SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Lelah dengan Keadaan


Akhwat (surabaya)
4 years ago on Aqidah

Assalamualaikum ustadz, Saya ingin bertanya, Bolehkah saya berdoa yg isinya adalah "jika hidup saya tidak bermanfaat ambil saja nyawa saya dalam keadaan khusnul khotimah" Doa ini saya panjatkan ketika saya benar2 lelah, apapun yg saya lakukan salah di mata orang tua. Padahal meskipun dari kecil ibu benci saya, saya tetap ingin membahagiakan beliau. Saya sampai takut untuk ngobrol dg ibu saya, karena ujungnya saya akan salah meskipun itu obrolan ringan dan akan diungkit kesalahan2 saya sejak kecil. Saya tau diri karena belum bisa memberi justru saya pernah kecelakaan dan menghabiskan banyak uang untuk pengobatan. Sehingga, saya bertekad jika saya tidak bisa jadi manusia yg bermanfaat saya ingin diambil nyawa saya agar tidak menjadi beban keluarga. Terima kasih ustadz
Redaksi salamdakwah.com
4 years ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Kami turut prihatin membaca apa yang menimpa anda, namun berharap untuk meninggal karena cobaan urusan dunia adalah terlarang.  Ada pertanyaan yang ditujukan kepada Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi," Saya seorang pemuda yang menderita kondisi psikologi yang sulit. Dari dahulu hingga saat ini, saya selalu mengharapkan kematian agar saya bisa tenang. Apakah hal itu dibolehkan? Dan apa yang harus saya lakukan? karena keberagamaan dan keislaman saya lemah, di samping itu keluarga saya dan orang-orang juga mencela saya?

Mereka menjawab: Anda tidak boleh mengharapkan kematian berdasarkan makna umum dari sabda Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam


" لاَ يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمُ المَوْتَ مِنْ ضُرٍّ أَصَابَهُ، فَإِنْ كَانَ لاَ بُدَّ فَاعِلًا، فَلْيَقُلْ: اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الحَيَاةُ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ الوَفَاةُ خَيْرًا لِي



 Janganlah sekali-kali di antara kalian ada yang berangan-angan untuk mati karena sebuah bencana yang menimpanya. Jika memang mengharuskan demikian, maka hendaknya berdoa: “Ya Allah, hidupkanlah aku jika memang kehidupan itu lebih baik untukku dan matikanlah aku jika kematian itu lebih baik untukku". HR. Bukhari no.5671; Muslim no.2680 dan yang lainnya. Lafadz di atas adalah lafadz Bukhari


Oleh karena itu kami memberi nasehat kepada Anda agar bertaubat, beristighfar, banyak melakukan ketaatan, selalu menunaikan ibadah-ibadah fardhu, dekat dengan orang-orang baik dan banyak berkumpul dengan mereka, serta menjauhi orang-orang yang berperilaku buruk dan tidak berkumpul dengan mereka. Semoga Allah menyembuhkan Anda dan melapangkan hati Anda untuk kebenaran.


Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Abdullah bin Ghadyan selaku Anggota    
Abdurrazzaq `Afifi  selaku Wakil Ketua Komite    
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz  selaku Ketua
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah  3/523-524. Pertanyaan Ketiga dari Fatwa Nomor 6354

Di sisi lain ada riwayat yang menerangkan hikmah panjang umur dengan tidak meminta mati. Dalam salah satu riwayat shahih disebutkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,"


وَلاَ يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمُ المَوْتَ: إِمَّا مُحْسِنًا فَلَعَلَّهُ أَنْ يَزْدَادَ خَيْرًا، وَإِمَّا مُسِيئًا فَلَعَلَّهُ أَنْ يَسْتَعْتِبَ "


Janganlah salah seorang dari kalian berharap untuk mati. Adakalanya dia adalah orang yg baik, maka barangkali akan bertambah kebaikannya (ketika dia masih hidup); & adakalanya ia adalah orang yg -selalu berbuat- jelek, maka barangkali ia bertaubat dan meminta kerelaan (bila dosa berkaitan dengan makhluq). [HR. Bukhari no.5673 dan yang lainnya].

Faktanya apa yang menimpa anda bukanlah hal yang paling menyakitkan di dunia, apabila kita melihat korban peperangan di suriah sekarang ini maka kita akan kaget dan tahu betapa nikmat Allah amatlah besar dan amatlah banyak telah kita terima. Kita selayaknya melihat orang yang berada dibawah kita saat kita merasa berat dalam menghadapi cobaan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:



«انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللهِ  عَلَيْكُمْ»

”Lihatlah orang yang lebih rendah (kenikmatannya) dari kalian dan janganlah melihat kepada yang lebih banyak (kenikmatannya) dari kalian agar kalian tidak mencela nikmat yang Allah anugerahkan kepada kalian.”HR. Muslim no.2963 dan yang lainnya

Terkait oang tua yang memiliki kecendrungan buruk, layak kiranya anda memperhatikan bahwa tidak sedikit orang yang juga ditekan oleh oang tua dan keluarganya. Nabi Ibrahim alaihissalam dalam rangka menegakkan kebaikan pernah diancam oleh ayah beliau sendiri Azar mengingkari dan bahkan mengancam Nabi Ibrahim as dengan rajam dan pengusiran dalam surat Maryam ayat 46 disebutkan


قَالَ أَرَاغِبٌ أَنتَ عَنْ آلِهَتِي يَا إِبْرَاهِيمُ ۖ لَئِن لَّمْ تَنتَهِ لَأَرْجُمَنَّكَ ۖ وَاهْجُرْنِي مَلِيًّا

Berkata bapaknya: “Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama”.

Oleh karena itu semua ambillah sisi positif dari apa yang menimpa anda sekarang dengan menjadikan cobaan ini sebagai sumber pahala dengan terus bersabar. Sertailah kesabaran itu dengan usaha untuk memperbaiki diri supaya bisa menunjukkan bahwa anda masih berguna dan tidak menjadi beban bagi keluarga. Semoga Allah ta'ala memberi anda kesabaran dan kesempatan untuk bangkit lagi menjadi pribadi yang lebih tegar dan kuat dalam mengarungi kehidupan yang penuh dengan goncangan ini.


وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com