SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Bila Keluarga Malas Shalat


Ikhwan (Surabaya)
4 years ago on Keluarga

Assalamu'alaikum..



Bagaimana hukumnya, seorang suami yang sudah mengingatkan istrinya untuk solat, tetapi sang istri tidak langsung bergegas ambil wudhu untuk solat?? bahkan karena tertunda sering istri tertidur dan saya tidak tega utk membangunkannya. Apa yang harus seorang suami lakukan jika ada dalam kondisi seperti ini?

Redaksi salamdakwah.com
4 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته


Seorang suami bertanggung jawab untuk mendidik seluruh anggota keluarga dengan pendidikan Islam dan wajib mengarahkan mereka untuk komitmen dengan pelaksanaan syariat Islam. Allah Ta'ala berfirman di surat  At-Tahrim ayat 6:


 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ  


"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu." 


Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


  كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ .... وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا 


"Setiap kalian adalah pemimpin, dan kalian akan ditanya tentang orang-orang yang kalian pimpin. Seorang laki-laki adalah pemimpin di tengah keluarganya, dan dia akan ditanya tentang orang-orang yang dia pimpin. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan ditanya tentang orang-orang yang dipimpinnya." (HR. Bukhari, no. 893, Muslim, no. 1829)


Seorang kepala keluarga wajib untuk memerintahkan anggota keluarganya untuk melaksanakan shalat. Allah Ta'ala berfirman kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam di surat Thaha ayat 132


وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا 


"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya." 


Syaikh as-Sa'di menerangkan makna ayat tersebut,"Maksudnya adalah perintahkan keluargamu menunaikan shalat, doronglah mereka melaksanakannya, baik yang fadhu maupun yang sunnah. Perintah terhadap sesuatu adalah perintah dengan segala sesuatu yang tidak sempurna sesuatu tersebut kecuali dengannya. Maka itu juga merupakan perintah untuk mengajarkan mereka, apa yang menyebabkan shalat menjadi sah atau batal atau apa yang menyempurnakannya. (Taisir al-Karim ar-Rahman  517)


Allah Ta'ala befirman tentang Nabi Ismail alaihissalam di surat Maryam ayat 55


   وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُ بِالصَّلاةِ وَالزَّكَاةِ وَكَانَ عِنْدَ رَبِّهِ مَرْضِيًّا 


"Dan ia menyuruh ahlinya untuk bersembahyang dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya."


Di sisi lain malas dalam melaksanakan shalat adalah termasuk kemungkaran dan kemungkaran harus dirubah, dan dalam kasus yang disebutkan dalam pertanyaan suami wajib untuk menghilangkan kemungkaran demi kebaikan istrinya di masa mendatang. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda


مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ


Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran hendaklah ia mencegah kemungkaran itu dengan tangannya. Jika tidak mampu, hendaklah mencegahnya dengan lisan. Jika tidak mampu juga, hendaklah ia mencegahnya dengan hatinya. Itulah selemah-lemah iman. HR. Muslim no.49 dan yang lainnya 


Apabila istri sampai ketiduran suami disyariatkan membangunkannya. Dalam shalat sunnah qiyamullail saja disyariatkan untuk membangunkan istri apalagi pada shalat wajib. Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah disebutkan bahwa Rasulullahshallallahu alaihi wa sallam bersabda,"


رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى، وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ، فَإِنْ أَبَتْ، نَضَحَ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ، رَحِمَ اللَّهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ، وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا، فَإِنْ أَبَى، نَضَحَتْ فِي وَجْهِهِ الْمَاءَ


Allah merahmati seorang lelaki yang bangun  tengah malam lantas menunaikan salat dan membangunkan isterinya. Jika isterinya enggan bangun, maka dia memercikkan air di wajahnya. Allah merahmati seorang wanita yang bangun di tengah malam lantas menunaikan salat dan membangunkan suaminya. Jika suaminya enggan bangun maka dia memercikkan air di wajahnya. HR. Abu Daud no.1308; an-Nasai 1610; Ibnu Majah 1336 dan yang lainnya 


Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah menukil perkataan imam al-Qurthubi rahimahullah," Tidaklah jauh bila dikatakan bahwa itu hukumnya wajib  dalam hal yang wajib dan hukumnya mandub(dianjurkan) dalam hal yang mandub sebab orang yang tidur meskipun dia tidaklah dibebani dengan syariat namun penghalangnya mudah hilang maka dia itu seperti orang yang lalai sedangkan memperingatkan orang yang lalai hukumnya wajib. Fath al- Bari 2/488


Diantara kiat yang bisa ditempuh suami ketika menghadapi istri yang malas shalat adalah:

- Pentingnya ada teladan praktis, yaitu sikap suami yang menanmpakkan perhatian besar terhadap shalat dengan melaksanakannya tepat pada waktunya.


- Mengingatkan tentang pentingnya shalat dan menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan rukun agama yang sangat agung dan agama tidak sempurna kecuali dengannya.


- Menganjurkan melaksanakan shalat pada waktunya dan menjelaskan bahwa Allah menjanjikan surga bagi orang yang melaksanakan shalat. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Daud (425), dari Ubadah bin Shamit radhiallahu anhu dia berkata, "Aku bersaksi bahwa aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "


خَمْسُ صَلَوَاتٍ افْتَرَضَهُنَّ اللَّهُ تَعَالَى ، مَنْ أَحْسَنَ وُضُوءَهُنَّ وَصَلاهُنَّ لِوَقْتِهِنَّ وَأَتَمَّ رُكُوعَهُنَّ وَخُشُوعَهُنَّ كَانَ لَهُ عَلَى اللَّهِ عَهْدٌ أَنْ يَغْفِرَ لَهُ ، وَمَنْ لَمْ يَفْعَلْ فَلَيْسَ لَهُ عَلَى اللَّهِ عَهْدٌ ، إِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُ وَإِنْ شَاءَ عَذَّبَهُ ) "


"Lima shalat yang Allah Ta'ala wajibkan, siapa yang membaguskan wudunya dan shalat pada waktunya serta menyempurnakan ruku dan khusyu'nya, maka janji Allah akan mengampuninya. Siapa yang tidak melaksanakannya maka tidak ada janji Allah kepadanya. Jika Dia kehendaki, Dia akan mengampuninya, dan jika Dia menghendaki Dia akan mengazabnya." (Dishahihkan oleh Al-Albany dalam Shahih Abu Daud)


Siapa yang ingin mendapatkan janji Allah hendaklah dia shalat, siapa yang tidak ingin mendapatkan janji Allah dan menempatkan dirinya dalam ancaman azab yang pedih dan murka Allah hendaklah dia meninggalkan shalat!. Sambil menyebut hadits-hadits anjuran dan ancaman dalam bab shalat.


- Menggunakan semua sarana yang tersedia dengan cara nasehat yang mudah dan lembut. Menyediakan buku-buku dan kaset-kaset yang berbicara tentang perkara shalat serta menjelaskan kedudukannya yang tinggi.


- Memberikan dorongan materi dan moral, dalam bentuk hadiah materi dan ungkapan pujian serta dorangan dan semacamanya.


- Menggunakan metode isolasi atau tegas ketika istri meninggalkan shalat atau meremehkannya. Yaitu dalam bentuk hukuman syari yang memberikan pengaruh.


- Memperbanyak doa dan harap kepada Allah, semoga Allah memberikan hidayah kepada keluarga di jalannya yang lurus dan menjadikan mereka termasuk orang-orang yang suka melaksanakan shalat dan bertakwa. Hal ini pada kenyataannya merupakan sebab yang paling bermanfaat untuk kebaikan keluarga


- Kepala keluarga hendaknya tidak bosan memberikan peringatan, nasehat, pembinaan, walaupun keluarganya mengulangi lagi sikap meremehkan dan mengabaikan. (kiat ini dinukil dari situs islamqa.info)


Ini bila sebab dari malasnya istri untuk shalat adalah dari sifat buruk pribadinya. Namun bila sebab dari istrinya tidak bersegera shalat adalah karena kelelahan mengurus rumah tangga maka suami perlu membantu istrinya mengurus rumah tangga, baik itu secara langsung atau dengan menyewa jasa asisten rumah tangga (dengan tetap memperhatikan kaidah syar'i terkait pembantu) semoga dengan begitu si istri bisa melaksanakan shalat pada waktunya dan melaksanakan syariat Islam yang lain dengan semangat dan totalitas.


Semoga Allah ta'ala memudahkan kita semua untuk mengarahkan keluarga kita untuk melaksanakan syariat Islam secara Kaaffah sehingga diharapkan kita bisa masuk surga bersama dengan keluarga kita 


وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم


والله تعالى أعلم بالحق والصواب


© 2020 - Www.SalamDakwah.Com