SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Adik Memutus Silaturahim


Akhwat (Bandung)
3 years ago on Keluarga

Assalamu'alaikum ustad Sudah hampir satu bulan saya dan adik kandung saya (sebut saja A) tidak saling bertanya. Dia bilang pada saudara yang lain karena sakit hati anaknya dibentak oleh saya. Kalau soal membentak memang saya akui, tapi saat itu saya membentak ada dia dan suaminya (di ruangan lain). Alasan saya membentak anaknya karena anaknya ambil rokok di warung ayah saya, kemudian memakannya, kemudian memotong-motong batangan rokok itu, dan membuangnya (sesuai cerita adik saya yang sedang jaga warung/sebut saja B/ karena dia memang memanggil A bahwa anaknya nakal). Saya yang sedang menyusui langsung ke jendela rumah (warung dan rumah berjarak sekitar 3 meter) dan membentak keponakan saya disaksikan A dan didengar oleh suaminya yang sedang di kamar mandi (sebut saja C). Kemudian saya ke warung dan ngomel kepada anaknya "kamu ngambilin dagangan abah emangnya bayar? Kasian abah cape-cape belanja malah diambilin". Saya berkata demikian memang dengan maksud A ngerti juga, tapi dia diam saja. Malamnya mereka bertiga jalan-jalan, kemudian saat pulag, si anak dibentak oleh A (memang sering dibentak) dan C (suaminya) bilang sambil lewat kamar saya "di sana dibentak, di sini dibentak". dijawablah oleh istrinya "kamu kan nggak tau sehari-harinya dia gimana, kamu kan nggak ada di rumah". Kemudian, C balik lagi ke warung karena anaknya masih di warung, dia panggil-panggil anaknya yang memang masih belum mau pulang ke rumah. Kemudian C bentak anaknya di hadapan ayah saya dan 3 adik saya yang lain. Suaranya terdengar sampai rumah (karena saya sedang di rumah). Saya langsung turun, saat C naik dengan anaknya, dan A turun ke warung. Saya bilang "si C bentak anaknya di hadapan Bapak?" saya sengaja bilang begitu supaya terdengar A kalau bapaknya tidak dihargai oleh suaminya. Kemudian saya naik lagi ke rumah untuk ambil anak saya yang masih bayi dan bilang ke C yang sedang ada di ruang tamu, "anak jangan dibentak". Kemudian, saya turun ke warung. C nyusul saya dia marahin saya. Saya juga marah, saya bilang saya nggak terima dia bentak anaknya di hadapan bapak. Tapi dia malah bilang kalau dia bilang nggak terima juga. Di sini saya nggak ngerti dengan perkataannya beberapa kali. Ternyata dia mempermasalahkan bentakan saya siang sebelumnya. Saya bingung kalau memang tidak terima kenapa tidak langsung saja siang sebelumnya dia marah ke saya bukan malam itu. Tapi dengan kesal saya minta maaf padanya kalau saya sudah bentak anaknya. dia pun minta maaf kepada Bapak. Besoknya saya dan C serta anaknya sudah biasa, tapi A sebagai adik kandung saya, bersikap memutus silaturahim, sampai sekarang. Setelah diingat-ingat, memang sertiap mereka bertengkar mengenai apa saja, saya selalu menjadi pelampiasan. Sampai saat ini saya tidak minta maaf pada A karena saya merasa tidak salah padanya dan kalaupun salah saya sudah minta maaf pada anaknya. Saya sempat takut dosa karena silaturahim saya seperti ini dengan adik kandung saya. Tapi bapak saya dan adik saya yang lain bilang nggakperlu minta maaf, A memang sombong nanti malah dia yang menang dan merasa makin sombong. Karena sebelum ibu saya meninggal 6 bulan sebelum kejadian ini, beliau mewanti-wanti untuk melihat sikap A karena kemungkinan kalau misalnya bapak dan ibu sudah tidak ada, dia akan mengambil alih harta orang tua. Jadi, saya harus bagaimana? Saya cuma bisa berdoa pada Alloh agar ia dibukakan hatinya, dilembutkan hatinya untuk menjalin silaturahim lagi karena ia benar-benar seperti raja di rumah. Saya tidak minta maaf setelah saya pikir-pikir selama ini dia akan selalu memutus silaturahim kalau dia sedang marah pada saya. Bahkan bapak dan ibu saya sempat bilang dia iri dengan pencapaian saya. Di hari ibu saya meninggal, malamnya ia bilang pada adik bungsu saya, "kita lihat Mba atau teteh yang punya mobil lebih banyak". Padahal saya nggak pernah berpikiran mau saingan dengan dia ya karena mana mungkin saingan dengan adik sendiri. Sampai saat ini pun, kalau saya pulang ke rumah bapak (saya sudah tinggal di rumah sendiri) dia selalu pergi tidak mau lihat muka saya. Saya takut berdosa, tapi saya berpikir lagi, kalau saya membiarkan dia menang dengan kondisi ini, dia akan semena-mena pada orang rumah (bapak dan 3 adik saya). Apakah sikap saya sudah benar? Karena bapak dan 3 adik saya mendukung saya untuk tak mempedulikannya.
Redaksi salamdakwah.com
3 years ago

 


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته


Selayaknya Anda bersabar dan tetap berusaha untuk menyambung silaturrahim dengan saudara Anda, tetaplah anda menyambung tali silaturrahim dengan adik anda. Imam nawawi menulis pengertian shilaturrahim sebagai berikut (terjemahannya) :  Silaturrahim adalah berbuat baik kepada kerabat sesuai dengan yang menyambung dan yang disambung (dalam silaturrahim),kadang dengan harta,kadang dengan pelayanan,kadang dengan kunjungan dan salam serta yang lainnya. Syarh sohih muslim oleh imam Nawawi juz 2 hal 201

Syaikh Utsamin juga menerangkan lebih jelas bentuk silaturrahim: Silaturrahim terlaksana sesuai dengan adat dan yang diikuti oleh orang-orang, karena di Qur’an dan Sunnah belum dijelaskan macam dan jenis dan ukurannya, Rasul Shallallahu alaihi wa sallam juga belum membatasi dengan batasan tertentu, (tapi ini terbatas pada adat orang islam bukan adat orang kafir.pen).
http://www.ibnothaimeen.com/all/books/article_18186.shtml
 

Respon buruk dia atas kebaikan anda jangan dimasukkan ke dalam hati teruslah berusaha menjaga hubungan silaturrahim. Abu Hurairah radhiyallahu anhu menceritakan kisah yang ada kemiripannya dengan kisah yang Anda ceritakan:


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَجُلًا قَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّ لِي قَرَابَةً أَصِلُهُمْ وَيَقْطَعُونِي، وَأُحْسِنُ إِلَيْهِمْ وَيُسِيئُونَ إِلَيَّ، وَأَحْلُمُ عَنْهُمْ وَيَجْهَلُونَ عَلَيَّ، فَقَالَ: «لَئِنْ كُنْتَ كَمَا قُلْتَ، فَكَأَنَّمَا تُسِفُّهُمُ الْمَلَّ وَلَا يَزَالُ مَعَكَ مِنَ اللهِ ظَهِيرٌ عَلَيْهِمْ مَا دُمْتَ عَلَى ذَلِكَ


Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata: Seorang laki-laki berkata:“Wahai Rasulullah aku mempunyai kerabat, aku menyambung tali silaturrahim ke mereka namun mereka memutuskan tali silaturrahim kepadaku, aku berbuat baik kepada mereka namun mereka berbuat jahat kepadaku, aku lemah lembut kepada mereka namun mereka berbuat kasar kepadaku. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Jika keadaanmu seperti yg engkau katakan, seakan-akan engkau menutupi mereka dengan rasa jenuh dan senantiasa akan ada bersamamu penolong dari Allah selama engkau demikian.” HR. Muslim. no. 2558 dan yang lainnya.

Perlu difahami bahwa  menyambung silaturrahim yang sesungguhnya adalah menyambung silaturrahim kepada keluarga yang memutus silaturrahim kepada kita. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


لَيْسَ الوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ، وَلَكِنِ الوَاصِلُ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا


"Orang yang menyambung silaturrahim bukanlah orang yang menyepadani (dalam silaturrahim) akan tetapi orang yang menyambung silaturrahim adalah orang yang menyambungnya kembali ketika tali silaturrahmi itu sempat terputus. HR. Bukhari no. 5991:

Janganlah anda membalas pemutusan silaturrahim oleh saudara anda dengan hal yang serupa mengingat bila demikian dikhawatirkan anda termasuk orang yang memutus tali silaturrahim padahal Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah memperingatkan:


لاَ يَدْخُلُ الجَنَّةَ قَاطِعٌ


Tidaklah masuk Surga orang yang memutus tali silaturrahim. HR. Bukhari no.5984 dan Muslim no.2556

Apabila ingin menasehati saudara anda maka nasehatilah dia dengan bijak, pilihlah waktu dan moment yang tepat. Apabila dia masih berbuat buruk anda bisa meminta bantuan orang yang disegani di daerah anda untuk menasehatinya. Semoga Allah ta'ala kembali menyatukan hati keluarga anda.

Ini menjadi pelajaran bagi anda untuk masa mendatang, yakni anda perlu menasehati dengan bijak anggota keluarga anda yang perlu dinasehati. Terkait masalah rokok, perlu diketahui bahwa menurut pendapat yang kuat rokok hukumnya haram silahkan melihat jawaban kami sebelumnya di link ini. Silahkan melihat juga melihat pembahasan singkat kami terkait hukum berjualan rokok di link  ini

والله تعالى أعلم بالحق والصواب
 
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com