SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

apakah orang tua durhaka terhadap anak?


Ikhwan (tangerang)
3 years ago on Keluarga

assalamualaikum wr.wb. ibu saya sering memarahi saya ketika saya beli keinginan saya apapun itu uang dari hasil keringat saya, dan ibu saya selalu pingin uang gajian itu di miliki ibu saya padahal selalu saya kasih setiap bulan, ibu saya juga melanggar ucapannya sendiri "bila sudah kerja silahkan beli yg kamu inginkan" tetapi setelah saya membeli yg saya inginkan ibu saya selalu memarahi saya, dan selalu mengungkit ketika membesarkan saya, mohon jawab ustad, terima kasih.
Redaksi salamdakwah.com
3 years ago

 


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

 

Nasehat kami kepada anda adalah untuk:
- bersabar ketika menghadapi perangai orang tua yang demikian
- berbakti dan taatlah kepadanya selama perintahnya tidak melanggar syariat.
- tidak durhaka kepada orang tua meskipun orang tuanya tidak bermuamalah dengan baik terhadapnya.
- hendaknya anda berusaha untuk meminta kerabatnya dan orang sholeh yang punya kedudukan di mata orang tuanya untuk menasehatinya.
- hendaknya anda banyak berdo'a semoga Allah ta'ala memberi hidayah orang tua anda

- ketika anda membeli barang yang halal dan khawatir ibu anda akan memarahi bila tahu maka tidak apa bila anda menyembunyikan barang tersebut dari ibu anda. 

Anda tidak berhak untuk durhaka meski orang tua berbuat demikian sebab Allah ta'ala telah menegaskan hak orang tua yang cukup besar atas anak-anaknya. Diantaranya:

1. Surat an-Nisa' ayat 36


وَاعْبُدُوا الله وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا


“.beribadahlah hanya kepada Allah dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua”.

2. Surat al-Isra' ayat 23


وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا


“Dan Robbmu memutuskan agar kalian jangan beribadah kepada selain Allah dan hendaknya kalian berbuat baik kepada kedua orang tua”.

3. Surat Luqman ayat 15


ﻭَﺇِﻥْ ﺟَﺎﻫَﺪَﺍﻙَ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻥْ ﺗُﺸْﺮِﻙَ ﺑِﻲ ﻣَﺎ ﻟَﻴْﺲَ ﻟَﻚَ ﺑِﻪِ ﻋِﻠْﻢٌ ﻓَﻠَﺎ ﺗُﻄِﻌْﻬُﻤَﺎ ﻭَﺻَﺎﺣِﺒْﻬُﻤَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻣَﻌْﺮُﻭﻓًﺎ


Jika keduanya memaksamu untuk berbuat syirik dengan mempersekutukan aku yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik .

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga sudah mewanti-wanti ummatnya untuk menghindari berbuat buruk dan durhaka kepada orang tua karena itu adalah dosa besar, Beliau bersabda,"


عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ، عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الكَبَائِرِ» قُلْنَا: بَلَى يَا رَسُولَ الله، قَالَ: " الإِشْرَاكُ بِالله، وَعُقُوقُ الوَالِدَيْنِ، وَكَانَ مُتَّكِئًا فَجَلَسَ فَقَالَ: أَلاَ وَقَوْلُ الزُّورِ، وَشَهَادَةُ الزُّورِ،


Dari Abdurrahman bin Abu Bakrah dari ayahnya, dia berkata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,“Apakah kalian mau kuberitakan tentang tiga macam biang dosa besar?” Para sahabat menjawab: “Betul wahai Rasulullah, kami mau mendengarnya.” Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Menyekutukan Allah, dan durhaka kepada kedua orang tua.” Sebelumnya beliau bersandar kemudian beliau duduk dan melanjutkan pembicaraannya: “Ingatlah (jangan kau lakukan) perkataan bohong dan kesaksian palsu.” (H.R. Bukhari no.5976 dan Muslim no.87 )

Perlu difahami bahwa penderitaan anda juga kadang dirasakan oleh orang lain bahkan sebagian mereka lebih berat merasakan penderitaan. Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah diberi aduan atas kejadian jahatnya ayah kepada anak-anaknya," Saya punya ayah yang yang sudah tua, beliau tabiatnya keras dan gila harta. Ibu kami meninggal ketika kami kecil. Kemudian beliau menikah lagi dan dikaruniai dua orang putri. selanjutnya beliau mentalaknya dan menikah lagi, beliau bertahan dengan wanita tersebut hingga kini, dari wanita itu beliau juga dikaruniai dua orang putri. Kami lima bersaudara dari satu ibu (yang telah meninggal), kami hidup dalam keadaan sangat miskin. Kami bekerja untuk dia dan istrinya tanpa upah, sampai usia kami dewasa -alhamdulillah- dan menikah. Kami sekarang tinggal di rumah milik ayah kami. Beliau sejak beberapa saat lalu tinggal di Gaza Palestina, beliau secara rutin datang dan meminta uang sewa rumah yang kami tinggali seakan-akan anak-anaknya adalah orang asing baginya sedangkan keadaan kami dalam kesempitan. Selanjunya beliau meminta kepada kami harta yang kami tidak tahu dari mana kami bisa dapatkan. Apabila tidak kami penuhi maka dia akan marah, melaknat dan mencela, beliau berkata," semoga Allah murka terhadap kalian dan aku akan terus marah hingga hari kiamat". Beliau mengusir kami dari rumah dan mengadukan kami ke pemerintah sampai-sampai pengadilan mewajibkan kami membayar denda yang besar. Beliau juga menginformasikan kepada masyarakat bahwa kami durhaka kepada beliau berkata bahwa beliau sakit dan perlu uang untuk berobat sampai-sampai kami dibebani hutang sebesar 3000 Dinar lebih.

Beliau berkata kepada orang-orang yang meminjami kami uang," anak-anak saya tidak memberi saya uang dari hutang yang mereka ajukan maka tagihlah mereka. Mereka durhaka kepada kepada saya. Ini supaya memperburuk citra kami di masyarakat. Kami memperoleh bagian warisan dari ibu kami- semoga Allah merahmati beliau- namun ayah kami mengambil semuanya. Setiap kami berusaha untuk meminta kerabat kami mengarahkannya beliau katakan," mereka adalah anakku. Orang lain tidak berhak atas apa yang saya miliki". Dia dan istrinya hidup dalam kenikmatan sementara kami hidup dalam keadaan miskin serta tertlilit hutang.

Apabila datang kepadanya salah seorang syaikh atau da'i maka dia akan menangis dan melembutkan suaranya seraya berkata," saya sakit dan tidak mampu bekerja sedangkan anak-anak saya durhaka kepada saya." beliau pun berteriak dan menangis. Apabila da'i itu keluar maka beliau mengusir kami dari rumah dan berkata," semoga Allah melaknat kalian. Hatiku marah kepada kalian,"

Kami tidak mampu untuk menyewa rumah atau membangun rumah sementara keadaan kami dalam kesusahan. Semoga Allah memberi kami jalan keluar. Apakah kami durhaka kepada beliau dan tidak mentaatinya bila kami tidak menuruti beliau dan meminta hak waris kami? Apa yang harus kami perbuat, kami telah berhutang ke semua teman, saudara dan yang kami kenal? bagaimana bila kami meninggal sedangkan hutang belum terbayar dan kami dalam kesusahan

Komite menasehati,"Kami wasiatkan kepada anda sekalian untuk bertakwa kepada Allah ta'ala dan bersabar atas rasa sakit yang diterima dari ayah anda . Anda dalam kebaikan insyaAllah. sering-seringlah mendoakannya. Apabila kalian bisa meminta sebagian kerabat, dan orang yang punya kedudukan di mata ayah kalian untuk menjadi penengah dalam menyelesaikan masalah maka ini bagus. Bagus juga bila kalian bisa meminta tolong orang yang agamanya bagus dan baik dalam masalah ini. Kami doakan semoga Allah:
- memberi hidayah kebenaran kepada ayah kalian
- memperbaiki dirinya
- menyatukan hati kalian semua dalam kebaikan
- menjadikan kalian rukun."
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 25/268-270 fatwa no.21074

Semoga Allah ta'ala memberi hidayah kepada orang tua  Anda dan mengkaruniakan kesabaran atas sikap orang tuanya yang tidak baik.


وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com