SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

jawab salam ketika sholat


Ikhwan (kendari)
5 years ago on Ibadah

Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Ketika saya melakukan sholat wajib menjadi makmum, dan lain kesempatan melakukan sholat sunnah... terdengar ada yang mengucapkan salam! Apakah saya menjawabnya dengan suara lirih? Jazakumullah khairan
Redaksi salamdakwah.com
5 years ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Menjawabnya dengan isyarat. Ulama' yang duduk di Koite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya,"Apakah boleh seorang Muslim mengucapkan salam pada seorang yang sedang salat...?
Mereka menjawab," diperbolehkan bagi seorang Muslim untuk memulai salam pada saudaranya yang Muslim saat sedang salat, tapi orang yang salat ini tidak boleh menjawab salamnya kecuali dengan isyarat saja dengan tujuan menjaga salatnya. Hal ini berdasarkan riwayat dari Ibnu Umar radhiyallahu `anhuma


 «قُلْتُ لِبِلاَلٍ كَيْفَ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرُدُّ عَلَيْهِمْ حِيْنَ كَانُوْا يُسَلِّمُوْنَ عَلَيْهِ وَهُوَ فِي الصَّلاَةِ؟ قال: يُشِيْرُ بِيَدِهِ » رواه الخمسة.


Aku bertanya kepada Bilal,"Bagaimana Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam menjawab salam mereka ketika mereka mengucapkan salam kepada beliau dalam salat?" Bilal menjawab, "Beliau memberi isyarat dengan tangannya." (HR. Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa'i, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Diriwayatkan juga dari Shuhaib radhiyallahu `anhu, bahwasanya ia berkata



 «مَرَرْتُ بِرَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ يُصَلِّي فَسَلَّمْتُ فَرَدَّ إِلَيَّ إِشَارَةً وقال: لاَ أَعْلَمُ إِلاَّ أَنَّهُ قَالَ (إِشَارَةً بِأُصْبُعِهِ) »

 Aku menghampiri Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam yang sedang salat. Aku mengucapkan salam, kemudian beliau membalas (salam) kepadaku dengan suatu isyarat. Dan ia berkata, 'Aku tidak tahu hanya saja ia berkata (isyarat dengan jari-jarinya).'" (HR. Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa'i, dan at-Tirmidzi). At-Tirmidzi berkata, "Kedua hadits ini shahih menurutku,"

Dan telah disebutkan dari Ummu Salamah radhiyallahu 'anha, bahwasanya ia berkata



«سَمِعْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَنْهَى عَنِ الرَّكْعَتَيْنِ بَعْدَ العَصْرِ، ثُمَّ رَأَيْتُهُ يُصَلِّيْهِمَا حِيْنَ صَلىَّ العَصْرَ، قَالَتْ دَخَلَ وَعِنْدِيْ نِسْوَةٌ مِنْ بَنِي حَرَامٍ مِنَ الأَنْصَارِ فَصَلاَّهُمَا، فَأَرْسَلْتُ إِلَيْهِ الجَارِيَةَ فَقُلْتُ: قَوْمِي بِجَنْبِهِ فَقُوْلِي لَهُ: تَقُوْلُ لَكَ أُمُّ سَلَمَةَ يَا رَسُوْلَ اللهِ سَمِعْتُكَ تَنْهَى عَنْ هَاتَيْنِ الرَّكْعَتَيْنِ وَأرَاكَ تُصَلِّيْهِمَا، فَإِنْ أَشَارَ بِيَدِهِ فَاسْتَأْخِرِي فَفَعَلَتْ الجَارِيَةُ فَأَشَارَ بِيَدِهِ فَاسْتَأْخَرَتْ عَنْهُ، فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ: "ياَ بِنْتَ أَبِي أُمَيَّةَ سَأَلْتِ عَنِ الرَّكْعَتَيْنِ بَعْدَ العَصْرِ، فَإِنَّهُ أَتَانِي أُنَاسٌ مِنْ بَنِي عَبْدِ القَيْسِ فَشَغَلُوْنِي عَنِ الرَّكْعَتَيْنِ اللَّتَيْنِ بَعْدَ الظُّهْرِ فَهُمَا هَاتَانِ»

Aku mendengar Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam melarang salat dua rakaat sesudah Ashar. Kemudian aku melihat beliau melakukan salat itu setelah beliau selesai melakukan salat Ashar. Ummu Salamah berkata, "Kemudian beliau masuk dan di tempatku ada beberapa wanita Bani Haram dari Kaum Anshar lantas beliau melakukan salat itu. Lalu, aku mengutus seorang wanita kepada beliau. Aku katakan kepadanya, "Berdirilah di samping beliau, katakan kepada beliau, Ummu Salamah bertanya padamu, 'Wahai Rasulullah, aku mendengar engkau melarang salat dua rakaat sesudah salat Ashar ini, tetapi engkau melakukannya?' Jika beliau mengisyaratkan dengan tangan supaya engkau mundur, maka mundurlah dari beliau. Lalu, wanita itu melakukannya. Beliau mengisyaratkan dengan tangan, kemudian wanita itu mundur dari beliau. Ketika beliau selesai salat, beliau bersabda, 'Wahai putri Abu Umayyah engkau menanyakan tentang dua rakaat sesudah salat Ashar? Sesungguhnya orang-orang dari Bani Abdul Qais datang kepadaku (menyampaikan keislaman kaumnya), lalu mereka menyibukkan aku (sehingga aku ketinggalan) dari dua rakaat sesudah Zuhur. Maka, kedua rakaat yang kukerjakan setelah salat Ashar itulah sebagai gantinya" (HR. Bukhari dan Muslim).

Beberapa hadits tersebut menunjukkan dibolehkannya mengucapkan salam kepada orang yang sedang salat. Hanya saja orang yang salat ini menjawab salam dengan isyarat tangan. Hal ini didasari atas sikap Nabi yang mengakui perbuatan anak perempuan Ummu Salamah dan jawaban beliau terhadap anak wanita utusan Ummu Salamah itu dengan memakai isyarat saja...


Wabillahittaufiq, wa Shallallahu 'Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Abdullah bin Qu'ud selaku Anggota    
Abdullah bin Ghadyan selaku Anggota    
Abdurrazzaq `Afifi selaku Wakil Ketua Komite    
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku Ketua
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 7/32-33 Pertanyaan Ketiga dari Fatwa Nomor 2437 

Syaikh Utsaimin rahimahullah ta’ala menerangakan:
Menjawab salam ketika shalat dilakukan dengan isyarat tangan tanpa lafadz lisan. Apabila orang yang mengucapkan salam tersebut akan berdiam di tempat anda hingga anda menyelesaikan shalat maka jawablah dengan lafadz (ketika selesai shalat), apabila dia pergi maka cukup dengan isyarat saja. Majmu’ Fatawa wa Rasail al-Utsaimin 13/333

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com