SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hati Yang Hampa Setelah Dikhianati


Akhwat
3 years ago on Aqidah

Assalamualaikum, Saya ingin mengemukakan pertanyaan jika hati kita terasa kosong seperti tidak mahu teruskan kehidupan lagi, apa yang perlu saya lakukan? sebelum ni tidak pernah bercinta dengan mana2 lelaki, kerana saya takut berlakunya zina.. apabila umur sya menjangkau usia 27 thn.. saya rasa saya perlu mencari seorang teman sebagai suami.. dan pada masa saya sudah bersedia utk menerima, si A seorang dudu datang menyatakan hasratnya untuk berkenalan dengan saya, apa awalnya saya menolak untuk berkenalan sebab dia telah mempunyai 3 org anak. Namum si A datang lagi kali ini dengan hasrat untuk memperisterikan saya. Saya terima di sebabkan anak2 tidak mahu duduk dengan di kerana dia tidak bergitu senang. Dan kami pun bertunang pada waktu bertunang ini lah saya mula alfa.. saya cuba bertahan tidak terlalu sayang dengan si A namun si A seorang yang sangat pandai mengambil hati saya, dan saya mula sayang pada dia apatah lagi si A adalah tunang saya dan kami akan bakal berkahwin.. kami semakin rapat dan akhirnya kami berzina.. setiap kali saya berzina dengan dia hati saya x penah tenang dan saya mintak agar perkahwinan kami di segerakan dan berlakulah pergaduhan yang besar kerana dia tidak mempunyai kewangan yang memcukupi saya paksa dia untuk terus kahwin dengan saya walaupun dengan jumlah wang yang sedikit namun dia tak mahu kerana tak nak malu. Dia meminta saya untuk beri dia masa. Pada satu hari salah seorang anaknya datang dan ingin duduk dengannya.. dan dia membuat keputusan untuk memutuskan pertunangan ini. Saya tidak dapat menerima hakikat.. dengan apa yang telah berlaku malah hati saya sangat sakit. Kenapa saya... sedang bukan saya minta jadi bergini Tolanglah bantu saya.. hati saya sangat kosong sekarang..
Redaksi salamdakwah.com
3 years ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Pertama-tama kami nasehatkan kepada anda untuk bertaubat kepada Allah ta'ala dengan taubat nasuha dari perbuatan zina yang merupakan dosa besar terhadap Allah ta'ala. Apa yang menimpa anda bisa jadi merupakan hukuman atas dosa besar yang anda perbuat dalam surat an-Nisa' ayat 79:

( وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ )

“Dan apa saja bencana yang menimpamu, maka itu dari (kesalahan) dirimu sendiri.”

Allah ta'ala juga berfirman di surat asy-Syuro ayat 30

( وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ )

“Dan apa saja musibah yang menimpa kalian maka adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan kalian).”

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz pernah ditanya," Apabila seseorang ditimpa suatu penyakit atau bencana buruk pada diri atau hartanya, bagaimana cara mengetahui bahwa bencana yang datang itu sebagai ujian atau kemurkaan Allah?"


Beliau menjawab," Allah 'Azza wa Jalla menguji para hamba-Nya dengan kesenangan dan kesusahan dan dengan kesulitan dan kelapangan. Terkadang Allah menguji mereka untuk menaikkan derajat mereka dan mengangkat kedudukan diri mereka serta melipatgandakan pahala amal kebaikan yang mereka lakukan. Hal itu juga Allah berlakukan pada para nabi dan para rasul 'Alaihimush Shalatu was Salam dan para hamba-Nya yang saleh. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam,

أشد الناس بلاء الأنبياء ثم الأمثل فالأمثل

"Orang yang paling berat ujiannya adalah para nabi kemudian orang-orang pilihan setelah mereka."

Terkadang Allah menurunkan musibah karena maksiat dan dosa sehingga musibah yang datang adalah azab yang disegerakan. Allah Subhanahu berfirman (asy-Syuro:30),

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

Dan musibah apa saja yang menimpa kalian maka itu adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan kalian).

Kebanyakan manusia itu lalai dan enggan melakukan kewajiban sehingga musibah yang menimpanya adalah karena dosa dan kelalaiannya dalam menjalankan perintah Allah. Apabila seorang hamba saleh ditimpa cobaan penyakit atau sejenisnya, maka cobaan ini sama dengan ujian yang pernah menimpa para Nabi dan para Rasul untuk mengangkat derajat dan melipatgandakan pahala serta menjadi contoh teladan bagi orang lain dalam kesabaran dan keikhlasan di dalam menerima cobaan. Kesimpulannya adalah bahwa suatu musibah bisa jadi untuk mengangkat derajat dan melipagandakan pahala sebagaimana ujian yang pernah ditimpakan Allah kepada para Nabi dan orang-orang saleh dan bisa jadi ujian itu untuk menghapus amal-amal buruk sebagaimana firman Allah Ta'ala (an-Nisa':123),

مَنْ يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ

Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu

Dan sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam,"

ما أصاب المسلم من هم ولا غم ولا نصب ولا وصب ولا حزن ولا أذى إلا كفر الله به من خطاياه حتى الشوكة يشاكها

Tidak ada kegelisahan, kegundahan, keletihan, sakit, kesedihan atau gangguan yang dirasakan seorang Muslim, bahkan duri yang melukainya, kecuali Allah mengampuni dosa-dosanya karena hal-hal tersebut."

Serta sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam,"

(من يرد الله به خيرا يصب منه)

Barangsiapa diinginkan Allah mendapat kebaikan, maka Dia akan menurunkan musibah."

Ujian juga bisa jadi sebagai azab yang disegerakan oleh Allah karena maksiat dan pelakunya tidak mau segera bertobat sebagaimana hadis dari Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam bahwasanya ia bersada, "

إذا أراد الله بعبده الخير عجل له العقوبة في الدنيا وإذا أراد الله بعبده الشر أمسك عنه بذنبه حتى يوافي به يوم القيامة

Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba-Nya, maka Dia menyegerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menginginkan keburukan pada hamba-Nya, maka Dia tidak langsung menghukumnya karena dosanya hingga kelak Dia menghukumnya pada hari kiamat." Hadits ini diriwayatkan oleh Tirmidzi yang menyatakannya sebagai hadis hasan.
https://www.binbaz.org.sa/fatawa/115#ftn2

Berdasarkan keterangan umum dari syaikh Masyhur bin Hasan hafidhohullahu ta'ala terkait musibah yang datag sebagai hukuman, Yang perlu anda laksanakan sekarang adalah
- bertaubat
- beristighfar
- bersabar
- ridho,
- berusaha menambah ketakwaan
- meminta tolong kepada Allah ta'ala
- memperbaiki jalan hidup
- berusaha untuk istiqomah di jalan Allah ta'ala
- berusaha menyesuaikan diri dengan sunnatullah.

Kami nasehatkan pula untuk semangat dalam menuntut ilmu syar'i dan memilih kawan dan lingkungan yang baik. Bisa jadi diantara hikmah dari musibah yang menimpa anda adalah menjauhkan anda dari laki-laki yang tidak baik dari kehidupan anda. Semoga dengan perubahan diri anda menjadi wanita yang menjunjung tinggi aturan syariat, Allah ta'ala berkenan mengkaruniakan kepada anda seorang suami yang sholeh dan mengajak anda untuk taat kepada Allah ta'ala selalu sehingga kebahagiaan dunia dan akhirat bisa terwujud dalam kehidupan anda  

 

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

 

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com