SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Tidak Direstui Menikah Hingga Kakak Perempuan Sudah Menikah


Akhwat (jogyakarta)
3 years ago on Keluarga

Assalamu'alaikum ustadz Saya ingin bertanya apa yg sebaiknya saya lakukan? Saya sudah lama di ajak pasangan saya untuk segera menikah karena takut kelamaan pacaran nanti akan terjerumus ke dalam maksiat! Keluarga pasangan saya pun jg sudah mendesak untuk segera menikah, tapi orang tua saya tidak merestui ustadz dg alasan untuk menjaga perasaan kakak perempuan saya yg blm menikah, saya baru di izinkan menikah minimal 2th setelah kakak saya menikah! hingga saat kami sudah menunggu hingga 3th ustadz tp kakak saya tak kunjung menikah juga! Kalo saya menikah duluan saya takut melukai hati kakak saya dan hubungan saya dan kakak saya mnjadi tdk baik orang tuapun tak merestui, tapi kalo kelamaan tdk segera menikah saya takut terjerumus ke dlm maksiat! Lalu sebaiknya apa yg saya lakukan ustadz terus bersabar menunggu kakak saya nikah atau saya duluan yg menikah tanpa restu orang tua?? Sebelumnya terimakasih ustadz Wassalamu'alaikum wr.wb
Redaksi salamdakwah.com
3 years ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Anda dan pasangan anda harus berhenti berpacaran dan bertaubat kepada Allah ta'ala dari dosa pacaran, silahkan melihat pembahasan kami sebelumnya di link berikut http://www.salamdakwah.com/baca-pertanyaan/pacaran-1.html

Apabila pasangan anda sudah bertaubat dan menjadi orang yang taat beragama anda bisa mengusulkannya kepada orang tua anda untuk menikahkan anda dengan dia. Apabila orang tua anda menolak untuk menikahkan dengan dalih tidak mau menyakiti hati kakak perempuan anda, maka anda bisa meminta izin kepada kaka perempuan anda untuk menikah duluan, ini bukanlah suatu keharusan namun ini sebagai bentuk penghormatan saja dan ini untuk menghilangkan keraguan orang tua anda bila anda menikah terlebih dahulu sebelum kakak anda. Jalinlah komunikasi terbaik dengan orang tua dan kakak anda terkait masalah ini. Informasikanlah kepada orang tua anda bahwa orang tua tidak boleh menghalangi pernikahan anak yang lebih muda dikarenakan kakaknya belum menikah, berurutan dalam pernikahan bukanlah sesuatu yang diwajibkan oleh Islam.

Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya terkait urutan menikah dilihat dari urutan saudara," Pada masyarakat kami, di Mesir, berlaku beberapa kebiasaan dan tradisi. Di antaranya adalah larangan menikahkan gadis yang lebih muda usianya sebelum kakak perempuannya menikah. Adakah dalil yang melarang pemberlakuan tradisi itu? Apa hukumnya jika adat dan tradisi itu dijalankan? Kapankah adat dan tradisi boleh didahulukan daripada syariat? Ada hadis yang berbunyi, "Kalianlah yang lebih memahami urusan dunia kalian." Apakah hadis ini sahih? Jika kualitasnya sahih, saya mohon dijelaskan mengenai kandungan hadis ini, serta kapan dan dalam konteks apa hadis ini dapat dijadikan sebagai dalil? Apakah dapat dikaitkan dengan tema yang saya ungkapkan sebelumnya? Atau, dalam masalah di atas, justru menzalimi gadis yang lebih muda itu? Atau, apakah setiap orang boleh mengambil pemahaman tersendiri?

Mereka menjawab: Hukum asal menikahkan anak perempuan adalah boleh secara mutlak, baik yang usianya dewasa maupun yang masih kecil. Ini berdasarkan firman Allah Ta'ala, dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antaramu Jika seorang wanita telah dipinang melalui orang tuanya, telah sempurna semua persyaratan, dan tidak ada sesuatu yang menghalangi, maka dia harus segera dinikahkan. Kebiasaan mendahulukan yang lebih muda dibanding yang tua dalam pernikahan tidak bertentangan dengan syariat.

Adapun hadis "Kalianlah yang lebih memahami urusan dunia kalian" memiliki kualitas sahih, yang diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Shahih-nya. Makna hadis tersebut adalah, sesungguhnya manusia lebih mengetahui dalam urusan dunia dan pengelolaannya seperti pertanian, industri, menjahit, perniagaan, dan lain-lain. Tentunya dengan tetap mempertimbangkan hukum syariat dalam setiap aspeknya. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam. Fatwa ini ditandatangani oleh

Abdullah bin Qu'ud selaku Anggota

Abdullah bin Ghadyan selaku Anggota

Abdurrazzaq `Afifi selaku Wakil Ketua

Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku Ketua

Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 18/26-27 Pertanyaan Pertama dan Kedua dari Fatwa Nomor:8726

 

Syaikh Sholeh al-Fauzan pernah ditanya," Apakah seorang Ayah harus mengahalangu pernikahan putrinya yang berusia lebih muda hingga putrinya yang lebih tua menikah,"

Beliau menjawab," seorang Ayah tidak boleh menghalangi pernikahan putrinya yang lebih muda bila dia dipinang dengan alasan dia harus mendahulukan pernikahan putrinya yang lebih tua. Ini hanyalah adat orang awam yang tidak ada dasarnya dalam syariat, mereka mengira bahwa mendahulukan pernikahan putri yang lebih muda akan memberikan mudhorot terhadap kakak perempuannya. Seandainya ini benar maka penghalangan ini juga memberikan mudhorot kepada yang muda sedangkan dalam kaedah disebutkan bahwa mudhorot tidaklah dihilangkan dengan mudhorot juga. Al-Muntaqo min Fatawa asy-Syaikh Sholeh al-Fauzan

 

Apabila orang tua tetap tidak berkenan untuk menikahkan anda setelah usaha maksimal dalam menginformasikannya kepada orang tua maka anda bisa meminta tolong tokoh atau pemuka agama setempat untuk menerangkannya kepada orang tua anda. Bila itu belum berhasil anda bisa mengadukan masalah ini ke pengadilan yang mengurusi pernikahan di daerah setempat, dengan begitu diharapkan anda akan mendapatkan solusi terbaik dalam masalah ini. Semoga Allah ta'ala memberikan jalan keluar segera bagi anda.

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com