SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Menikah dengan lelaki hasil zina


Akhwat (Jakarta)
3 years ago on Keluarga

Assalamu'alaykum wr. Wb. Saya mau bertanya, apa hukumnya apabila seorang wanita dinikahi seorang lelaki yang terlahir dari hasil berzina? Terima kasih. waasalamualikum wr.wb.
Redaksi salamdakwah.com
3 years ago

 

وَ عَلَيْكم السَّلَام وَ رَحْمَةُ اللّهِ وَ بَرَكَاتُه 

 

Anak yang lahir dari hubungan di luar pernikahan tersebut sama dengan anak-anak yang lainnya, apabila ia beriman dan meninggal dalam keadaan beriman maka dia akan masuk surga. Anak semacam itu tidaklah najis dan tidak punya celaan khusus karena yang berdosa adalah orangtuanya

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya:
Apakah anak hasil zina masuk ke dalam surga karena ada yang berpendapat bahwa anak hasil zina adalah najis, padahal orang najis tidak akan bisa masuk surga?

Mereka menjawab
Jika ia meninggal dalam keadaan Muslim, dia akan masuk surga. Statusnya sebagai anak hasil zina tidaklah menghalanginya untuk masuk surga, dan dia tidaklah najis. Dosa zina dibebankan kepada pelaku zina dan bukan kepada orang yang lahir dari air mani zina, berdasarkan firman Allah Ta`ala,

{وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى}

Dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.

Dan berdasarkan sabda Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi wa Sallam,

المُسْلِمُ لاَ يَنْجُسُ

"Orang Muslim tidaklah najis."

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 3/483. Pertanyaan Kesembilan Belas dari Fatwa Nomor 5611

 

Apabila seorang laki-laki yang dikatakan di soal adalah pria yang sholeh akhlaknya dan agamanya bagus maka tidak ada larangan untuk menikahkannya dengan wanita yang lahir bukan dari hasil zina

 

Syaikh Ibnu Baz pernah ditanya,"

Seorang laki-laki menikahkan putrinya kemudian diketahui ternyata suaminya adalah anak hasil perzinahan maka bagaimana hukumnya?

Beliau menjawab," Apabila suami itu adalah seorang muslim maka pernikahannya sah sebab dia tidaklah terkena dosa ibunya atau laki-laki yang Berzina dengannya ini berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta'ala

‎{وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى}

Dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.

Dan karena tidak ada aib pada dirinya disebabkan perbuatan ibunya jika dia adalah laki-laki yang Istiqomah dalam Islam dan berakhlak mulia. Ini berdasarkan firman Allah ta'ala

Ayat yang patut jadi renungan saat ini adalah firman Allah Ta’ala,

‎يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat:

...Dan diriwayatkan dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam beliau bersabda

‎إذا خطب إليكم من ترضون دينه وخلقه فزوجوه إلا تفعلوه تكن فتنة في الأرض وفساد كبير

“Jika datang seseorang kepada kepada kalian untuk melamar, orang tersebut adalah seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” 


Fatawa Islamiah 3/166

 

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com