SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Kewajiban Mendidik dan Menafkahi Anak Tiri?


Ikhwan (depok)
5 years ago on Keluarga

assalamualikum ustad,, ana mau tanya ketika kita menikah sama seorang janda anaknya 3.. anak ke1 dan ke2 ayahnya sudah meninggal yg terakhir ayahnya masih ada,, yg saya mau tanya kan apakah saya bertanggung jawab semuanya atas anak2 saya dan apakah kelak di akhirat nanti saya di tanya ketika saya tidak bisa ngedidik anak2 tiri saya.. mohon pencerahannya ustadz.. syukron jazakallahu khairan
Redaksi salamdakwah.com
5 years ago

 

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Anak bawaan istri hukumnya tidaklah sama dengan anak kandung terkait kewajiban menafkahi dan mendidik. Begitu pula sebaliknya si anak tidak berkewajiban berbakti ke suami ibunya sebagaimana dia berbakti ke ayah kandungnya. Namun keduanya disyariatkan untuk saling berbuat baik dalam muamalah sebagaimana kewajiban seorang muslim terhadap muslim lainnya.

Apabila seorang lelaki menafkahi dan mendidik anak tirinya dengan baik maka itu merupakan perbuatan yang sangat terpuji. Sebagimana Nabi shallallahu alaihi wa sallam mendidik anak tiri beliau. Dalam salah satu riwayat disebutkan, bahwa Umar bin Abi Salamah berkata,"

 كُنْتُ غُلاَمًا فِي حِجْرِ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ فِي الصَّحْفَةِ، فَقَال لِي رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ، وَكُل بِيَمِينِكَ، وَكُل مِمَّا يَلِيكَ

Sewaktu aku masih kecil, saat berada dalam asuhan Rasulullah Shallallahu‘alaihi wasallam, pernah suatu ketika tanganku ke sana ke mari (saat mengambil makanan) di nampan. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadaku: “wahai bocah, ucaplah bismillah dan makanlah dengan tangan kananmu, serta ambil makanan yang berada di dekatmu”. (HR. Bukhari no.5376, Muslim no.2022)

Perlu diketahui juga bila seorang laki-laki membiarkan anak tirinya tinggal bersama dia maka dia tidak boleh membiarkan dan rela terhadap kemungkaran yang ditimbulkan si anak di rumahnya. Apabila dia diam saja padahal dia mampu untuk merubah atau bahkan dia rela kemungkaran itu terjadi di dekatnya maka dia berdosa, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda


مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ


Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran hendaklah ia mencegah kemungkaran itu dengan tangannya. Jika tidak mampu, hendaklah mencegahnya dengan lisan. Jika tidak mampu juga, hendaklah ia mencegahnya dengan hatinya. Itulah selemah-lemah iman. HR. Muslim no.49 dan yang lainnya.

Wallahu ta'ala a'lam

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com