SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Suami Memberi Nafkah Anak Tanpa Istri


Akhwat (lampung)
5 years ago on Keluarga

Assalamualaikum ustad, saya ibu dari dua anak, saya dulu pernah menikah dan bercerai kemudian rujuk kembali secara agama dengan maksud untuk memperbaiki hubungan yang dulu pernah retak, namun hubungan itu kini retak kembali, dan suami saya telah meninggalkan saya dan anak2, sudah berbulan2 suami saya pergi, saya tidak diberi nafkah lahir ataupun batin semenjak saya di tinggalkan saat saya sedang hamil anak kedua, apakah hukumnya bagi suami yang telah menelantarkan istri tanpa diberi nafkah, tetapi masih memberikan nafkah untuk.anak2,,?? Terima kasih sebelumnya,,



Wassalamualaikum,,

Redaksi salamdakwah.com
5 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته


Seorang kepala rumah tangga wajib untuk memberi nafkah lahir dan batin kepada istrinya, ia wajib untuk berusaha mencari rizki yang halal untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Allah ta’ala berfirman dalam surat Ath-Tholaq:7 :


لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ .


Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya.. 


Apabila seseorang lalai dalam mencukupi kebutuhan orang yang berada di bawah tanggungannya maka ia telah berdosa. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يَحْبِسَ، عَمَّنْ يَمْلِكُ قُوتَهُ


Cukuplah seseorang itu dikatakan berdosa bila dia menahan makan budaknya. HR. Muslim no.996  


Dalam riwayat lain disebutkan


«كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يَقُوتُ»


Cukuplah seseorang itu dikatakan berdosa bila dia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya. HR. Abu Daud no.1692  dan yang lainnya

 

Termasuk perbuatan dosa berdasarkan hadits di atas adalah seorang suami yang tidak memberikan nafkah kepada orang yang berada dibawah tanggungannya seperti istri dan anak-anaknya. 


Al-Imam ash-Shan'ani menerangkan," yang mereka beri nafkah adalah dan berhak atas nafkah itu adalah orang yang wajib diberi infak yakni istri-istri mereka, anak-anak mereka dan budak-budak mereka. Subulussalam 2/323 


Cobalah anda menjalin komunikasi yang baik dengan suami dan cobalah untuk introspeksi diri, mungkin ada kesalahan diri yang menjadikan suami berbuat demikian. Apabila memang benar suami anda yang menjadi sumber masalah anda juga bisa meminta bantuan orang lain untuk menasehatinya bila nasehat anda tidak digubris olehnya. Semoga Allah ta'ala kembali menyatukan keluarga anda dan mengkaruniakan keharmonisan keluarga dalam naungan syariat Islam  


والله تعالى أعلم بالحق والصواب



PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com