SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Suami Mendholimiku


Akhwat
4 years ago

Asssalamualaikum ustadz

Saya adalah istri ke 4,suami saya punya anak dari istri ke 2 laki-laki dan istri ke 3 perempuan...anak laki2 tidak pernah di urus oleh suami saya dan sekarang anak perempuanny dia urus sampai2 saya di dzoliminya...mantan istrinya dan anak-anaknya menyuruh kami bercerai dan sampai-sampai saya melihat sms anak perempuannya kata-kata yang tidak pantas dia ucapkan tuk ayahnya.Suami saya tidak pernah izin ke saya kalo mau kerumah mantan istrinya dan dia selalu membela mantannya dari pada saya istri sah nya.

Ustadz suami saya juga sudah berubah banyak kalo saya nasehati dia pasti marah-marah, dia juga pernah kawin mut'ah dengan perempuan hamil dan katanya mau menolong perempuan itu tapi saya ditelantarkannya dan saya selama kami menikah dia hidup di jakarta dan saya di pekanbaru kata nya dia belum siap tuk bersama-sama, selama ini saya selalu salah menurut kata dia. tp 6 thn kmi menikah saya sering dbuatnya menangis tetapi saya tidak bisa berbuat apa-apa.

Ustadz apa yang harus saya lakukan ( skrg istri sah nya cuma saya ustadz)
4 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

Semoga Allah ta'ala memberikan jalan keluar terbaik dari ujian ini. Apabila cerita yang disampaikan penanya valid maka suami tersebut telah melakukan beberapa kesalahan, diantaranya:
1. Menyian-nyiakan keluarga, seperti tidak memberi nafkah dan tidak memberikan pendidikan yang layak. dan ini bertentangan dengan nash-nash yang ada, diantaranya:
- Firman Allah ta'ala di surat At-Tahrim ayat 6

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

- Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

كَفَي بِالمَرْءِ إِثْماً أَنْ يَحْبِسَ عَمَّنْ يَمْلِكُ قُوتَهُ

Cukuplah seseorang itu menanggung dosa, jikalau ia menahan makanan orang yang makanannya di kekuasaannya. HR. Muslim no.996 dan yang lainnya

- Hadits dari Abdullah bin'Amr Ibn al-'Ash ra. berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

كَفَي بِالْمَرْءِ إِثْماً أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يَقُوتُ

Cukuplah seseorang menanggung dosa, jika ia menyia-nyiakan orang yang wajib dia tanggung makannya. HR. Abu Daud no.1692 dan yang lainnya. Dinyatakan hasan oleh al-Albani

2. Tidak adil terhadap para istri. Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang menerangkan hukuman bagi seseorang yang tidak adil pada istri-istrinya dalam hal yang ia mampu lakukan,"

مَنْ كَانَ لَهُ امْرَأَتَانِ فَمَالَ إِلَى إِحْدَاهُمَا جَاءَ يَوْمَ القِيَامَةِ وَشِقُّهُ مَائِلٌ

“Siapa yang memiliki dua istri lalu ia lebih cenderung kepada salah satunya, pada hari kiamat kelak ia akan datang dalam keadaan satu sisi tubuhnya miring.”HR. Abu Daud no.2133, an-Nasai no.3942 dan yang lainnyya. Dishahihkan oleh al-Albani

Al-Imam ash-Shan'ani menerangkan,"
Hadits tersebut merupakan dalil wajibnya seorang suami untuk berlaku sama terhadap para istri. Dan haram atasnya untuk condong/cenderung kepada salah satu dari mereka. Allah ta'ala telah berfirman,”

فَلَا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ

Janganlah kalian terlalu cenderung/condong (kepada yang kalian cintai,pent).An-Nisa':29

Maksudnya condong ke salah satu dalam hal menggilir dan memberi nafkah. Bukan dalam hal rasa cinta...Subulussalam 2/238

Untuk lebih jelasnya silahkan melihat jawaban sebelumnya di http://www.salamdakwah.com/baca-pertanyaan/bolehkan-suami-membedakan-hak-istri-pertama-dan-istri-kedua-.html

3. Meninggalkan istri di tempat yang jauh dalam waktu yang cukup lama (bila istri tidak rela)

Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi menerangkan," Bila seorang laki-laki tidak mendampingi istrinya di waktu yang lama demi melaksanakan kewajiban pribadinya yang khusus atau kewajiban terhadap keluarganya, atau kewajiban umum baginya dan bagi ummat maka laki-laki tersebut tidak berdosa dan tidak diberi sangsi. Bila suami tidak mendampingi istrinya di waktu yang lama tanpa didasari udzur dan tidak dikarenakan pelaksanaan kewajiban sedangkan istrinya ridho dengan itu maka laki-laki itu tidak berdosa dan tidak pula diberi sangsi, namun bila istri tidak ridho maka laki-laki tersebut berdosa dan berhak memperoleh sangsi dikarenakan dia lalai memberikan hak dalam rumah tangga (meskipun si istri terjamin penghidupannya, pakaiannya, tempat tinggalnya dan makanannya). Istri berhak untuk menuntut haknya dalam rumah tangga.
Fatwa ini ditandatangani oleh:
Abdurrazzaq Afifi selaku wakil ketua
Abdullah bin Abdurrahman Ghadyan selaku anggota
Abdullah bin Sulaiman bin Mani' selaku anggota
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 19/338 pertanyaan kelima dari fatwa no.606

Oleh karena itu yang bisa penanya lakukan sekarang adalah mendakwahi suaminya dan menasehatinya supaya suaminya sadar. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan terkait mendakwahi suami:
1. Meminta tolong kepada Allah ta'ala semoga Allah ta'ala membantunya dalam mendakwahi si suami
2. Mengingatkan dia kepada Allah ta'ala, kepada kematian dan hari penghitungan dengan menggunakan metode yang baik
3. Mengingatkan dia dengan kewajiban suami terhadap istri dan anak
4. Menyebutkan nash-nash yang berisi ancaman terhadap suami yang tidak melaksanakan kewajibannya dengan baik
5. Menggunakan metode bervariasi ketika menasehati seperti memberikan bacaan ilmiah, memperdengarkan ceramah, meminta bantuan kepada pemuka agama yang disegani untuk menasehatinya atau metode lainnya yang diperbolehkan

Semoga Allah ta'ala memberi hidayah kepada suami penanya sehingga bisa melaksanakan tugas dia dengan baik sebagai seorang suami dan bisa melaksanakan syariat Islam dengan baik secara umum.

والله تعالى أعلم بالحق والصواب
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com