SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Menghadapi Istri Yang Tidak Taat


Ikhwan (Banjarbaru - Kalimantan Selatan)
2 years ago on Keluarga

Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barokaatuh ustadz, kalau dilihat dari segi kafa'ah antara suami istri ini sebelum menikah, sudah satu kufu', sebab sama-sama keadaan ekonomi, pendidikan, nasab keluarga, semuanya dalam tingkatan yang sama. Yang membedakan adalah, suami dididik dengan kemandirian dan hidup prihatin oleh keluarganya, sedangkan istri dimanjakan oleh keluarganya, sehingga ketika membangun rumah tangga, sang suami masih mempraktekan gaya hidup yang biasa dilakukannya, tidak suka jajan, beli pakaian 1 tahun sekali, dan qadarallah suami punya penghasilan yang tidak berlebih. Berbeda dengan kehidupan yang dilakukan oleh sang istri, suka jajan, makan selalu beli makanan jadi, shopa holic, beli sepatu, tas, dompet bisa rutin setiap bulan, bahkan lebih, belum lagi kosmetiknya... terlepas dari itu semua, sang istri rajin sekali beres-beres rumah, cuci baju hampir setiap hari, cuci piring, nyapu ngepel dilakukan sendiri, karena belum bisa pakai pembantu. Pertanyaannya : 1. Pada dasarnya, suami tidak setuju (ingkar munkar) istri kerja jadi guru SMA, karena muridnya sudah baligh, dan ikhtilath terjadi, tapi karena suami belum bisa penuhi semua keperluan istri, dan istri minta dipenuhi keperluannya, karena itu katanya tanggung jawab suami. Maka suami membiarkan (bukan mengizinkan) istri bekerja. 2. Karena suami biasa hidup mandiri dan tidak suka membebani orang tua, suami tidak pernah minta bantuan modal/sejenisnya kepada orang tuanya, jadi dia jalani semampunya, tahun berganti tahun, suami terus bersabar, walaupun sering istri angkat suara, membentak, menghina dan membantah apa yangbdilarang suami, suami terus bersabar, karena sudah ada dua anak, pikir suami anak-anak akan jadi korban kalau terjadi perceraian, dan iblis pun akan bersorak, suami mencoba menjalankan hadits maafkan lah pembantumu 70x sehari, apalagi ini istri... dan mencoba menjalankan hadits "janganlah kau membenci istrimu, kalau ada yang jelek darinya, pasti banyak yang bagus juga darinya...???" Dan mencoba menerapkan saran Ustadz Syafiq "Hidup di dunia ini mau berapa lama sih...??? Coba sabar lagi sedikit lagi, siapa tahu kita besok mati". Mohon pencerahan apakah SABARnya sudah benar...????
Redaksi salamdakwah.com
2 years ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Apabila gaji anda cukup untuk kebutuhan pokok keluarga maka tinggal anda mendidik istri untuk hidup sederhana dan meminta dia meninggalkan pekerjaan dia yang dipenuhi ikhtilat. Berjanjilah kepada dia bahwa anda akan berusaha untuk mencari tambahan penghasilan supaya bisa mengikuti keinginan dia yang tidak menyelisihi syariat. Kalau bisa anda juga mencarikan ganti pekerjaan yang yang bersih dari pelanggaran syariat misalnya berjualan online dari rumah dengan memperhatikan aturan-aturan syar'i dalam berjualan online.  Apabila dia menolak arahan anda dan tetap ingin bekerja di tempat yang dipenuhi ikhtilat maka anda bisa menerapkan tuntunan al-Qur'an dalam menghadapi pasangan hidup yang melakukan nusyuz (pembangkangan). Allah ta'ala berfirman dalam surat an-Nisa' ayat 34

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ وَاللاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا


Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. sebab itu Maka wanita sholehah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, Maka nasehatilah mereka dan berpisahlah dengan mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. kemudian jika mereka mentaatimu, Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar

 Tahapan dalam menghadapi pembangkangan istri dalam ayat tersebut ada tiga:

1. Suami Memberinya Maw’idhah yaitu dengan menjelaskan aturan Allah ta’ala dalam masalah keta’atan dan pembangkangan kepada suami, kemudian dia menyemangati untuk mentaatinya dan menakut-nakutinya dengan efek buruk pembangkangan. Apalagi dalam pelanggaran syariat seperti ini. Kalau istri sadar dengan kesalahannya maka itu baik dan itulah yang diharapkan. Akan tetapi jika istri tetap membangkang maka kita menuju ke tahapan berikutnya

2. Suami memboikot istri di tempat tidur, dengan cara tidak bersetubuh dengannya dan tidak tidur di satu ranjang. Ini dilakukan secukupnya, maksudnya sampai istri berubah dari sikapnya yang tidak benar tersebut. Kalau cara ini belum membuahkan hasil maka kita menuju tahapan ke tiga

3. Suami memukul istri dengan pukulan yang tidak keras (pukulan yang tidak membahayakan dan tidak sampai memar)
Penjelasan singkat mengenai point-point di atas diterjemahkan dan diringkas dari Taisir Al-Karim Ar-Rahaman oleh syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di hal.177

Bisa juga anda meminta bantuan keluarga dia atau ulama' setempat yang didengar perkataannya oleh dia supaya mereka menasehatinya untuk hidup sederhana dan meninggalkan larangan Allah ta'ala termasuk ikhtilat.  Apabila dia masih tetap tidak berkenan untuk meninggalkan pekerjaan dia yang dipenuhi ikhtilat maka anda bisa menakutinya dengan menjatuhkan talak. Apabila dia tidak takut maka anda bisa menjatuhkan talak pertama. Apabila dia rujuk maka alhamdulillah. Apabila talak itu tidak berpengaruh dalam merubah akhlaknya maka anda bisa menjatuhkan talak dua, bila tidak ada perubahan maka anda bisa menjatuhkan talak tiga. dalam kasus semacam ini istri anda bukan hanya tidak taat kepada anda namun lebih penting dari itu dia tidak taat kepada Allah ta'ala yang telah berfirman dalam surat  Al-Isra' ayat 32:

 
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

 
“Dan janganlah kalian mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”

Kami berdoa dan berharap semoga Allah ta'ala memberikan taufiq dan hidayahnya kepada istri anda sehingga dia bisa menjadi istri sholehah yang taat kepada Allah ta'ala dan taat kepada suaminya dalam hal yang tidak menyelisihi syariat.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

 والله تعالى أعلم بالحق والصواب

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com