SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Orang tua yang bersujud kepada anaknya?


Akhwat (Pasuruan)
3 years ago on Keluarga

Assalamualaikum..

Bagaimana jika ada orang tua meminta maaf dengan bersujud (mencium kaki) anaknya? Apakah anak tersebut durhaka sehingga membuat orang tuanya bersujud kepadanya? Terimakasih

Redaksi salamdakwah.com
3 years ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Apabila ada seorang anak yang sengaja menahan pemberian maaf kepada orang tuanya hingga orang tuanya sakit hati maka dia telah menanggalkan sikap bakti kepada orang tuanya. Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin menerangkan masalah berbakti, beliau mengatakan,"

إن بر الوالدين يعني الأحسان إليهما بالمال والجاه والنفع البدني وهو واجب

Berbakti kepada dua orang tua maksudnya berbuat baik kepada keduanya dengan harta, kedudukan, dan manfaat jasadiyah. Ini hukumnya wajib. Fatawa Islamiah 4/205

Seseorang yang sengaja membuat sakit hati orang tuanya dengan tidak memberi maaf ketika orang tuanya sungguh-sungguh untuk meminta maaf maka dia telah menyelisihi sikap bakti kepada orang tua. Ibnu ash-Shalah menerangkan

كل فعل يتَأَذَّى بِهِ الْوَالِد أَو نَحوه تأذيا لَيْسَ بالهين مَعَ كَونه لَيْسَ من الْأَفْعَال الْوَاجِبَة 

Setiap perbuatan yang menyakiti orang tua atau semacamnya, dengan rasa sakit yang tidak ringan. Dengan catatan perbuatan itu bukanlah perbuatan yang wajib. Fatawa Ibnu ash-Shalah  201

Apabila sampai si anak menuntut (secara langsung atau tidak langsung) orang tuanya untuk bersujud maka dia telah melakukan dosa dan kesalahan besar serta menjerumuskan orang tua dalam dosa mengingat bersujud hanya dibolehkan untuk Allah semata. Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi menerangkan " Bersujud adalah ibadah yang Allah perintahkan kepada hamba-Nya yang harus dipersembahkan hanya untuk-Nya. Bersujud adalah salah satu sarana mendekatkan diri yang dilakukan hanya untuk Allah saja. Hal ini berdasarkan Firman Allah Ta'ala :

{وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ}

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus seorang rasul kepada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu"

Dan firman Allah `Azza wa Jalla :

{وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاعْبُدُونِ}

Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah Aku oleh kamu sekalian".

Dan firman Allah `Azza wa Jalla :

{وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ}

Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.

Maka Allah melarang hamba-Nya untuk bersujud pada matahari dan bulan karena keduanya merupakan tanda kekuasaan dan makhluk-Nya. Keduanya tidak berhak untuk mendapatkan sujud atau bentuk ibadah lainnya. Allah Subhanahu wa Ta`ala memeritahkan untuk bersujud hanya kepada Dia semata sebab Dialah yang menciptakan matahari dan bulan dan selain keduanya yang ada di alam ini. Maka tidak dibenarkan bersujud kepada selain Allah secara umum. Berdasarkan firman Allah Ta'ala :

{أَفَمِنْ هَذَا الْحَدِيثِ تَعْجَبُونَ} {وَتَضْحَكُونَ وَلا تَبْكُونَ} {وَأَنْتُمْ سَامِدُونَ} (3) {فَاسْجُدُوا لِلَّهِ وَاعْبُدُوا}

"Maka apakah kalian merasa heran terhadap pemberitaan ini?"(59) dan kalian menertawakan dan tidak menangis?(60) sedang kalian melengahkan(nya)?(61) Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).

Allah memerintahkan untuk bersujud kepada-Nya semata. Kemudian Allah mengumumkannya dan memerintahkan hamba-Nya untuk menghadapkan diri hanya kepada-Nya semata dengan segala bentuk ibadah bukan pada selain Allah...


Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Abdullah bin Qu'ud selaku Anggota

Abdullah bin Ghadyan selaku Anggota

Abdurrazzaq `Afifi selaku Wakil Ketua Komite

Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku Ketua

Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 2/382-383 Nomor (2289)

Wallahu ta'ala a'lam

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com