SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Warisan yang tidak dibagikan


Ikhwan (Pariaman)
4 years ago on Keluarga

Assalaamu'alaikum wr wb Ustadz, saya anak ke-6 dari 7 bersaudara (4 pria, 3 wanita). Alhamdulillaah, kami semua sudah berkeluarga. Kedua orang tua sudah meninggal dunia, mewariskan 2 buah ruko yang saat ini digunakan kakak sulung dan kakak ke-4 untuk tempat tinggal dan mencari nafkah (buka usaha). Lima orang yang lain (termasuk saya) tidak mempermasalahkan hal tsb, karena secara finansial kami sudah lebih mapan. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana hukumnya warisan yang tidak kunjung dibagi ini? Apa dampaknya kepada kedua orang tua di alam kubur? Mohon jawabannya ya Ustadz. Terima kasihbanyak sebelumnya. Wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuhu
Redaksi salamdakwah.com
4 years ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Apabila tidak ada kesepakatan tertulis atau terucap yang menunjukkan bahwa warisan tidak perlu dibagi, atau semua ahli waris belum  menyepakati bahwa warisan tidak perlu dibagi maka selayaknya warisan itu dibagi untuk menghindari konflik di masa mendatang . Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi menerangkan," Tidak layak untuk menunda pembagian warisan sebab itu akan menimbulkan penundaan penyerahan hak kepada yang berhak. Di sisi lain itu akan berefek penundaan terhadap pembayaran zakat sebab setiap ahli waris bisa saja berdalih bahwa dia tidak tahu bagiannya atau belum menerimanya. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 16/441 fatwa no.12550

Orang tua yang sudah meninggal dunia tidak terpengaruh oleh penundaan pembagian warisan kecuali dia melakukan sesuatu yang menjadi sebab orang yang berhak mendapatkan warisan terhalang untuk mendapatkannya, sebab dengan begitu dia telah menghalangi orang yang berhak untuk mendapatkan haknya. Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda:



أَيُّكُمْ مَالُ وَارِثِهِ أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنْ مَالِهِ ؟ قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، مَا مِنَّا أَحَدٌ إِلَّا مَالُهُ أَحَبُّ إِلَيْهِ . قَالَ : فَإِنَّ مَالَهُ مَا قَدَّمَ ، وَمَالُ وَارِثِهِ مَا أَخَّر

“Harta manakah yang lebih dicintai oleh kalian, apakah harta ahli waris atau hartanya? Mereka menjawab, “Wahai Rasulullah, tidaklah salah seorang dari kami kecuali hartanya yang dia cintai. Nabi bersabda, “Sesunggunya hartanya adalah yang yang dia persembahkan (di jalan kebaikan yang disyariatkan oleh Islam.pent) dan harta ahli waris adalah apa yang diakhirkan(ditinggalkan setelah dia meninggal.pent). HR. Bukhori no. 6442

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com