SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Menunggu Hidayah


Ikhwan (surabaya)
6 months ago on Ibadah

assalamualaikum,salam sejahtera..


saya terlahir dari keluarga muslim, kenapa ya saya sangat sulit untuk melakukan kegiatan islam? saya ingin pergi ke masjid, membaca al quran setiap hari, beramal, dan berpakaian syar'i, seperti ibu saya yg sudah memakai kerudung besar.. tapi kenapa itu sangat susah untuk dilaksanakan.. saya seorang laki-laki , tapi saya bingung cara berpakaian secara islam yang benar, mungkin dari islam, hanya sholat yang saya laksanakan, bagaimana hidayah allah bisa datang kepada saya? terimakasih


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته


Seseorang idealnya mencari dan memburu hidayah, bukan menunggu hidayah tanpa ada perjuangan. Berikut ini sebagian wasilah untuk menmperoleh hidayah dari Allah azza wa jalla:


Pertama: Kejujuran untuk mencari hidayah Allah ta'ala,
Bertekat kuat dalam hati untuk mencari hidayah Allah ta'ala dan melaksanakan amalan yang mendukung itu. Semoga dengan kejujuran kepada Allah ta'ala keinginan seseorang akan tercapai. Dalam salah satu riwayat yang shahih disebutkan,"




عَنْ شَدَّادِ بْنِ الْهَادِ، أَنَّ رَجُلًا مِنَ الْأَعْرَابِ جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَآمَنَ بِهِ وَاتَّبَعَهُ، ثُمَّ قَالَ: أُهَاجِرُ مَعَكَ، فَأَوْصَى بِهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْضَ أَصْحَابِهِ، فَلَمَّا كَانَتْ غَزْوَةٌ غَنِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَبْيًا، فَقَسَمَ وَقَسَمَ لَهُ، فَأَعْطَى أَصْحَابَهُ مَا قَسَمَ لَهُ، وَكَانَ يَرْعَى ظَهْرَهُمْ، فَلَمَّا جَاءَ دَفَعُوهُ إِلَيْهِ، فَقَالَ: مَا هَذَا؟، قَالُوا: قِسْمٌ قَسَمَهُ لَكَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَخَذَهُ فَجَاءَ بِهِ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: مَا هَذَا؟ قَالَ: «قَسَمْتُهُ لَكَ» ، قَالَ: مَا عَلَى هَذَا اتَّبَعْتُكَ، وَلَكِنِّي اتَّبَعْتُكَ عَلَى أَنْ أُرْمَى إِلَى هَاهُنَا، وَأَشَارَ إِلَى حَلْقِهِ بِسَهْمٍ، فَأَمُوتَ فَأَدْخُلَ الْجَنَّةَ فَقَالَ: «إِنْ تَصْدُقِ اللَّهَ يَصْدُقْكَ» ، فَلَبِثُوا قَلِيلًا ثُمَّ نَهَضُوا فِي قِتَالِ الْعَدُوِّ، فَأُتِيَ بِهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحْمَلُ قَدْ أَصَابَهُ سَهْمٌ حَيْثُ أَشَارَ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَهُوَ هُوَ؟» قَالُوا: نَعَمْ، قَالَ: «صَدَقَ اللَّهَ فَصَدَقَهُ» ، ثُمَّ كَفَّنَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي جُبَّةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ قَدَّمَهُ فَصَلَّى عَلَيْهِ، فَكَانَ فِيمَا ظَهَرَ مِنْ صَلَاتِهِ: «اللَّهُمَّ هَذَا عَبْدُكَ خَرَجَ مُهَاجِرًا فِي سَبِيلِكَ فَقُتِلَ شَهِيدًا أَنَا شَهِيدٌ عَلَى ذَلِكَ»



Dari Syaddad bin Al Had bahwa mengkabarkan ada seorang laki-laki dari badui datang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu ia beriman dan mengikuti beliau. Kemudian dia berkata,"Aku akan berhijrah bersama engkau?" beliau lalu berwasiat dengan orang tersebut kepada sebagian sahabat beliau. Setelah terjadi perang, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mendapatkan ghanimah (harta rampasan perang) berupa tawanan, beliau membagikan dan membagi untuknya, lalu beliau memberikan kepada para sahabat beliau sesuatu yang beliau bagi untuknya dan ia sendiri sedang mengatur urusan mereka. Setelah ia datang, ia memberikannya kepada orang itu, lalu ia berkata; "Apa ini?" mereka menjawab; "Bagian yang telah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bagi untukmu."




Kemudian ia mengambilnya dan membawanya menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu bertanya; "Apa ini?" beliau bersabda: 'Aku telah membaginya untukmu.' Ia berkata; "Bukan untuk hal ini aku mengikuti engkau. Tapi aku mengikuti engkau agar aku dilemparkan ke sini -ia mengisyaratkan panah ke tenggorokannya- lalu aku mati dan masuk surga." Beliau bersabda: "Jika jujur kepada Allah, niscaya Allah akan mewujudkan tujuan dari sikap jujurmu." Lalu mereka diam sejenak, kemudian bangkit melawan musuh, lalu orang tersebut dibawa ke tempat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan cara diangkut, ia terkena panah yang diisyaratkan, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apakah ia orangnya?!" mereka menjawab; "ya." Beliau bersabda: "Dia jujur kepada Allah dan Allah membalasnya dengan mewujudkan tujuan kejujurannya." Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengkafaninya dengan jubah beliau shallallahu 'alaihi wasallam, beliau memajukannya dan menshalatkannya. Do'a yang nampak dalam Shalat beliau yaitu, "Ya Allah, inilah hamba-Mu, ia telah berhijrah di jalan-Mu lalu ia terbunuh dalam keadaan Syahid, aku menjadi saksi atas hal tersebut." (HR. Nasa'i: 1953 dan yang lainnya



Kedua: Selalu berdoa meminta kepada Allah ta'ala supaya selalu diberi petunjuk seperti doa iftitah Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam dahulu jika beliau sholat lail maka beliau berdoa:




أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ، قَالَ: سَأَلْتُ عَائِشَةَ أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ، بِأَيِّ شَيْءٍ كَانَ نَبِيُّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَفْتَتِحُ صَلَاتَهُ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ؟ قَالَتْ: كَانَ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ افْتَتَحَ صَلَاتَهُ: «اللهُمَّ رَبَّ جَبْرَائِيلَ، وَمِيكَائِيلَ، وَإِسْرَافِيلَ، فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ، اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ، إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ»



Dari Abu Salamah bin Abdurrahman bin Auf dia berkata," saya telah bertanya kepada Aisyah radhiyallahu anha Ummul Mukminin," dengan apa Nabi shallallahu alaihi wa sallam membuka shalatnya bila beliau melaksanakan shalat malam? Aisyah berkata," Nabi shallallahu alaihi wa sallam bila shalat malam membuka shalatnya dengan,"
“Ya Alloh, Robb Jibril, Mikail, dan Robb Isroil Yang menciptakan langit-langit dan bumi, dan Maha Mengetahui yang ghoib dan yang nampak, (ya Alloh) Engkau menghukumi antara hamba-hamba-Mu terhadap apa yang mereka perselisihkan, (ya Alloh) berilah petunjuk kepadaku terhadap apa yang mereka perselisihkan dari kebenaran dengan izin-Mu, sesungguhnya Engkau memberi petunjuk siapa yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus”. HR. Muslim no.770 dan yang lainnya




Ketiga: Memulai dengan hal yang sederhana dan ringan dalam pengamalan syariat dan terus bertahap



Keempat: Membekali diri dengan ilmu yang bermanfaat supaya seseorang bisa melihat dengan jelas jalan yang ia tempuh




Kelima: Semangat untuk menambah iman dengan melaksanakan ketaatan-ketaatan setelah dia melaksanakan kewajban



Keenam: Bergaul dengan orang yang sholeh. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda




سَمِعْتُ أَبَا بُرْدَةَ بْنَ أَبِي مُوسَى، عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:مَثَلُ الجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالجَلِيسِ السَّوْءِ، كَمَثَلِ صَاحِبِ المِسْكِ وَكِيرِ الحَدَّادِ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ المِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ، وَكِيرُ الحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ، أَوْ ثَوْبَكَ، أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَة



Aku mendengar Abu Burdah bin Abu Musa dari bapaknya radliallahu 'anhu berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Perumpamaan orang yang bergaul dengan orang shalih dan orang yang bergaul dengan orang buruk seperti penjual minyak wangi dan tukang tempa besi, Pasti kau dapatkan dari pedagang minyak wangi apakah kamu membeli minyak wanginya atau sekedar mendapatkan bau wewangiannya, sedangkan dari tukang tempa besi akan membakar badanmu atau kainmu atau kamu akan mendapatkan bau yang tidak sedap. HR. Bukhari no. 2101 dan Muslim no. 2628, lafadz di atas adalah lafadz Bukhari.


Rasul shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِل



Dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang laki-laki itu bergantung dengan agama teman gaulnya, maka hendaklah salah seorang melihat siapa yang menjadi teman gaulnya."HR. Abu Daud no.4833 dan Tirmidzi no.2378 dan yang lainnya. Dihasankan oleh Al-Albani.




Ketujuh: Bertaubat atas kesalahan masa lalu dan meminta kepada Allah ta'ala supaya terus menjaga Hatinya supaya tetap dalam agama Islam.




عَنْ أَنَسٍ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ أَنْ يَقُولَ: «يَا مُقَلِّبَ القُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ»



Dari Anas bin Malik dia berkata," Dahulu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam banyak berucap," wahai dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku pada agama-Mu." HR. At-Tirmidzi 2140 dan yang lainnya.




Kedelapan: Tidak memperdulikan respon negatif masyarakat ketika mereka menentang dia saat dia berusaha menjadi pribadi yang baik dilihat dari sudut pandang syariat
Allah berfirman (Al-Maa’idah: 105):




يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ لاَ يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ



“Hai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian; Tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kalian telah mendapat petunjuk.”




Ini adalah sebagian tips supaya seseorang memperoleh hidayah dari Allah ta'ala. Tulisan ini sebagian diterjemahkan dari http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=21750

PERTANYAAN TERKAIT

© 2017 - Www.SalamDakwah.Com