SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Masalah Mahram, dan Hukum Tenaga Dalam


Ikhwan (Bandung)
4 years ago on Keluarga

Bismillāh,Ustadz, seorang suami sedang kebingungan ketika seorang istri tidak mau berubah. Suami serba salah, ketika istri diingatkan pelan-pelan malah berbalik marah-marah, ketika diperlakukan keras tegas tambah ngelawan terhadap suami. Ini menyangkut masalah mahram. Istri dekat dengan kawan suaminya karena pergaulan sebelumnya berbaur dengan lingkungan banyaknya laki-laki sampai sekarang masih sering BBM-an layaknya ABG sedang kasmaran pake icon "LOVE". Ditambah kaka iparnya istri, sering-seringnya chatting dengan istri bahkan suka berkunjung ke rumah disaat suami sedang tidak ada di rumah dengan alasan menengok anak kedua yang masih bayi tanpa seizin suami. Pernah di suatu saat kepergok di kamar bertiga dengan bayi tersebut, sang kaka ipar mengatakan sedang mengobati bekas operasi istri menggunakan tenaga dalam. Tetapi tanpa izin suami terlebih dahulu. Apa yang harus seorang suami lakukan dikala selalu merasa kebingungan dalam masalah ini? Dan selalu bawaannya su'udzon. Apakah selalu su'udzon dalam masalah ini sebuah kesalahan?Bagaimana pula hukum menggunakan tenaga dalam untuk mengobati bekas operasi? Baarakallaahu fiik Ustadz
Redaksi salamdakwah.com
4 years ago

 

Suami tersebut hendaknya menasehati istrinya dengan bijak terkait menjaga kehormatannya, bila perlu dia meminta bantuan orang yang disegani oleh istri untuk menasehati istri tersebut  bila arahan suami tidak diindahkan.

Jangan lupa juga untuk menasehati kakak ipar istri supaya menjaga pergaulan dengan istri itu mengingat mereka berdua bukanlah mahram. Pengobatan dengan tenaga dalam tidaklah membolehkan mereka berkhalwat seperti itu, terlebih bila kita memperdalam pembahasan tenaga dalam. Apabila si kakak ipar keukeh dengan perbuatan buruknya itu maka laporkan saja ke polisi dan suami tidak masalah menceraikan istrinya. Dalam salah satu riwayat disebutkan,"

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: إِنَّ امْرَأَتِي لَا تَمْنَعُ يَدَ لَامِسٍ قَالَ: «غَرِّبْهَا» قَالَ: أَخَافُ أَنْ تَتْبَعَهَا نَفْسِي، قَالَ: «فَاسْتَمْتِعْ بِهَا

Seorang laki-laki datang menghadap Nabi dan berkata: Istri saya tidak menolak menolak sentuhan tangan lelaki lain. Nabi menjawab: asingkanlah dia (ceraikan.pent). Laki-laki itu berkata: Saya khawatir diri saya masih sayang. Nabi berkata: Kalau begitu, bersenang-senanglah dengannya (pertahankan). Hadits riwayat (HR) Abu Daud no.2049; an-Nasai no.3229 dan yang lainnya

Dalam riwayat Syafi'i disebutkan,"

أَتَى رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ الله، إِنَّ لِيَ امْرَأَةٌ لَا تُرَدُّ يَدَ لَامِسٍ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «فَطَلِّقْهَا» . قَالَ: إِنِّي أُحِبُّهَا، قَالَ: «فَأَمْسِكْهَا إِذًا»

Seorang laki-laki datang menghadap Rasul shallallahu alaihi wa sallam dan berkata: Istri saya tidak menolak sentuhan tangan lelaki lain. Nabi menjawab: ceraikan dia. Laki-laki itu berkata: Tapi saya mencintainya. Nabi berkata: Kalau begitu, pertahankan.

Imam ash-Shonani memberikan keterangan terkait hadits di atas," Pendapat bahwa maknanya adalah zina adalah pendapat yang jauh dan pendapat yang tidak benar. Ini berdasarkan firman Allah ta'ala di surat an-Nur ayat 3:

(وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ)

Dan itu diharamkan atas kaum mukminin

Dan karena Nabi shallallahu alaihi w sallam melarang seseorang untuk menjadi Dayyuts

Makna yang paling dekat adalah dia akhlaqnya rendah dia tidak menjauh dari laki-laki yang bukan mahram dan tidak memiliki rasa malu terhadap laki-laki yang bukan mahram. Tidaklah dia melakukan kekejian (zina). Banyak laki-laki dan perempuan akhlaqnya rendah seperti itu namun mereka jauh dari zina

Seandainya maksud dari sahabat Nabi tersebut adalah wanita itu tidak menghalangi orang yang mau berzina dengannya maka kala itu si suami telah menuduh istrinya berzina. Subulussalam

Silahkan melihat pembahasan sebelumnya Di http://www.salamdakwah.com/baca-pertanyaan/hukumnya-apa.html 

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com