SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Uang Dari Hasil Menipu Online


Ikhwan (Tegal)
4 years ago on Fiqih

Assalamualaikum Ustad. Saya Mau tanya ustad. Waktu Itu Saya Pernah Menipu seseorang dari jual beli online. Saya Sudah menipu banyak orang ustad. nah saya mau melunasinya tapi saya lupa semua orang" nya ustad. Apakah boleh meng infaq kan nya kemasjid untuk membayar hutang orang" tersebut ? . Tapi pak ustad saya takut orang" yang saya tipu tidak ikhlas takutnya percuma jika saya bayar ke masjid. Tapi saya akan tetap bayar apakah saya masih memiliki hutang kepada orang" tersebut.?
Redaksi salamdakwah.com
4 years ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Silahkan melihat pembahasan kami sebelumnya http://www.salamdakwah.com/baca-pertanyaan/dosa-menggunakan-barang-curian.html

Apabila pemiliknya datang kembali setelah anda mensedekahkannya maka anda perlu mengembalikan ke pemiliknya atau ahli warisnya bila mereka belum merelakan. Ada pertanyaan yang ditujukan kepada Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan fatwa Arab Saudi: Saat masih kecil, bertahun-tahun silam, kami dalam kondisi labil, bodoh, dan kelaparan, hingga akhirnya kami mencuri beberapa binatang ternak. Sekarang saya bertobat dan ingin melunasi kewajiban saya kepada orang lain. Saya perlu menanyakan beberapa hal berikut ini:
1. Saya pernah mencuri kapulaga senilai 120 riyal empat puluh tahun yang lalu dan ingin saya bayar sekarang. Apakah pembayarannya disesuaikan dengan harga sekarang, atau harga jual pada waktu itu?
2. Saya pernah mencuri beberapa ekor kambing, dan dari kambing tersebut ada hasil harta lain dan berkembang. Apakah saya cukup membayar beberapa ekor kambing (sesuai jumlah yang dicuri) atau saya harus menyerahkan kambing-kambing itu beserta seluruh hasilnya yang telah berkembang?
3. Apabila saya mencuri bersama rekan lainnya, apakah saya cukup membayar kewajiban saya saja, atau bagaimana?
Semoga Allah menjaga Anda semua.

Mereka menjawab:
Kapulaga yang Anda curi harus dikembalikan kepada pemiliknya dengan nilai yang sama saat Anda curi, jika pemiliknya masih hidup. Atau, dapat Anda berikan kepada ahli warisnya (jika pemiliknya sudah meninggal dunia). Apabila itu semua tidak memungkinkan, maka Anda harus menyedekahkannya kepada kaum fakir dengan niat sedekah atas nama pemilik harta tersebut.
Apabila setelah Anda bersedekah ternyata pemiliknya datang, atau Anda mengetahui tempat tinggal ahli warisnya, maka Anda harus menyerahkannya senilai harta itu. Insya Allah, Anda akan mendapatkan pahala bersedekah. Mengenai kambing yang Anda curi, Anda harus mengembalikannya kepada pemiliknya, beserta seluruh hasil yang telah berkembang, jika pemiliknya masih hidup. Atau boleh kepada ahli warisnya jika mereka ada. Jika mereka tidak ada atau tidak diketahui, maka Anda dapat memperkirakan nilai kambing itu ketika dicuri sekaligus nilai harta yang telah berkembang, kemudian Anda sedekahkan atas nama pemiliknya.

Apabila pemiliknya datang, atau Anda mengetahui keberadaannya atau ahli warisnya di mana pun mereka berada, maka Anda harus menyerahkan kambing tersebut beserta harta yang telah berkembangbiak, atau yang senilai dengan itu, sama seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Insya Allah, Anda akan mendapatkan pahala bersedekah. Jika Anda melakukan pencurian tersebut bersama rekan, maka Anda dapat membebaskan sejumlah tanggungan Anda dengan mengembalikan apa yang Anda curi kepada pemilik, atau bersedekah sesuai nilai harta curian atas nama pemiliknya (Ini jika Anda tidak menemukan pemilik atau ahli warisnya, sama seperti sebelumnya). Selain itu, Anda harus bertobat dengan sebenar-benarnya dan tidak mengulangi tindakan buruk seperti itu. Anda harus menasihati rekan yang terlibat dalam pencurian supaya mereka membebaskan tanggungan kewajiban mereka atas perbuatan yang mereka lakukan, sambil memperingati mereka akan beratnya siksaan Allah. Mengambil harta orang lain adalah tindakan kezaliman atas mereka. Itu semua tidak dapat gugur kecuali dengan mengembalikan hak-hak mereka, atau hingga pemiliknya mau memaafkan dan merelakan haknya.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Bakr Abu Zaid selaku  Anggota    
Shalih al-Fawzan selaku Anggota    
Abdullah bin Ghadyan  selaku Anggota    
Abdul Aziz Alu asy-Syaikh selaku Wakil Ketua    
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku Ketua
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa 11/208-210 Fatwa Nomor:20777     

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com