SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Suami Tidak Menyentuh Istri Bertahun Tahun


Ikhwan (bogor)
4 years ago on Keluarga

Ass pak ustad, saya hendak bertanya apakah ayah saya berdosa karna tidak mau menyentuh ibu saya kurang lebih 3tahun, pernah suatu kejadian ibu saya masuk kamar dan tidur dengan ayah, namun ayah segera keluar dr kamar. Ibu saya adalah ibu yg sabar, ayah saya orgnya selalu berkata kasar dan selalu membuat ibu saya menangis, mohon saranya pak ustad terima kasih
Redaksi salamdakwah.com
4 years ago

 

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Anda harus menjelaskan kepada ayah anda bahwa apa yang dia lakukan adalah salah. Apabila ayah anda bersumpah tidak berhubungan dengan ibu anda selamanya dan menyamakan badan istrinya dengan mahramnya maka dia perlu membatalkan itu dan melaksanakan konsekwensinya, Ulama yang duduk di Komite Tetap Riset ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya," Saya dan istri saya berdebat. Saat saya tidak dapat mengontrol emosi dan perasaan, saya berkata kepadanya, "Kamu haram bagi saya seperti haramnya ibu saya. Tubuhku tidak akan menyentuh tubuhmu selama saya masih hidup."
Mereka menjawab," Jika niat Anda mengucapkan perkataan itu adalah untuk menalaknya, maka Anda berarti telah menjatuhkan satu talak. Anda berhak rujuk kepadanya selama dia masih dalam masa 'iddah jika sebelumnya Anda belum menalaknya dua kali dan Anda belum menjatuhkan talak lagi setelahnya. Jika tujuan Anda adalah tidak mentalaknya, maka Anda harus membayar kaffarat (denda) zihar, yaitu memerdekakan budak mukmin. Jika Anda tidak mampu, maka Anda harus berpuasa selama dua bulan berturut-turut. Jika Anda masih tidak mampu, maka Anda harus memberi makan 60 fakir miskin, masing-masing dengan setengah sha' gandum, beras atau makanan pokok lainnya. Dengan begitu, Anda tidak dianggap telah menjatuhkan talak untuk dia,"

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Abdullah bin Qu'ud selaku Anggota    
Abdurrazzaq `Afifi selaku Wakil Ketua    
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku Ketua
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 20/283 Fatwa Nomor.3554

 

Apabila ayah anda bersumpah untuk tidak berhubungan dengan ibu anda lebih dari empat bulan maka dia juga harus membatalkannya.  Ada pertanyaan yang ditujukan kepada Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi: Apakah seseorang boleh bersumpah kepada istrinya untuk tidak berhubungan badan dengannya, apapun yang terjadi? Dia bersumpah demikian tetapi kemudian kembali menggauli istrinya, sekarang apakah hal itu boleh dilakukan atau tidak?
Mereka menjawab: Orang Muslim tidak boleh bersumpah untuk tidak menggauli istrinya. Jika dia melakukannya, maka hendaklah dia diberi tenggang waktu selama empat bulan. Jika dia membatalkan sumpahnya dan menggauli istrinya, maka dia telah kembali (kepada istrinya). Jika dia tidak mau kembali, maka mereka bisa dipisahkan oleh hakim agama. Ini berdasarkan firman Allah Ta'ala:

{لِلَّذِينَ يُؤْلُونَ مِنْ نِسَائِهِمْ تَرَبُّصُ أَرْبَعَةِ أَشْهُرٍ فَإِنْ فَاءُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ}  {وَإِنْ عَزَمُوا الطَّلَاقَ فَإِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ}

Kepada orang-orang yang meng-ilaa’ isterinya (bersumpah untuk tidak menggaulinya) diberi tangguh empat bulan (lamanya). Kemudian jika mereka kembali (kepada isterinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan jika mereka berazam (bertetap hati untuk) talak, maka sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Abdullah bin Ghadyan selaku Anggota    
Abdurrazzaq `Afifi selaku Wakil Ketua    
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku Ketua          
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 20/260-261 Pertanyaan Ketiga dari Fatwa Nomor 10298

Syaikh Sholeh al-Fauzan menerangkan," Ibnu Mundzir mengatakan," Telah bersepakat ulama' yang kami ambil ilmu darinya bahwasanya makna al-Fai pada ayat tersebut adalah jimak"

Asal maksud al-Fai' adalah kembali melakukan apa yang sebelumnya ditinggalkan, dengan demikian seorang wanita kembali memperoleh haknya. Apabila laki-laki itu enggan untuk mendatangi wanita yang diila' tadi setelah berlalu masa yang disebutkan tadi maka hakim memerintahkannya untuk mentalak istrinya (ini bila si istri menginginkan demikian) ini berdasarkan firman Allah ta'ala

{وَإِنْ عَزَمُوا الطَّلاقَ فَإِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ}

maksudnya bila dia bertekad dan merealisasikan talak maka jatuhlah talak.

Apabila suami tadi enggan untuk mendatangi istrinya dan enggan pula untuk mentalaknya, maka hakimlah yang menjatuhkan talak dan membatalkan pernikahannya sebab hakim menempati posisi suami yang melakukan ila' kepada istrinya ketika suami enggan mentalak dan enggan untuk mendatangi istrinya, dan talak termasuk hal yang bisa diwakili. Al-Mulakhkhos al-Fiqhi 2/405

Orang yang  melakukan ila' terhadap istrinya dan tidak menggauli istrinya lebih dari empat bulan maka dia berdosa karena dia telah berbuat dholim terhadap istrinya. Apabila ayah anda tidak bersumpah menjauhi ibu anda namun dia kenyataannya melakukan hal itu maka menurut sebagian Ulama' itu diperlakukan sama dengan ila' tadi. Syaikh Sholeh al-Fauzan menerangkan,"  Ahli fiqih (sebagian mereka.pent) menggolongkan orang yang sengaja tidak mendatangi istrinya (tanpa bersumpah) lebih dari empat bulan (tanpa udzur) dengan tujuan untuk memberi mudharat kepada istri seperti orang yang melakukan ila' terhadap istrinya dalam hukum-hukum ila'. Al-Mulakhkhos al-Fiqhi 2/405

Semoga Allah ta'ala memberikan hidayah kepada ayah anda dan mengembalikan keharmonisan keluarga anda
 

 

 

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com