SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Arofah di Indonesia


Akhwat
8 years ago

Ustadz , bagaimana dengan puasa Arofah di Inbdonesia, kita ikut kalender indonesia atau Arab Saudi ? mohon pencerahan Sukron
Reno
2 years ago

Hari 'Arofah ikut siapa?

Dari Abu Qatadah radliyallahu 'anhu berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari 'Arofah?" Beliau menjawab: "Menebus dosa tahun lalu dan tahun yang akan datang". HR Muslim.

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar puasa arofah bagi mereka yang tidak haji.. Hadits ini difahami oleh sebagian orang bahwa puasa arofah harus ikut arofah, alasannya karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menamainya dengan nama arofah.. Namun pemahaman ini rancu dari beberapa sisi:

1. Tidak diketahui adanya ulama terdahulu yang memahami demikian. Bahkan ketika syaikhul islam ibnu Taimiyah ditanya tentang orang yang melihat hilal dzulhijjah di kota Madinah namun qadli tidak menerima persaksiannya, apakah ia harus berpuasa arofah mengikuti keputusan qadli? Beliau menjawab harus ikut keputusan qadli berdasarkan hadits:

"Puasa pada hari kamu semua berpuasa..dst. (Lihat majmu' fatawa 25/202-208).

Beliau tidak menjawab harus ikut arofah, padahal beliau hafal hadits di atas.

2. Bulan dzulhijjah ditentukan dengan ru'yah hilal tidak ada bedanya dengan ramadlan, sedangkan hilal itu berbeda-beda dengan ijma' ulama sebagaimana dikatakan oleh syaikhul islam ibnu Taimiyah.

3. Oleh karena itu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak membedakan antara iedul fithri dan iedul adlha. Beliau bersabda: "Puasa pada hari kamu berpuasa, iedul fithri pada hari kamu beriedul fithri, dan iedul adlha pada hari kamu semua beriedul adlha". (HR Tirmidzi dan lainnya).

Maka orang yang membedakannya telah bertabrakan dengan hadits ini. Maka sebagaimana ramadlan kita harus ikut negeri masing-masing, demikian pula dzulhijjah.

4. Orang-orang arab biasa menamai tahun atau hari dengan kejadian besar yang terjadi di hari itu, seperti tahun gajah, hari bu'ats, demikian pula hari arofah. Jadi tidak bisa difahami harus ikut arofah dengan penamaan hari arofah.

5. Bila harus ikut arofah, maka di zaman dahulu yang tekhnologinya tidak secanggih sekarang, betapa sulitnya bagi yang tinggal di negeri yang amat jauh untuk mengetahui kapan hari arofah di arofah.

6. Bila qodarullah tidak ada yang berhaji, seperti pernah terjadi di masa daulah fathimiyyah, sehingga tidak ada orang yang wuquf di arofah, mana yang menjadi patokan? Bila dikatakan saudi menjadi patokan, dijawab bahwa ru'yah hilal berbeda beda berdasarkan ijma' ulama sebagaimana dikatakan oleh syaikhul islam ibnu Taimiyah. Kesimpulannya bahwa berpuasa arofah dan beriedul adlha tetap mengikuti negeri masing-masing. Wallahu a'lam.

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com