SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hukum menemani keluarga ke mall


Ikhwan (Bekasi)
3 years ago

Assalamualikum Warohmatullahi Wabarokatuh,Barokallahu Fiik ,Ustadz Ana mau tanya Ada seseorang yang menyampaikan perihal Agama Bahwa menemani Keluarga berbelanja dan jalan-jalan ke Mall ahalanya lebih utama dari Ber I'tikaf di dalam Masjid.Padahal berita yang di sampaikan Oleh Rasulallah Salallahu Alaihi Wassalam Bahwa Tempat yang paling di cintai Oleh Allah Ta'la adalah Masjid sedang kan yang paling di benci adalah Pasar,Syukron Tadz Atas jawabannya ,Jazakumullah kaeron Katsiran
Redaksi salamdakwah.com
3 years ago

وَ عَلَيْكم السَّلَام وَ رَحْمَةُ اللّهِ وَ بَرَكَاتُه

Kami telah coba mencari dasar dan dalil yang digunakan untuk memperkuat pernyataan tersebut dan kami dapati ada beberapa nash yang dijadikan hujjah, yaitu

1. Hadits riwayat Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma


«أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ، وَأَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ، أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً، أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا، أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا، وَلَأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخِي فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ - يَعْنِي مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ شَهْرًا - وَمَنَ كَفَّ غَضَبَهُ سَتَرَ اللهُ عَوْرَتَهُ، وَمَنْ كَظَمَ غَيْظَهُ، وَلَوْ شَاءَ أَنْ يُمْضِيَهُ أَمْضَاهُ مَلَأَ اللهُ قَلْبَهُ رَجَاءً يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ مَشَى مَعَ أَخِيهِ فِي حَاجَةٍ حَتَّى يَتَهَيَّأَ لَهُ أَثْبَتَ اللهُ قَدَمَهُ يَوْمَ تَزُولُ الْأَقْدَامِ»

”Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia dan amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim atau engkau menghilangkan suatu kesulitan atau engkau melunasi utang atau menghilangkan kelaparan. Dan sesungguhnya aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk (menuaikan) suatu kebutuhan lebih aku sukai daripada aku beritikaf di masjid ini—yaitu Masjid Madinah—selama satu bulan. Dan barangsiapa yang menahan amarahnya maka Allah akan menutupi kekurangannya dan barangsiapa menahan amarahnya padahal dirinya sanggup untuk melakukannya maka Allah akan memenuhi hatinya dengan harapan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang berjalan bersama saudaranya untuk (menunaikan) suatu keperluan sehingga tertunaikan (keperluan) itu maka Allah akan meneguhkan kakinya pada hari banyak kaki-kaki yang tergelincir (di hari perhitungan).” (HR. Thabrani di al-Mu'jam al-Kabir XII/453)
as-Silsilah ash-Shahihah 2/574 no.906

2. Hadits Aisyah radhiyallahu anha

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

Sebaik-baik kalian adalah yang orang yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah sebaik-baik kalian terhadap keluargaku." (HR At-Tirmidzi no.3895 (dari Aisyah) dan Ibnu Majah no.1977 dari(Abdullah bin Abbas)

3. Perkataan syaikh Utsaimin
"Menunaikan kebutuhan kaum muslimin lebih penting dari pada iktikaf...karena manfaatnya lebih menyebar, menfaat ini lebih baik daripada manfaat yang terbatas (untuk diri sendiri). Kecuali manfaat terbatas tersebut merupakan perkara yang penting dan wajib dalam Islam."Majmu' Fatawa wa Rasail al-Utsaimin 20/180

Pengkhususan atau paling tidak pemfokusan dalil atau perkataan ulama tadi pada masalah menemani istri ke pasar lebih baik daripada i'tikaf perlu ditinjau ulang dengan alasan:
- Nash Nash tadi bersifat umum sehingga memfokuskannya ke salah satu pendapat tertentu perlu didasari dalil juga
- Sependek pengetahuan kami belum ada ulama terdahulu yang menafsirkan demikian, paling tidak seharusnya penulis membawakan satu saja pendapat ulama salaf yang sesuai dengan penafsirannya padahal i'tikaf dan pasar sudah ada sejak dulu dan aktifitas menemani istri ke pasar merupakan hal yang mereka ketahui
- Rasul shallallahu alaihi wa sallam tidak selalu menemani istri-istri beliau ke pasar padahal beliau adalah sosok yang suka membantu keluarga beliau seandainya ini afdhol selalu niscaya Nabi akan sering-sering melaksanakannya
- Para sahabat pun tidak membiasakan demikian padahal mereka adalah masyarakat yang suka berlomba-lomba dalam kebaikan.

Begitu pula pemutlakan hukum menemani istri lebih baik daripada i'tikaf juga perlu ditinjau ulang berdasarkan point di atas

Wallahu ta'ala a'lam

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com