SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

orang tua / suami


Akhwat (jakarta)
4 years ago on Keluarga

assalamualaikum.. dosakah saya tidak mengikuti suami??? saya menikah dengan duda beranak dua tahun lalu tanpa restu dari orang tua. di usia kehamilan saya yg keempat bulan suami saya bersikeras untuk rujuk dengan mantan istrinya. dengan alasan demi anak2. ingin mempersatukan kembali keluarga mereka. sejak saat itu saya tidak dianggap sebagai istri. bahkan ditengah malam pada saat kami ribut besar saya dipukul karna suami ngotot ingin kembali kepada mantan istri. dari awal pernikahan sampai melahirkan saya mencukupi kebutuhan hidup rumah tangga. sementara gaji suami diberikan untuk biaya sekolah anak2 dari mantan istri. puncaknya satu hari setelah saya melahirkan, suami mengatakan ingin tinggal bersama anak2 nya dan meminta saya kembali kerumah orang tua. bahkan dengan tegas meminta saya mencari pria lain agar mempunyai keluarga yg utuh. selama saya tinggal dirumah orang tua suami tidak memberi nafkah. lahir maupun batin. sekarang dia malah datang lagi meminta kepada saya dan keluarga untuk memperbaiki rumah tangga kami kembali. yang ingin saya tanyakan. salahkah saya menolak keinginan suami saya untuk rujuk? dosakah saya karna tidak mengikuti suami dan lebih memilih tinggal bersama orang tua? bukankah apa yg sudah dilakukan dan diucapkan suami dengan meminta saya kembali kerumah orang tua dan meminta mencari pengganti dirinya hal tsb bisa dikatakan talak? tolong beri saya saran. terimakasih sebelumnya wassalam



وَ عَلَيْكم السَّلَام وَ رَحْمَةُ اللّهِ وَ بَرَكَاتُه

 

Kami ikut prihatin dengan masalah yang menimpa anda dan keluarga. Semoga Allah ta'ala memberikan solusi terbaik bagi anda dan keluarga.

Perkataan suami yang memerintahkan anda untuk pulang ke rumah orang tua anda dan meminta anda mencari pengganti dirinya adalah termasuk kinayah talak dan tidak termasuk dalam kalimat talak yang tegas mengingat bisa saja itu maksudnya anda pulang ke rumah orang tua anda dan anda mencari orang yang mengurusi anda yang menggantikan dia sementara. Apabila suami anda itu memang berniat untuk mentalak anda maka jatuhlah talak.

 

Apabila talak telah jatuh dan masa iddah anda telah berlalu maka anda berhak untuk menolak permintaan mantan suami anda tersebut untuk kembali melakukan pernikahan. Ini bila talaknya adalah talak satu atau talak dua. Apabila talak yang jatuh adalah talak tiga maka anda tidak boleh menikah dengan mantan suami anda kecuali anda telah menikah dengan laki-laki lain kemudian anda juga berpisah dengan laki-laki lain tersebut serta masa iddah anda juga telah lewat.

 

Apabila suami anda tadi berniat talak, sedangkan talak yang jatuh adalah talak satu dan dua sedangkan iddah anda belum habis kemudian suami ingin rujuk maka anda tidak bisa menolak permintaan rujuk Ini mengingat hak rujuk berada di tangan para suami. Ibnu Quddamah al-Maqdisi menerangkan:

Ridho seorang wanita tidaklah dianggap dalam masalah rujuk. Ini berdasarkan firman Allah ta'ala (al-Baqarah:228)

وَبُعُولَتُهُنَّ أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِي ذَلِكَ إِنْ أَرَادُوا إِصْلَاحًا

Dan para suami lebih berhak untuk rujuk kepada Istri mereka dalam masalah itu bila mereka ingin perbaikan

Allah ta'ala menjadikan hak rujuk pada para suami. Al-Mughni

 

Apabila terjadi rujuk yang sah kemudian anda masih terdholimi oleh suami anda maka nasehatilah dia dengan bijak, Apabila dia tidak berubah anda bisa meminta pemuka agama Islam setempat untuk memberi masukan kepada suami anda. Bila ini juga tidak berhasil maka tidak ada masalah bila anda membawa masalah ini ke pengadilan agama untuk melihat masalah ini secara komprehensif dan sesuai dengan asas keadilan. Wallahu ta'ala a'lam

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com