SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Istri Menentang Berubahnya Suami Yang Lebih Dekat Kepada Agama


Ikhwan (Jakarta)
3 years ago on Keluarga

Assalamualaikum Ustadz,   ada kasus seperti ini ustadz:  Ada seorang suami (muslim) yang tiba-tiba berubah drastis (karena Hidayah Allah SWT tentunya) menjadi lebih taat beribadah dan rajin belajar ilmu agama, dia ingin menularkan hal baik itu ke istrinya (muslim). namun sang istri malah menganggap ada keanehan yang terjadi dengan si suami, hingga terucap kalimat bahwa sang suami mengalami kesesatan. suatu ketika, sang suami yang baru usai mengerjakan shalat magrib, mengingatkan untuk menyegerakan shalat kepada istrinya, namun yang terjadi sang istri malah membantahnya dengan cara yang kurang sopan dan cenderung meremehkan, karena hal itu sang suami merasa emosi dan mempertegas untuk menyegerakan shalat dengan suara yang agak keras. namun kembali sang istri beralasan dengan alasan mandi dulu, dan lain lain, ya walaupun kondisi waktu magrib masih ada beberapa menit sebelum isya, tapi maksud sang suami baik untuk segera menjalakan kewajiban umat muslim. dari hal diatas mulai muncul perdebatan-perdebatan lain, salah satunya adalah ketika sang suami mengatur alarm untuk bangun subuh guna mengingatkan untuk shalat subuh (yang sebelumnya jarang dilakukan sang suami), akan tetapi sang istri malah menyuruh suaminya mematikan alarm tersebut dengan alasan bunyi alarm tersebut mengganggu tidurnya, sang suami menanggapi dengan santai berkata "shalat subuh kan wajib", kemudian sang istri kembali mebantah dengan cara yang tidak sopan dengan berkata "berisik" kemudian tidur.  dari kasus diatas, yang ingin ditanyakan adalah:  1.  siapakah yang salah dalam kasus diatas? apakah suami salah dalam hal ini, jika iya, kenapa? / apakah istri salah dalam hal ini, jika iya, kenapa? 2. apakah wajar sang istri mengucapkan bahwa sang suami mengalami kesesatan, padahal sang suami malah lebih taat menjalani kewajibannya sebagai muslim? 3. apa yang harus dilakukan suaminya jika yang dilakukan suaminya adalah hal yang benar, untuk menularkan hal baik itu kepada istrinya? bagaimana jika sang istri terus menerus tidak mau menerima apa yang dikatakan suaminya dalam memberikan pengertian/ilmu-ilmu agama islam? itu yang ingin saya tanyakan, semoga ustadz dapat menjawabnya dengan detail.  
Redaksi salamdakwah.com
3 years ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Alhamdulillah, kami senang mendengar keadaan suami tersebut yang kembali ke jalan Allah ta'ala dan berusaha mengamalkan syariat Allah ta'ala dalam bentuk ibadah rajin beribadah dan menuntut ilmu. Semoga Allah ta'ala mengkaruniakan kepadanya keistiqomahan dan memberikan hidayah kepada seluruh keluarganya.

Terkait anggapan istri bahwa ada yang aneh karena perubahan drastis yang terjadi pada diri si suami maka dia perlu bersabar dan terus konsisten serta terus mengajak istrinya dengan cara bijak semoga Allah ta'ala memberinya hidayah juga.

1. Apabila seorang istri merasa aneh dan tidak suka dengan perubahan diri suaminya yang berpegang lebih erat dengan agamanya tentu istri yang salah karena taat kepada Allah dan melaksanakan syariatnya merupakan tuntutan sebagai seorang mukmin. 

2. Menjalankan syariat Allah dan menjalankan kewajiban seorang mukmin merupakan kewajiban dan bukanlah itu kesesatan. Allah ta'ala berfirman dalam surat an-Nisa' ayat  13-14


تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (13) وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ (14)


13- Itulah hukum-hukum Allah dan barang siapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Dia di dalamnya dalam keadaan kekal dan itulah kemenangan yang besar.

14- Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar hukum-hukum-Nya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam neraka. Dia di dalamnya dalam keadaan kekal dan baginya adzab yang hina.

3.  Untuk menularkan kebaikan ini kepada istri anda perlu mendakwahinya dengan cara yang baik. Allah ta'ala berfirman dalam surat an-Nahl ayat 125 


{ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ}


Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.

Untuk memahami cara berdakwah lebih jelas silahkan membuka link ini

Diantara hal teknis yang perlu dilakukan oleh suami tersebut adalah:

1. Bersabar dalam melaksanakan ketaatan dan dalam mendakwahkannya 
2. Berdoa semoga Allah ta'ala memberinya istiqomah dan memberi hidayah kepada istrinya.
3. Menunjukkan muamalah yang baik terhadap keluarga
4. Memberikan contoh yang baik dalam berakhlaq dan beragama
5. Mendidik anak dengan baik
6. Menunjukkan perhatiannya terhadap keluarga istri
7. Memberi file audio yang berisi tausiah atau memperdengarkannya audio agama atau memperlihatkan tayangan taushiyah yang bersumber dari Ulama' dan asatidzah ahlussunnah wal jamaah 
8. Mengajak istri  menghadiri majlis taklim supaya bertambah pengetahuan ilmu agamanya. 
9. Mendekatkan istri ke komunitas wanita  sholihah

  Wallahu ta'ala a'lam  

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com