SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Menahan Keluarnya Air Mani Apakah Wajib Mandi


Ikhwan (Purwakarta)
4 years ago on Fiqih

Assalamualaikum wr.wb



Pa ustadz saya mau bertanya, ketika seseorang mengeluarkan mani dengan sengaja tetapi menahannya dengan tangan agar tidak keluar(supaya tidak mandi junub) namun mani tsb tetap keluar tapi tanpa adanya syahwat dan tidak merasa lemas Apakah orang itu tetap diwajibkan mandi junub?



وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته


Ibnu Quddamah rahimahullah menerangkan," Oleh karena itu bila mani keluar setelah itu (setelah ditahan) maka wajib untuk mandi, baik itu seseorang mandi sebelum keluarnya mani tersebut ataukah dia belum mandi, sebab itu adalah mani yang keluar karena syahwat sehingga mandi menjadi wajib sebagaimana bila dia keluar setelah air mani berpindah dari tempatnya. Imam Ahmad telah berkata dalam masalah laki-laki yang berhubungan dengan istrinya namun maninya tidak keluar, kemudian dia mandi dan ternyata mani keluar setelah itu," Dia wajib untuk mandi"

Beliau juga pernah ditanya tentang seorang laki-laki yang bermimpi jimak kemudian dia bangun namun dia tidak mendapati air mani, ketika dia berjalan mani keluar, beliau menjawab:,"Dia perlu mandi. Al-Mughni 1/147

Dalam kitab al-Mausu'ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyyah disebutkan," Seseorang dianggap junub bila maninya telah berpindah dari sumbernya dengan didasari syahwat namun dia keluar tidak disertai syahwat. Ini pendapat madzhab Maliki, Syafi'i, Hanbali, Abu Hanifah serta Muhammad bin al-Hasan." al-Mausu'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyah 16/50
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com