SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Ba'diyah Ashar?


Ikhwan (Lembang, Bandung)
4 years ago on Fiqih

Asalamualaikum.. Afwan ustad ana mau tanya apakah ada shalat ba'diyah ashar?
Redaksi salamdakwah.com
4 years ago

 


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته


Alhamdulillahi wa ash-Sholatu wa as-Salamu ala Rasulillahi wa 'ala Alihi wa sahbihi wa Man waalahu

Shalat sunnah Rawatib sehari semalam adalah 12 raka'at, berikut ini dalil dan bentuk pelaksanaannya

Pertama:
Riwayat Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma


حَفِظْتُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ رَكَعَاتٍ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ فِي بَيْتِهِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ فِي بَيْتِهِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الصُّبْحِ.


“Aku menghafal sesuatu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berupa shalat sunnat sepuluh raka’at yaitu; dua raka’at sebelum shalat zuhur, dua raka’at sesudahnya, dua raka’at sesudah shalat maghrib di rumah beliau, dua raka’at sesudah shalat isya’ di rumah beliau, dan dua raka’at sebelum shalat subuh. HR. Bukhari no.1180

Kedua:
Riwayat Aisyah dan Ummu Habibah radhiyallahu anhuma yang menunjukkan tambahan raka'at sebelum Dhuhur


أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَا يَدَعُ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْغَدَاةِ.


“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan shalat sunnat empat rakaat sebelum zuhur dan dua rakaat sebelum shalat subuh”. HR. Bukhari no.1182

Riwayat Aisyah dan Ummu Habibah ini dianggap sebagai tambahan dan tidak dibuang meski dhohirnya bertentangan dengan hadits sebelumnya, karena menurut kaidah ilmiah disebutkan bahwa: perkataan orang yang hafal sesuatu dalam satu masalah adalah hujjah atas perkataan orang yang tidak hafal dalam masalah tersebut.

Maksudnya, perkataan orang yang hafal lebih diutamakan atas perkataan orang yang tidak hafal. Dan Ibnu Umar radhiyaallahu anhuma dalam masalah ini hanya mengetahui 2 raka’at saja sebelum Dhuhur sedangkan Aisyah dan Ummu Habibah radhiyallahu anhuma hafal 2 raka’at tambahan yang tidak diketahui oleh Ibnu Umar. Lih, Majmu’ Fatawa Ibnu Baz juz.11 hal.281

Dari sini bisa diketahui bahwa tidak ada shalat rawatib setelah Ashar atau ba'diyah Ashar namun bisa jadi seseorang melaksanakan shalat sunnah setelah Ashar dengan niat Qadha' rawatib Dhuhur, dan ini dibolehkan sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam riwayat Ummu Salamah radhiallahu anha, sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam shalat dua rakaat setelah Ashar, lalu ia ditanya tentang hal tersebut, maka beliau bersabda,


يَا بِنْتَ أَبِى أُمَيَّةَ ، سَأَلْتِ عَنِ الرَّكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعَصْرِ ، وَإِنَّهُ أَتَانِي نَاسٌ مِنْ عَبْدِ الْقَيْسِ فَشَغَلُونِي عَنِ الرَّكْعَتَيْنِ اللَّتَيْنِ بَعْدَ الظُّهْرِ ، فَهُمَا هَاتَانِ.


"Wahai puteri Abu Umayah (maksudnya Ummu Salamah), engkau menanyakan tentang dua rakaat setelah shalat Ashar. Telah datang menemuiku orang-orang dari kabilah Abdil-Qais, sehingga aku tidak sempat melaksanakan kedua rakaat tersebut setelah Zuhur. Maka itulah kedua rakaat (yang aku lakukan setelah shalat Ashar)."HR. Bukhari, no. 1233, dan Muslim, no. 834

Imam Nawawi rahimahullah berkata, "Yang benar adalah bahwa mengqadha shalat sunnah disunnahkan." Pendapat ini juga dinyatakan oleh Muhammad Al-Muzani, Ahmad dalam salah satu riwayatnya. Sedangkan Abu Hanifah, Malik dan Abu Yusuf dalam riwayatnya yang paling terkenal berpendapat bahwa (shalat sunnah) tidak diqadha. Dalil kami adalah hadits shahih ini." (Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab, 4/43)

 
والله تعالى أعلم بالحق والصواب
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com