SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hukum Uang Jasa setelah Resign dari Bank


Ikhwan (Kalibata - Jakarta Selatan)
5 years ago on Riba

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh, Istri saya berencana untuk resign dari Bank Konvensional yang kurang lebih 15 tahun sudah bekerja disana.  Dan pihak perusahaan akan memberikan uang jasa atas pengabdiannya selama ini. Bagaimana hukum dari uang jasa ini?  dan bagaimana sebaiknya untuk menggunakannya, Terima kasih.
Redaksi salamdakwah.com
5 years ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Uang bonus itu haram hukumnya bila memang bank itu adalah bank ribawi. Ada pertanyaan yang ditujukan kepada Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi,"...Apakah benar bekerja di bank itu haram? Bagaimana jika seseorang terpaksa dan tidak memiliki pilihan kecuali pekerjaan tersebut?

Mereka menjawab,"Pertama: Kami telah menerbitkan fatwa tentang hukum bekerja pada bank yang melakukan praktik riba pada fatwa nomor (4961), berikut teks fatwanya: Apabila bank tersebut tidak melakukan praktik riba, maka apa yang diambil pegawai berupa gaji atau bonus atas upah dari pekerjaan yang halal (maka itu dibolehkan) karena ia berhak mendapatkannya sebagai imbalan dari pekerjaan, . Namun apabila bank tersebut melakukan praktik riba, maka apa yang diambil pegawai berupa gaji atau bonus atas upah pekerjaannya, maka itu haram karena ia telah tolong-menolong bersama pemilik bank riba dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Allah Ta'ala telah berfirman (al-Maidah:2):



{وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ}

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.

Juga karena Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam:



«لَعَنَ آكِلَ الرِّبَا وَمُوْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ»

(beliau) melaknat pemakan riba, orang yang menyuruh memakannya, penulis dan dua orang saksinya seraya bersabda: "Mereka semua adalah sama" Diriwayatkan oleh Muslim...

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Abdullah bin Ghadyan selaku  Anggota    
Abdurrazzaq `Afifi selaku Wakil Ketua Komite    
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku Ketua
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 1/741-742. Pertanyaan keempat dari fatwa nomor 9452

Apabila uang itu sudah diterima maka uang itu disalurkan ke proyek atau program kebaikan atau diberikan kepada fakir miskin. Berikut ini petikan fatwa syaikh Ibnu Baz," Adapun jika Anda sudah mengetahui bahwa pekerjaan ini (bank ribawi) tidak boleh bagi Anda, maka gaji yang Anda terima hendaknya Anda belanjakan dalam program-program kebaikan dan membantu orang-orang fakir dan Anda harus bertobat kepada Allah Ta`ala. Barang siapa bertobat kepada Allah dengan sebenar-benar tobat, maka Allah akan menerima tobatnya dan mengampuni dosanya. Allah Subhanahu telah berfirman (at-Tahrim:8)



يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ

Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kalian akan menghapus kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.

 (Allah) Ta'ala juga berfirman (an-Nur:31):



 وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
 

Dan bertaubatlah kalian kepada Allah wahai orang-orang yang beriman supaya kalian beruntung. http://www.binbaz.org.sa/fatawa/4039

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com