SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Makan gaji buta


Ikhwan (Bandung)
3 years ago on Mu'ammalah

Assalammu alaikum Ustad mau tanya mengenai gaji buta saya seorang programmer dan support pada sebuah perusahaan. Misalkan program yang dibutuhkan kantor sudah selesai saya kerjakan dan tidak ada error nah setelah tidak ada error itu otomatis saya tidak ada kerjaan. Tetapi bila ada error atau user ada kendala saya melakukan respon secepat mungkin dengan kasus di atas saat kosong tidak ada error dan tidak ada tugas dari atasan apakah itu termasuk memakan gaji buta ?. Terimakasih wassalammu alaikum
Redaksi salamdakwah.com
3 years ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Lebih tepatnya anda perlu kembali menelaah point per point dari kontrak kerja yang telah anda setujui dan telah anda tanda tangani terkait dengan kewajiban anda terhadap perusahaan. Apabila diketahui bahwa kewajiban anda adalah berada di kantor dari jam sekian sampai sekian  dan selalu stand by di jam kerja tersebut untuk mengerjakan pekerjaan kantor terkait program yang dibutuhkan kantor secara khusus maka anda wajib memenuhi kewajiban tersebut. Apabila pekerjaan anda terkait programming telah selesai sedangkan jam kerja masih belum habis maka anda wajib untuk tetap di kantor dan tidak ke mana mana.  Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya," Kadang-kadang saya off dari  pekerjaan saya untuk melakukan pekerjaan pribadi saya di jam kerja tanpa sepengetahuan pimpinan, sebagaimana kawan-kawan saya pergi setengah jam sebelum jam kerja habis. Saya meletakkan kartu pegawai mereka di mesin khusus (untuk absen) ketika jam kerja habis. Apa hukum perbuatan ini? Apa arahan anda kepada kami?

Mereka menjawab," Pegawai wajib hadir di tempat kerja saat jam kerja meskipun dia tidak ada kerjaan. Dia tidak boleh meninggalkan lingkungan kerjanya kecuali dikarenakan urusan mendesak sesuai dengan aturan perusahaan. Tidak boleh ada pemalsuan kehadiran dan pulang resmi, perbuatan ini tidak benar. Penanya dan kawan-kawannya wajib untuk bertaubat kepada Allah dan mereka wajib melaksanakan pekerjaan mereka."

. وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم"

Fatwa ini ditandatangani oleh

Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku ketua
Abdurrazzaq Afifi selaku wakil ketua
Abdullah bin Ghadyan selaku anggota
Sholeh al-Fauzan selaku anggota
Abdul Aziz Alu Syaikh selaku anggota
Bakr Abu Zaid selaku anggota
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 15/152 Pertanyaan ketiga dari fatwa no.16360
 

Apabila anda tetap di kantor dan stand by menunggu pekerjaan yang dibebankan kepada anda di saat jam kerja maka anda tidak dianggap lalai dalam bekerja mengingat kewajiban anda hanyalah yang terkait dengan programming dan itu sudah anda laksanakan.  Jadi diamnya anda tidak melaksanakan apapun tidaklah dianggap memakan gaji buta bila anda telah selesai mengerjakan pekerjaan anda dengan baik di jam kerja.

Apabila anda mengisi waktu kosong tersebut dengan amalan yang bermanfaat seperti membaca al-Qur'an, buku agama dan semisalnya maka ini diperbolehkan selama itu tidak menjadikan anda lalai dari pekerjaan anda atau mengurangi fokus anda terhadap pekerjaan programming yang dibebankan. Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin pernah ditanya,' Apabila seorang pegawai melaksanakan pekerjaaannya kemudian dia mengambil faedah dari jam kerjanya dengan cara mengisinya dengan membaca al-Qur'an atau membaca sesuatu yang bermanfaat atau membiarkan diri  mengantuk untuk sedikit istirahat, apakah ketika itu dia terkena konsekwensi tertentu?


Beliau menjawab," Dia tidak terkena konsekwensi tertentu selama dia telah melaksanakan pekerjaan yang diamanahkan kepadanya, namun bila dia lalai atau mengurangi pelaksanaan dari pekerjaannya maka ini diharamkan dan ini tidak boleh. Adapun rasa kantuk maka tidak ada keringanan khusus untuknya sebab seseorang kadang tidak bisa mengontrol dirinya. Dia kadang tertidur saat kerja tanpa terasa. Fatawa Ulama' al-Balad al-Harom hal.573

 

Apabila dalam kontrak kerja yang anda setujui disebutkan bahwa model pekerjaan anda adalah mengerjakan apa yang ditargetkan saja tanpa meminta anda untuk standby di kantor bila pekerjaan sudah beres maka anda bisa pergi dari kantor setelah pekerjaan anda beres meski jam kerja pegawai lain di perusahaan anda belum berakhir bagi pegawai lain. Dan kala itu anda tidak dianggap memakan gaji buta. Syaikh Jibrin pernah ditanya," Apakah seorang pegawai boleh keluar saat jam kerja dalam bentuk pembagian sesi tertentu dengan alasan tidak ada pekerjaan meski gajinya besar bila dibanding dengan pekerjaannya yang sedikit?

Beliau menjawab," Pegawai tidak boleh keluar dari lingkungan kerjanya hingga selesai jam kerja, meskipun saat itu dia tidak ada pekerjaan, baik itu gajinya besar atau kecil. Namun bila ada hal mendadak yang mendesaknya untuk keluar seperti keadaan sakit atau kesibukan mendesak yang memaksanya untuk keluar maka dia boleh keluar kala itu namun dia harus kembali setelah urusan itu beres sebab waktunya dimiliki oleh negara atau perusahaan yang mempekerjakannya, kecuali bila pekerjaannya dalam bidang tertentu yang terbatas, bila demikian maka dia bisa menyelesaikan pekerjaan terbatas itu kemudian dia bebas pergi kemana dia suka. Wallahu a'lam. Fatawa Muhimmah li Muwadhdhifi al-Ummah
 

Intinya seorang muslim wajib untuk memenuhi akad yang dia buat dengan pihak lain. Ini berdasarkan Firman Allah ta'ala di surat al-Maidah ayat 1

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu.

Semoga Allah ta'ala mudahkan kita untuk memenuhi hak Allah ta'ala dan hak makhluq  yang menjadi kewajiban kita

Wallahu ta'ala a'lam

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com