiman, itulah bentuk pertolonganmu untuknya.

Jadi anda menasehati majikan dan istrinya. Bila istri tersebut tidak sadar setelah dinasihati maka Anda bisa menginformasikan perihal wanita itu ke suaminya supaya Anda bisa lepas dari tanggung jawab. Apabila Anda sudah menginformasikan kepada si suami insyaAllah Anda tidak terkena mudhorot, sebab Allah menjamin adanya jalan keluar dan Rizki dari jalan yang tidak terduga bagi orang bertakwa


Syaikh Jibrin pernah menerangkan," misalnya bila wanita itu didapati berbuat demikian pertama kali sedangkan reputasinya diketahui bagus, dia tertangkap karena tertipu oleh laki-laki tersebut. Atau dia butuh tumpangan ke rumahnya sedangkan laki-laki itu yang berkenan memberinya tumpangan namun ternyata pria itu sengaja melampaui tujuan si wanita sedangkan si wanita tidak rela maka dengan demikian bisa diketahui bahwa wanita ini bukanlah termasuk pelaku kemungkaran tersebut.

Begitu pula bila diketahui bahwa wanita ini adalah pelaku kemungkaran tersebut namun apa yang ia lakukan adalah baru yang pertama, apabila ini dilaporkan dan diinformasikan kepada suaminya menimbulkan talak dan kerusakan maka ia diminta berkomitmen untuk tidak mengulangi lagi (dan masalah ini ditutupi), dijelaskan kepadanya bahwa bila ia ulangi maka maksiat nya akan diungkap atau semacam itu.

Apabila wanita itu sudah terbiasa demikian maka kami berpendapat masalah ini disampaikan kepada suaminya atau disampaikan kepada ayahnya (ini lebih utama), supaya dia tidak merusak suaminya, tidak merusak dirinya dan tidak merusak nama baik keluarganya.

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com