SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hutang Piutang Mas Kawin Dibayar Emas Atau Uang


Akhwat (cilacapa)
4 years ago on Fiqih

Assalamua'alaikum wr wb Ustadz, mohon maaf sebenarnya saya mau bercerita dan bertanya. dulu saya menikah diberikan mahar/ mas kawin berupa perhiasan emas dalam bentuk komplit ( punten ) ada kalung, cincin, gelang kalau ditotal misalnya saja 22 gr tertulis di buku nikahnya itu. nah 4-5 bln setelah menikah dipinjamlah sama mertua saya 2 jenis misal kalung dan gelang. namun disini saya tidak tahu sama sekali itu berapa gram yang dipinjam soalanya sampai sekarang surat surat nya masih dipegang mereka. Nah yang saya mau tanyakan bsk kalau mau mengembalikan emas kawin yang dipinjam itu berupa emas apa uang ustadz, soalanya sebelumnya tidak ada omongan/perjanjian mau dikembalikan berupa apa gt ? kalau misal dikembalikan duit senilai harga emas yg dijual dulu, dibelikan emas lagi sekarang tidak bisa senilai gramasi yg dulu, mengingat harga emas sekarang cenderung naik.dan  Kalau misal besok pas mau dikembalikan, saya minta dikembalikan dlm btk emas saja, apakah saya salah? masalahnya belum ada omongan dari awal. mohon bantuannya ustadz   Trims
Redaksi salamdakwah.com
4 years ago

 

وعليكم السلام  ورحمة الله وبركاته

 

Boleh bagi anda untuk meminta pengembalian dalam bentuk emas dengan berat dan karat yang sama. Boleh juga anda meminta pengembalian dalam bentuk uang cash senilai harga emas pada hari pengembalian sehingga anda tidak rugi, dengan catatan bahwa ini (pengembalian dalam bentuk berbeda) tidak disyaratkan di awal ketika akad hutang terjadi.

Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya: Apa hukum meminjam emas batangan atau rantai  kepada orang lain lalu mengembalikannya dalam bentuk emas dengan berat dan harga yang sama. Dan hukum meminjam uang dinar emas dari orang lain lalu mengembalikannya dalam bentuk dinar emas dengan nilai yang sama?

Mereka menjawab," Meminjam emas lalu membayarnya dalam bentuk emas dengan ukuran dan berat yang sama merupakan tindakan yang tidak dilarang, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam

«الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ، وَزْناً بِوَزْنٍ، مِثْلاً بِمِثْلٍ»

Emas dengan emas, sama timbangannya dan semisal. (HR. Muslim no.2038; at-Tirmidzi no.2369)  

Jika peminjam melebihkan bayarannya tanpa ada pensyaratan atau kesepakatan atas penambahan terlebih sebelumnya, maka hukumnya juga boleh, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam

 «إِنَّ خِيَارَ الناَّسِ أَحْسَنُهُمْ قَضَاءً »

Sesungguhnya manusia yang paling baik adalah yang paling baik dalam membayar hutangnya (HR. Bukhari no.2392; Muslim no.1601; at-Tirmidzi no.1316; an-Nasai no.4618; Ibnu Majah no.2423; Ahmad 2/431)  

Demikian pula dibolehkan hukumnya mengembalikan dalam bentuk nominal barang (yang dipinjam) dengan nilai yang berlaku saat hari pengembalian itu secara tunai, ini berdasarkan hadis Ibnu Umar radhiyallahu `anhuma, dia  berkata Kami bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,

« يَا رَسُوْلَ اللهِ، إِنَّا نَبِيْعُ بِالدَّرَاهِمِ وَنَأْخُذُ الدَّنَانِيْرَ، وَنَبِيْعُ باِلدَّنَانِيْر وَنَأْخُذُ الدَّرَاهِمَ، فَقَالَ: لاَ بَأْسَ أَنْ تَأْخُذَهَا بِسِعْرِ يَوْمِهَا مَا لَمْ تَفْتَرِقَا وَبَيْنَكُمَا شَيْءٌ»


"Dulu kami menjual dengan dinar dan kami mengambil dirham. Terkadang kami menjual dengan dirham dan mengambil dinar." Lantas Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Tidaklah masalah kamu mengambil nya sesuai harganya di hari itu selagi kalian berdua belum berpisah dan masing-masing telah memegang barangnya (kontan)."(HR.An-Nasai; Abu Daud no.3354; Ahmad 2/139; Ad-Darimi no.2581)
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Shalih bin Fawzan al-Fawzan selaku Anggota    
Abdullah bin Ghadyan selaku Anggota    
Abdul Aziz bin Abdillah Alu asy-Syaikh selaku Wakil Ketua    
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku Ketua               
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 14/113. Pertanyaan Pertama dari Fatwa Nomor 19173

Wallahu ta'ala a'lam

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com