SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Anak kecil yang mencuri


Ikhwan (Padang )
3 years ago on Keluarga

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh Ustadz, ana punya beberapa dosa sewaktu kecil dan banyak dosa selepas baligh. Sebelum baligh ana pernah mencuri barang tetangga ketika bermain dirumah tetangga dan juga ada beberapa kasus lainnya. Dan juga pernah mencuri ketika selepas baligh di sekolah dan berbuat curang ketika berbelanja di kantin sekolah. Apakah dosa ana sebelum baligh di hitung dan apakah ana harus meminta maaf kepada yang dirugikan. Dan bagaimana sikap dengan dosa-dosa ana selepas baligh ustadz. Jazakallah. Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.
Redaksi salamdakwah.com
3 years ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Apa yang Anda ambil sebelum masa baligh harus dikembalikan bila barangnya masih ada, namun bila barangnya sudah rusak maka anda perlu menggantinya atau yang senilai dengannya. Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya
Sejak kecil saya melihat ayah saya meletakkan sesuatu yang berupa uang atau sesuatu yang bermanfaat saya suka mengambilnya tanpa sepengetahuan beliau. Setelah saya dewasa saya takut kepada Allah dan saya tinggalkan seluruh perbuatan ini. Sekarang apakah boleh saya memberikan pengakuan di hadapan ayah saya tentang hal itu ataukah tidak ?

Anda wajib mengembalikan apa yang anda curi dari ayah anda yang berupa uang dan yang lainnya kecuali bila apa yang anda curi nilainya kecil digunakan untuk memberi nafkah maka kala itu tidak apa-apa.

Abdullah bin Ghadyan selaku anggota
Abdurazzaq Afifi selaku wakil ketua
Abdul Aziz bin Abdullah bin baz selaku ketua
Fatawa al-lajnah ad-Daimah 12/352-353 fatwa no.13605

Ada pertanyaan lain juga yang ditujukan kepada Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan fatwa Arab Saudi: Saat masih kecil, bertahun-tahun silam, kami dalam kondisi labil, bodoh, dan kelaparan, hingga akhirnya kami mencuri beberapa binatang ternak. Sekarang saya bertobat dan ingin melunasi kewajiban saya kepada orang lain. Saya perlu menanyakan beberapa hal berikut ini:
1. Saya pernah mencuri kapulaga senilai 120 riyal empat puluh tahun yang lalu dan ingin saya bayar sekarang. Apakah pembayarannya disesuaikan dengan harga sekarang, atau harga jual pada waktu itu?
2. Saya pernah mencuri beberapa ekor kambing, dan dari kambing tersebut ada hasil harta lain dan berkembang. Apakah saya cukup membayar beberapa ekor kambing (sesuai jumlah yang dicuri) atau saya harus menyerahkan kambing-kambing itu beserta seluruh hasilnya yang telah berkembang?
3. Apabila saya mencuri bersama rekan lainnya, apakah saya cukup membayar kewajiban saya saja, atau bagaimana?
Semoga Allah menjaga Anda semua.

Mereka menjawab:
Kapulaga yang Anda curi harus dikembalikan kepada pemiliknya dengan nilai yang sama saat Anda curi, jika pemiliknya masih hidup. Atau, dapat Anda berikan kepada ahli warisnya (jika pemiliknya sudah meninggal dunia). Apabila itu semua tidak memungkinkan, maka Anda harus menyedekahkannya kepada kaum fakir dengan niat sedekah atas nama pemilik harta tersebut.
Apabila setelah Anda bersedekah ternyata pemiliknya datang, atau Anda mengetahui tempat tinggal ahli warisnya, maka Anda harus menyerahkannya senilai harta itu. Insya Allah, Anda akan mendapatkan pahala bersedekah. Mengenai kambing yang Anda curi, Anda harus mengembalikannya kepada pemiliknya, beserta seluruh hasil yang telah berkembang, jika pemiliknya masih hidup. Atau boleh kepada ahli warisnya jika mereka ada. Jika mereka tidak ada atau tidak diketahui, maka Anda dapat memperkirakan nilai kambing itu ketika dicuri sekaligus nilai harta yang telah berkembang, kemudian Anda sedekahkan atas nama pemiliknya.

Apabila pemiliknya datang, atau Anda mengetahui keberadaannya atau ahli warisnya di mana pun mereka berada, maka Anda harus menyerahkan kambing tersebut beserta harta yang telah berkembangbiak, atau yang senilai dengan itu, sama seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Insya Allah, Anda akan mendapatkan pahala bersedekah. Jika Anda melakukan pencurian tersebut bersama rekan, maka Anda dapat membebaskan sejumlah tanggungan Anda dengan mengembalikan apa yang Anda curi kepada pemilik, atau bersedekah sesuai nilai harta curian atas nama pemiliknya (Ini jika Anda tidak menemukan pemilik atau ahli warisnya, sama seperti sebelumnya). Selain itu, Anda harus bertobat dengan sebenar-benarnya dan tidak mengulangi tindakan buruk seperti itu. Anda harus menasihati rekan yang terlibat dalam pencurian supaya mereka membebaskan tanggungan kewajiban mereka atas perbuatan yang mereka lakukan, sambil memperingati mereka akan beratnya siksaan Allah. Mengambil harta orang lain adalah tindakan kezaliman atas mereka. Itu semua tidak dapat gugur kecuali dengan mengembalikan hak-hak mereka, atau hingga pemiliknya mau memaafkan dan merelakan haknya.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Bakr Abu Zaid selaku  Anggota    
Shalih al-Fawzan selaku Anggota    
Abdullah bin Ghadyan  selaku Anggota    
Abdul Aziz Alu asy-Syaikh selaku Wakil Ketua    
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku Ketua
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa 11/208-210 Fatwa Nomor:20777

Anda harus bertaubat kepada Allah ta'ala atas dosa-dosa yang anda lakukan saat anda sudah baligh dan mengerti. Konsekwensi dari taubat untuk dosa semacaam pencurian adalah mengembalikan barang yang dicuri. Apabila memungkinkan untuk meminta maaf maka lakukanlah bersamaan dengan pengembalian barang yang dicuri (atau barang yang sejenis atau yang senilai bila barang yang dicuri sudah habis atau rusak) ini supaya dia tidak menyimpan lagi rasa benci karena didholimi 

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com