SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Sarung Sutera


Ikhwan (jambi)
4 years ago on Fiqih

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِوَبَرَكَاتُهُ hukum memakai sarung sutra bagaimana ya?dalam sholat maupun diluar sholat? bagaimana klo bahan nya campuran,tidak sepenuhnya sutera?  جزاك الله خيرا
Redaksi salamdakwah.com
4 years ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه وسلم

Hukum asalnya sutera hanya boleh dipakai kaum wanita dan laki-laki yang terpaksa mengenakan sutera karena menghindari penderitaan penyakit tertentu bila mereka  memakai kain jenis lain (seperti gatal terkena penyakit kudis). Dalam salah satu riwayat shahih disebutkan

  عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: «رَخَّصَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلزُّبَيْرِ وَعَبْدِ الرَّحْمَنِ فِي لُبْسِ الحَرِيرِ، لِحِكَّةٍ بِهِمَا»

 

Anas mengatakan: Nabi -shollallohu alaihi wasallam- telah memberikan keringanan kepada Abdurrohman bin Auf dan Az-Zubair untuk memakai baju dari sutra karena sakit kudis yg diderita keduanya. (HR. Bukhori: 5839, Muslim: 2076). Lafadz di atas adalah lafadz Bukhari


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زُرَيْرٍ يَعْنِي الْغَافِقِيَّ، أَنَّهُ سَمِعَ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، يَقُولُ: إِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَخَذَ حَرِيرًا فَجَعَلَهُ فِي يَمِينِهِ، وَأَخَذَ ذَهَبًا فَجَعَلَهُ فِي شِمَالِهِ ثُمَّ قَالَ: «إِنَّ هَذَيْنِ حَرَامٌ عَلَى ذُكُورِ أُمَّتِي


Dari Abdullah bin Zurair -yaitu Al Ghafiqi- Bahwasanya ia mendengar Ali bin Abu Thalib radliallahu 'anhu berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mangambil sutera lalu meletakkannya pada sisi kanannya, dan mengambil emas lalu meletakkannya pada sisi kirinya. Kemudian beliau bersabda: "Sesugguhnya dua barang ini haram bagi umatku yang laki-laki."."HR. Abu Daud no. 4057 dan Tirmidzi no.1720 dan Nasa'i no. 5144 dan Ibnu Majah no. 3595. Dishohihkan oleh Albani

Apabila seorang laki-laki tidak terkena udzur yang membolehkan dia untuk memakai sutera dia tetap boleh memakai pakaian yang dihiasi dengan bordiran atau pola tertentu dari sutera dengan catatan jumlah keseluruhannya tidak melebihi empat jari. Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa ARab Saudi menerangkan," Tidak boleh mengenakan pakaian dari sutera murni atau percampuran (antara sutera dengan yang lainnya) kecuali jika percampuran itu bentuknya adalah sutera itu dibentuk tersendiri semacam bordiran atau sejenisnya dengan catatan jumlah keseluruhannya tidak lebih dari empat jari. Apabila demikian maka itu dibolehkan berdasarkan riwayat Muslim dari Umar bin al-Khattab radhiyallahu anhu:


 أن النبي صلى الله عليه وسلم نهى عن لبس الحرير إلا موضع إصبعين أو ثلاث أو أربع

Sesungguhnya Rosululloh –shollallohu alaihi wasallam– telah melarang mengenakan pakaian sutra, kecuali yang (kadarnya) sebatas dua jari, atau tiga jari, atau empat jari. HR. Ahmad 1/51; Muslim 3/1643 no.2069 ; Tirmidzi 4/217 no.1721; an-Nasai di Sunan al-Kubro 8/413-414 no.9552 dan 9556

Adapun sutera sintetis (bukan berasal dari ulat sutera) maka itu dibolehkan mengingat:
- hukum asal pakaian adalah boleh dikenakan
- Itu bukanlah sutera yang terlarang untuk dipakai
- kesamaan nama tanpa hakikat tidak menjadikannya sama dalam hukum ...
 
Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh selaku Ketua
Ahmad bin Ali Al-Mubaraki selaku anggota
Abdullah bin Muhammad al-Muthlaq selaku anggota
Abdullah bin Muhammad bin Khunain selaku anggota
Muhammad bin Hasan Alu Syaikh selaku anggota
Abdul Karim bin Abdullah al-Khudhair selaku anggota

Silahkan merujuk fatwanya dalam bahasa Arab di link ini

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com